suluhnusa.com_ “Saya punya komitmen mudah – mudahan dalam kepemimpinan saya Pantar sudah bisa terwujud menjadi sebuah Daerah Otonomi Baru” ungkap Gubernur Nusa Tenggara Timur, Drs. Frans Leburaya.
Komitmen ini disampaikan saat menyampaikan arahannya ketika mengadakan kunjungan kerja sekaligus memantau lokasi pembangunan Bandar Udara Kabir, Kecamatan Pantar, 1 Juli 2014, dimana bandar udara ini kelak menjadi salah satu pintu masuk calon Kabupaten Pantar.
Lebih jauh ia juga menegaskan bahwa saat ini semua berkas persyaratan menyangkut dengan pendirian DOB Pantar telah diserahkan kepada Mendagri maupun DPR RI.
“Andai keputusan ini Gubernur yang tetapkan, maka sudah saya tetapkan dari dulu, namun prosesnya sedikit panjang karena harus ditetapkan sesuai dengan aturan undang – undang, sehingga kita harus menunggu” ungkapnya.
“Saya mengerti daerah ini sebagai daerah kepulauan dimana jangkauan dari Kalabahi ke sini luar biasa sulitnya, sehingga kehadiran Bandara Kabir memang sangat diperlukan” ungkap Leburaya.
Untuk itu ia meminta kepada masyarakat untuk mendukung penuh pembangunan Bandara ini karena nantinya juga akan mendatangkan manfaat bagi masyarakat disini.
Disampaikan juga olehnya bahwa memang saat ini ada beberapa calon DOB yang sedang berproses. Untuk Provinsi NTT, lanjutnya, ada empat calon DOB yakni Adonara, Kota Maumere, Pantar, maupun Amanatun.
“Untuk calon DOB Amanatun semua berkasnya masih sementara diverifikasi di Provinsi, tetapi kalau Pantar sudah diteruskan” ungkapnya.
Lebih jauh Leburaya juga mengungkapkan bahwa memang saat ini ada 65 calon DOB yang sementara mengantri keputusan mengenai status DOB-nya, dan nantinya dari 65 calon DOB tersebut hanya akan dipilih sekitar 19 calon DOB menjadi DOB penuh, dan pantar hingga kini belum masuk ke dalam daftar 65 calon DOB tersebut.
Ia meminta masyarakat untuk sedikit bersabar dan menunggu kloter verifikasi berikutnya.
Selain berbicara mengenai DOB, Leburaya juga pada kesempatan tersebut mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan setiap potensi daerah seperti pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan, termasuk juga sektor pariwisata.
Leburaya mengakui bahwa Pantar memiliki sejumlah potensi yang apabila dikembangkan dapat mendatangkan keuntungan besar bagi masyarakat.
Jaga Kerukunan
pada kesempatan lain Leburaya meminta agar, Masyarakat Alor menjaga kerukunan.
Penegasan diatas disampaikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Drs. Frans Leburaya saat membuka kegiatan Sarasehan Kerukunan Umat Beragama tingkat Kabupaten Alor, di Aula Pola Kalabahi, Selasa (1/7/2014).
“Kerukunan itu ada, tetapi dia tidak datang dengan sendirinya; dia mesti dikerjakan; dia mesti diperjuangkan” ucap Leburaya.
Lebih jauh ia juga mengungkapkan bahwa kerukunan bisa terjadi manakala semua pihak saling memahami dan menghormati satu dengan yang lain.
Hal lain yang diungkapkan olehnya juga bahwa kita membutuhkan kedamaian dan kerukunan, karena ini menjadi prasyarat untuk pembangunan.
“Percepatan pembangunan menuntut adanya suasana aman dan damai” tegasnya.
Terkait dengan pelaksanaan kegiatan ini, ia menilai sangat baik untuk dilakukan, mengingat begitu beranekaragamnya agama di Indonesia. Melalui momentum ini juga menurutnya dapat menyatukan semua pihak untuk berdiskusi bersama dalam menciptakan keamanan dan ketertiban serta toleransi dan rasa penghargaan.
“Negeri ini sejak diproklamirkan menjadi Negara bangsa. Artinya, dia memang menganut kebangsaan dan semangat nasionalisme” lanjut Leburaya.
Kepada seluruh pemuka agama, Leburaya mengucapkan terima kasih karena telah berperan aktif dalam menciptakan kedamaian di bumi Flobamora.
“Aman dan damai itu bukan sekedar tugas kepolisian tetapi tugas kita semua” pintahnya.(iwankamaleng)
