LEMBATA, SULUH NUSA – LANGIT mendung hujan bergelayut dibungkus awan gelap. Hari itu awal maret, tepat tanggal 1 Maret 2023.
Warga Lembata tetap beraktivitas seperti sedia kala. Pesawat yang sebelumnya batal landing di Bandara Wunopito Lewoleba, akhirnya bisa landing mulus. Dalam pesawat itu ada rombongan Bunda Julie Sutrisno Laiskodat, Anggota DPR RI Dapil I NTT.
Ia berkunjung ke Lembata menyerap aspirasi untuk diperjuangkan di kementrian mitra komisi IV DPR RI.
KOMITMEN JULIE LAISKODAT UNTUK LEMBATA DIAKHIR MASA JABATAN SEBAGAI KETUA DEKRANASDA
Julie yang tampil dengan baju putih dan rok tenun motif NTT warna biru khas Partai Nasdem ini berkunjung ke enam titik dalam Kota Lewoleba, Kecamatan Nubatukan.
Julie, Komisi IV DPR RI itu, didampingi Alexander Take Ofong, Anggota DPRD Provinsi NTT dan Benediktus Polo Maing, Mantan Sekda Provinsi NTT yang juga menjadi caleg DPRD Provinsi NTT.
Bersama rombongan, Bunda Julie Laiskodat, usai landing di bandara Wunopito langsung membuka kegiatan Bintek Perikanan dan Hasil Kelautan di Hotel Anisa.
Di hadapan ratusan peserta Bimtek, Politisi Partai Nasdem ini menekankan ekosistem bisnis dari hulu sampai hilir.
Ekosistem bagi Julie, merupakan jembatan penghubung antara hulu usaha yakni hasil tangkapan nelayan dengan sektor hilir yakni pangsa pasar.

“Contoh ikan, rumput laut. Dari potensi yang ada ini bagaimana masyarakat bisa sejahtera. Sejahtera ini berarti ada yang namanya hilir itu adanya pangsa pasar. Tapi kebutuhan pangsa pasar apa? apakah ikan yang pakai bom? atau ikan yang grad berapa lalu seperti apa? pakai utuh fresh atau kah yang sudah difrozen?” kata Julie.
Dia menambahkan, jika disesuaikan dengan kebutuhan pangsa pasar yang ada saat ini, maka secara kuantitas, nelayan tidak bisa lagi mengandalkan penangkapan secara tradisional.
“Berarti di tengahnya ini yang mesti intervensi semuanya. Etos kerja di dalam, nelayan. Lalu kemudian pemerintah. Contoh mereka ini sekarang rata-rata pakai tradisional. Sedangkan kita pangsa pasar ini kebutuhannya sekian. Nggak mungkin tradisional lagi. Mesti kapalnya, caranya sudah tidak bisa tradisional lagi,” imbuhnya.
BIMTEK PERIKANAN DAN HASIL LAUT
Usai membuka Bimtek, Rombongan Julie Laiskodat mengunjungi Sekolah Menengah Kejuruan Pariwisata (SMIP) Sanctus.
Linus Beseng, Kepala SMIP Sanctus bersama siswa dan guru guru berbaris rapih menjemput Julie Laiskodat di gerbang masuk. Semarak tarian para siswi SMIP mengantar rombongan menuju halaman SMIP yang basri dan apik.
Ratusan siswa dan guru langsung menyambyt Julie LaiskodatLaiskodat di lobi Hotel Sanctus. Dua orang siswa yang bertugas menjadi penerima tamu langsung menyambut Julie dengan bahasa Inggris.
Tak mau kalah, Julie langsung menjawab sapaan para siswa dengan Bahasa Inggris yang fasih.
Tanpa basah basih Julie langsung mengajak para siswa berbahasa Inggris selama berada di Hotel Sanctus. Bahkan percakapan mereka dalam bahasa Inggris menarik perhatian para guru dan rombongan termasuk jurnalis yang meliput kegiatan tersebut.
Julie lalu memuji dan memberi apresiasi kepada guru bahasa Inggris di sekolah tersebut yang bekerja dengan baik sehingga anak anak SMIP Sanctus fasih berbahasa Inggris.

Pada kesempatan itu Julie Sutrisno Laiskodat juga memuji penampilan SMK Sanctus dalam ritual penjemputan dirinya bersama rombongan di pintu masuk. Ia memberikan apresiasi terhadap penyambutan kolaboratif yang luar biasa, yang memadukan unsur budaya daerah dan seni tradisional yang mencerminkan tentang pariwisata dengan nilai estetika yang luar biasa, berbeda jauh dengan penyambutan yang dilakukan di antara semua sekolah di NTT yang pernah didatangi.
“Saya sudah datang ke banyak sekolah di NTT. Penyambutan mereka juga luar biasa. Tetapi di sini, penyambutannya sungguh sangat luar biasa. Ada aroma pariwisatanya,” ucap Julie Sutrisno.
Usai berdialog dan sosialisasi 4 Pilar kebangsaan Julie Laiskodat melanjutkan kunjungan ke SMAN I Nubatukan, Kelompok penerima bantuan di Waikomo dan berakhir di LSM Barakat.
Hari ini, 2 Maret 2023, Rombongan Julie Laiskodat berkunjung ke Kecamatan Omesuri dan Buyasuri. +++sandrowangak
