LEWOLEBA – SMP Negeri 3 Ile Ape Timur Satu Atap Hamahena sukses melaksanakan kegiatan Seminar Presentasi Karya Tulis Ilmiah (KTI) siswa dengan tema “Karya Ilmiah Sebagai Jembatan Menuju Masa Depan Gemilang”.
Kegiatan ini menjadi momen bersejarah karena merupakan pelaksanaan perdana di sekolah tersebut.
Acara yang berlangsung dengan lancar ini dihadiri oleh kepala sekolah, dewan guru, kepala desa Waimatan, BPD, orang tua/wali siswa kelas IX, serta perwakilan siswa dari kelas VII dan VIII. Antusiasme peserta terlihat jelas, meskipun sebagian siswa mengaku masih merasa gugup karena ini merupakan pengalaman pertama mereka tampil mempresentasikan hasil penelitian.
Kepala Sekolah, Yustinus Mado, menyampaikan rasa bangga terhadap keberanian dan usaha siswa. Ia menekankan bahwa keberhasilan besar selalu dimulai dari langkah kecil.
“Mulailah dari proses yang sederhana, tetapi dilakukan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi semakin bermakna karena siswa kelas IX sebelumnya telah menyumbangkan predikat kinerja sekolah sebagai salah satu sekolah dengan kinerja terbaik tahun 2025 tingkat kabupaten Lembata dalam ANBK tahun 2024 lalu.
Lebih lanjut, Kepala Sekolah berpesan agar momentum ini dimanfaatkan oleh siswa untuk menjadi pribadi yang peka terhadap permasalahan di lingkungan sekitar, serta mampu mencari solusi atau memberikan rekomendasi yang bermanfaat.
Kepala Desa Waimatan, Onesimus Sili Betekeneng juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
Ia berharap seminar karya tulis ilmiah dapat menjadi agenda rutin tahunan, karena dinilai mampu melatih pola pikir kritis dan kreatif siswa.
Andreas Odung selaku ketua panitia mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang penilaian, tetapi menjadi wadah bagi siswa untuk belajar berpikir kritis, sistematis, dan berani menyampaikan ide secara ilmiah.”
Dalam kegiatan ini, terdapat tiga kelompok presentasi yang masing-masing mengangkat tema berbeda, yaitu:
1. Pola Hidup Bersih dan Sehat Murid SMP Negeri 3 Ile Ape Timur Satu Atap Hamahena
2. Kajian Nilai Solidaritas dalam Tahap Prosesi Tradisi Muro
3. Pengolahan Pangan Lokal Tradisi Titi Jagung di Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur
Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari dua guru internal sekolah dan satu guru dari luar sekolah yang diundang secara khusus. Aspek penilaian meliputi sistematika penulisan, isi dan kedalaman materi, metode penelitian, teknik presentasi, serta kemampuan menjawab pertanyaan.
“Sebagai salah satu penilai, saya, Emanuel Begu, memberikan apresiasi yang luar biasa kepada siswa kelas IX SMP Negeri 3 Ile Ape Timur Satu Atap Hamahena. Mereka telah menunjukkan keberanian untuk tampil dengan penuh percaya diri, serta mampu mengangkat tema-tema yang sangat relevan, baik terkait kearifan lokal maupun kebiasaan anak di sekolah.

Hal ini menunjukkan bahwa siswa tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga peka terhadap lingkungan sekitar mereka. Menariknya, kedua tema tersebut juga sejalan dengan program Nelayan, Tani, dan Ternak yang saat ini menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Lembata. Ini adalah langkah awal yang sangat baik dalam membentuk generasi muda yang peduli, kreatif, dan berkontribusi bagi daerahnya.”
“Kegiatan ini sangat membantu kami untuk lebih percaya diri dalam berbicara dan mempertahankan hasil penelitian kami.” Demikian ungkapan salah satu perwakilan peserta seminar Apen Purek
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penilaian, tetapi juga pengalaman belajar yang berharga bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan literasi, berpikir kritis, serta kepercayaan diri. Dengan suksesnya kegiatan ini, diharapkan tradisi akademik di SMP Negeri 3 Ile Ape Timur Satu Atap Hamahena semakin berkembang di masa yang akan datang. +++A.O/sandro.wangak
