suluhnusa.com_Direktur Eksekutif Pusat Penelitian dan Pengembangan Bank Indonesia Iskandar Simorangkir, mengatakan untuk mengatasi permasalahan pembangunan bandara di kawasan Bali Utara model metode yang cocok digunakan di makro ekonomi adalah model self full feelling.
Seperti diketahui saat ini pembangunan Bali berpusat di kawasan Bali Selatan, ungkapnya, hal ini diceritakan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika usai memberikan sambutan di acara EcoMod 2014.
Cerita Simorangkir, Mangku Pastika menanyakan perihal bagaimana mengatasi pembangunan ekonomi di Bali Utara. Karena seperti diketahui, saat ini banyak pro dan kontra terkait pembangunan bandara di kawasan tersebut.
Saat ini, imbuhnya jumlah wisatawan yang datang ke Bali sekitar 2 juta orang dan penduduk Bali hampir 4,5 juta orang, sementara itu pembangunan ekonomi berkutat di Bali Selatan.
Karenanya tutur Simorangkir, Gubernur Bali meminta agar para ekonom bisa memberikan masukan terkait riset yang bisa mengatasi kendala ketimpangan ekonomi tersebut.
Lanjut Simorangkir, adanya pro dan kontra terkait pembangunan bandara di Bali Utara ini pihaknya telah membuat riset dengan model self full filling, yakni model yang bisa meyakinkan masyarakat agar menyetujui proyek tersebut.
“Bisa kita modelkan di makro ekonomi yakni dengan model self full filling seperti diketahui orang banyak menentang bagaimana dampak bandara di Bali Utara karena itu disampaikan berita positif tentang rencana bandara pasti nanti akan didukung oleh rakyatnya,” jelas Simorangkir
Karena itu peranan media dalam menyampaikan berita positif juga ikut andil dalam mempercepat pembangunan bandara tersebut. Selain metode self full filling, model struktural juga dianggap cocok dalam rangka mempercepat pembangunan ekonomi di Bali.
“Ada ekonom bilang negative, jadi kontra produktif kalau mau mempercepat model struktural kita buat untuk sektor ekonomi di Bali. Kan yang dibahas tidak hanya ekonomi ada sektor energi dan lingkungan jadi di Bali itu yang seimbang seperti apa ya model sektoral ini lebih cocok seperti bangun bandara dan industri ada dampaknya nggak, kalau untuk pembangunan lebih cocok pake struktural hasilnya positif atau negative itu bisa kita modelkan,” paparnya.
Seperti diketahui, EcoMod 2014 merupakan event berskala internasional dimana dalam event ini berkumpul para ekonom terpilih. Menurut Simorangkir ada 300an paper yang masuk dan hanya terpilih 120 paper yang diseleksi secara ketat.
Dalam acara ini, para ekonom dengan paper terpilih diminta untuk mempresentasikan papernya untuk bisa dijadikan bahan referensi bagi pembangunan Indonesia pada khususnya dan Internasional pada umumnya. (kresia)
