29 Orang Alor Terinfeksi HIV

suluhnusa.com_ Tahun 2012 21 orang terinfenksi HIV dan 2013 menjadi 24 orang.

Guna mencegah penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Alor menggelar Rapat Koordinasi (Rakor)

Rapat ini diselenggarakan bersama para pimpinan SKPD, pimpinan Badan / instansi vertikal, PMI, serta berbagai jajaran lainnya.

Kegiatan yang dilaksankan pada Rabu (21/5/2014) di ruang kerja Wakil Bupati Alor tersebut mengagendakan sejumlah langkah anitisipasi penyebaran AIDS tersebut di Alor.

Hadir juga Wakil Bupati Alor, Imran Duru, S.Pd beserta Wakil Ketua DPRD Alor, Denny Lalitan.

Saat memberikan penjelasannya, KPA Alor, Ahmad Nampira, BC, mengatakan bahwa saat ini perkembangan pengidap HIV AIDS mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2011 terdeteksi ada 20 orang yang terinveksi, tahun 2012 meningkat menjadi 21 orang, tahun 2013 24 orang, dan terakhir tahun 2014 menjadi 29 orang.

Untuk itu sejumlah langkah anitipasi dan pencegahan perlu dilakukan. Untuk itu kepada semua pimpinan SKPD yang ada ia berharap agar terus membangun komunikasi yang baik.

“Sebenarnya perlu ada dukungan politis dari pak Bupati maupun pak ketua DPRD tentang penyiapan dana antisipasi di tiap SKPD” ungkapnya.

KPA sendiri menurutnya telah menyiapkan sejumlah program dalam rangka menekan perkembangan virus ini yakni akan mengadakan sosialiasi di tiga kecamatan tentang HIV AIDS, masing – masing di kecamatan Alor Timur, Alor Timur Laut dan Teluk Mutiara, serta meningkatkan promosi.

Wakil Ketua DPRD Alor, Denny Lalitan saat menyampaikan penyakit ini belum begitu dianggap penting karena memang bagi rakyat Alor ini bukan sebuah ancaman yang berarti, namun nyatanya penyakit ini memang sangat mematikan.

Untuk itu ia mendukung adanya ide dari KPA untuk meningkatkan promosi dalam bentuk baliho, spanduk, maupun stiker – stiker yang ditempatkan di tempat – tempat umum. Dari segi politik, Lalitan berjanji akan menindaklanjuti hal ini dengan serius di dewan.

Sementara itu Wakil Bupati Alor, Imran Duru, S.Pd ketika memberikan arahannya bahwa ancaman HIV AIDS merupakan ancaman global, untuk itu butuh kebersamaan dalam rangka menuntaskan masalah ini.

Menurutnya perkembangan dunia pariwisata di Alor maupun berbagai sektor lainnya berdampak pada meningkatnya migrasi penduduk, sehingga kebutuhan akan seks semakin meningkat, untuk itu Duru pada kesempatan tersebut berharap agar pengawasan dari berbagai pihak terus ditingkatkan.

Duru juga pada kesempatan tersebut memerintahkan kepada setiap Dinas terkait untuk melakukan promosi bersama menolak HIV AIDS. (iwankamelang/*)

One comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *