SULUH NUSA, JAKARTA – Kesempatan terbaik diperoleh Maksimus Masan Kian, Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur berlayar bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) mengelilingi Nusantara.
Putra Adonara, Kabupaten Flores Timur ini akan memulai pelayaran bersama rombongan pada Selasa 5 November 2024 dimulai dari Pelabuhan Tanjung Periuk, Jakarta dan akan kembali pada 17 November 2024 di Pelabuhan Tanjung Periuk.
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini, setelah adanya komunikasi bersama Prof. Dr. Umifah Rosyidi, M.Pd, Ketua Pengurus Besar (PB) PGRI dengan pihak TNI Angkatan Laut, Republik Indonesia (RI).
Selain Maksimus Masan Kian, Ketua PGRI Flores Timur, 4 Guru lain yang berada dalam satu Tim perwakilan PGRI yakni, Bambang Yuswono, Guru SMP Negeri 16 Kota Tanggerang, Sugiman, Guru SMKN 6 Bandar Lampung, Aldian Ramadhan Marnawati, Guru SMP PGRI 1 Semarang dan Nur Fajri, Kepala SMK PGRI 1 Jakarta.
Kapal yang digunakan dalam kegiatan yakni, KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 dengan penyelenggara adalah kerja sama antara TNI Angkatan Laut dan Kwarnas Saka Bahari.
Maksi Masan Kian yang ditemui di Jakarta, 5 November 2024 menjelaskan satuan Karya Pramuka (Saka) Bahari merupakan elemen penting dalam mengelola laut dan nusantara dalam hal ini TNI Angkatan Laut selaku pembina masyarakat maritim.
Oleh karena itu, menurut Maksi, seluruh elemen maritim terutama Saka Bahari untuk bersama-sama merawat ekosistem laut serta menjaga keamanan kedaulatan laut Indonesia.
“Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki laut sebagai potensi sumber daya alam, jalur perdagangan maupun wahana pemersatu bangsa yang harus dilindungi. Oleh karena itu menjadi tugas kita bersama untuk melindungi dan menjaga nusantara dengan segala potensinya agar tetap terjaga kepentingan nasional kita. TNI AL menyelenggarakan pembinaan Saka Bahari Tingkat Nasional Tahun 2024 untuk mewujudkan sumber daya manusia yang profesioanal dan proporsional untuk meningkatkan cinta tanah air, bela negara dan persatuan bangsa.” tegas Maksi.
Adapun agenda kegiatan yakni Pembinaan Pembentukan Karakter Maritim. Terdapat sejumlah sub kegiatan diantaranya pelatihan kepemimpinan, dinamika kelompok, giat pembentukan karakter, bakti sosial, pemberian sumbangan gratis seragam, alat tulis, makanan begizi, pemeriksaan kesehatan gigi, operasi katarak, bibir sumbing, kegiatan perkemanahan dan lain-lain.
Maksimus Masan Kian, Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur menyampaikan rasa syukur dan terima kasih.
“Syukur Puji Tuhan dan terima kasih atas dukungan berbagai pihak untuk saya memulai satu kesempatan belajar kali ini. Hormat buat Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd (Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI), Bapak Felix Suban Hoda, M.Ed (Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Flores Timur), Bapak Wilbrodus K Wungbelen, S.Pd (Kepala SMPN 1 Lewolema). Dukungan Keluarga, restu leluhur Lewotana tentu memampukan saya melewati kesempatan belajar di momentum ini. Belajar untuk kembali berbagi. Belajar untuk pulang menginspirasi. Perjalanan mengelilingi Nusantara, menyerap pengetahuan, karakter dan kepemimpinan bersama TNI Angkatan Laut Republik Indonesia, akan kami Terima kasih PGRI yang telah membuka jejaring, kolaborasi dan kesempatan belajar yang luar biasa. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan dapat kami bagikan kepada rekan guru, juga siswa kami di sekolah sebagai motivasi perjuangan,”kata Maksi.

Spesifikasi KRI dr Radjiman Wedyodiningrat-992
KRI ini mempunyai panjang kurang lebih sekitar 124 meter. Kapal ini mempunyai bobot berat 7.300 ton dan mampu melaju dengan kecepatan 18 knot.
Sementara untuk kapasitas kapal ini mampu membawa 163 anak buah kapal (ABK), pilot dan kru helikopter 18 orang, tamu VVIP 1 orang, staf medis 66 orang, pasien 158 orang, dan sukarelawan 280 orang. Kapal ini mampu bertahan selama 30 hari di laut dengan kemampuan muat material 3 unit helikopter. Lalu, mampu membawa 2 unit ambulance boat, 2 unit kapal LCVP dan 1 unit kapal RHIB. Fasilitas KRI dr Radjiman Wedyodiningrat-992 memiliki kemampuan yang setara dengan rumah sakit tipe C.
Dengan demikian, kapal ini juga mempunyai komponen fasilitas medical equipment yang serupa dengan rumah sakit tipe C. Fasilitas tersebut di antaranya ruang radiologi, ruang operasi/bedah, ruang pos operasi, ruang isolasi, ruang perawatan ruang bayi, ruang bersalin, ruang periksa, UGD, ICU, HCU, laboratorium, serta ruang mayat. Selanjutnya, x-ray stationary 500 Ma, ct-scan, c-arm, panoramic, chepalometric dental x-ray, digital radiography system, USG 4 dimensi, refrigrator bank darah, dan central gas medic and generator.+++l.efa/sandro.wangak
