Kenapa Ignasius Jonan Heran ?

suluhnusa.com_Saat meresmikan pelabuhan Dulionong dan dua pelabuhan lainnya di Kabupaten Alor, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengaku heran. Kenapa ?

Dalam tugasnya sebagai Menteri perhubungan Ignasius Jonan sedikit heran. Keheranan Jonan ini disebabkan pembangunan pelabuhan Dulionong yang menurutnya memakan waktu terlalu lama.

“Sistem perencanaan kerja pembangunan pelabuhan sangat terlalu lama, seperti Pelabuhan Laut Dulionong ini dikerjakan 5 tahun. Saya heran kok terlalu lama pembangunannya. Mestinya hanya memakan waku 2 tahun,” ungkap Jonan saat meresmikan secara simbolis tiga pelabuhan di Alor, 2 Oktober 2015.

Oleh karena itu, Jonan meminta agar dalam pengerjaan pelabuhan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan pembangunan konstruksi, sampai diresmikan, mestinya hanya 2 tahun kerja masa kerja.

Dia juga berharap agar dalam proses pembangunan sebuah insfrastruktur jangan dengan system arisan yang dialokasi tiap tahun.

”Kalo arisan susah Pak, Semuanya nggak mungkin Jadi,” tegas Ignas.

Sebanyak tiga pelabuhan yang diresmikan pada hari yang sama, yakni Pelabuhan Dulionong sebagai Pelabuhan Rakyat, Pelabuhan Moru sebagai pelabuhan Peti Kemas Moru, dan Pelabuhan Baranusa sebagai Pelabuhan Penyeberangan.

Pelabuhan Peti Kemas Moru (PKM) dengan kapasitas dermaga sepanjang 160 meter ini, terletak di Kecamatan Alor Barat Daya-Kelurahan Moru, Kabupaten Alor.

Pelabuhan Moru dapat mengoperasikan kapal yang cukup besar serta kapal-kapal peti kemas berukuran sedang yang dapat menyuplai barang-barang atau bahan-bahan kebutuhan pokok wilayah NTT sekitar 400 -700 jiwa. Pembangunan Pelabukan PKM sejak tahun 2012-2013 menggunakan biaya APBN Rp.41,3 miliar.

Ignasius Jonan, menjelaskan kegiatan ini sebenarnya dilakukan oleh beberapa Dirjen yakni, Diretorat Jenderal. Pada Pelabuhan Rakyat Dulionong dan Pelabuhan Peti Kemas Moru dikerjakan oleh direktorat Jenderal Perhubungan Laut, sedangkan Pelabuhan Penyeberangan Baranusa dilakukan oleh direktora Jendral Perhubungan Darat.

Menhub Jonan berharap agar setelah peresmian tiga pelabuhan ini, bisa bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat di Pulau Alor dan sekitarnya. (iwan kamaleng/sandrowangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *