Belajar Perpustakaan Inklusi, Empat Kepala Desa di Lembata Dikirim ke Jakarta

JAKARTA, SULUH NUSA – SEBANYAK empat Kepala Desa mewakili 144 desa dikirim Perpustakaan Daerah Kabupaten Lembata mengikuti program Program Transformasi Berbasis Inklusi Sosial.

 

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional selama tiga hari di Jakarta, sejak 27 Februari- 1 Maret 2023.

 

Hal ini disampaikan Kepala Badan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lembata, Apolonaris Mayan kepada SuluhNusa (weeklyline media network), 1 Maret 2023.

 

Apol menjelaskan empat  desa di Kabupaten Lembata dipilih Perpustakaan Nasional RI mendapatkan Program Transformasi Berbasis Inklusi Sosial yakni Desa Riabao Kecamatan Nagawutung, Desa Pada Kecamatan Nubatukan, Desa Lamalera B Kecamatan Wulandoni dan Desa Leubatang Kecamatan Omesuri.

 

Keempat Kepala Desa ini didampingi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata Apolonaris Mayan didampingi Pustakawan Ignasio Mariano Riangtoby.

 

Sementara itu keempat Kepala Desa yang diberangkatkan ke Jakarta adalah Zakarias Banin, Karolus Kopong, Matheus Gilo Bataona dan Maulana Doreng.

 

Meeeka mengikuti Sosialisasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial 2023 yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional RI, di Grand Mercure Hotel Kemayoran, Jakarta, 27 Februari- 1 Maret 2023.

“Sosialisasi ini mengusung tema transformasi Perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk kesejahteraan, solusi cerdas pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19”, ungkap Apol Mayan.

 

Lebih jauh Apol mengharapkan empat Desa yang terpilih sebagai penerima manfaat dapat bertransformasi demi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lembata.

 

“Desa terpilih memiliki beberapa kriteria yaitu Perpustakaan Desa dilampirkan dengan SK Pendirian Perpustakaan, Pengelola Perpustakaan Desa dilampirkan dengan SK Pengangkatan Pengelolah Perpustakaan dan adanya pernyataan komitmen dari Kepala desa untuk menjamin keberlanjutan Program Inklusi sosial”, jelas Apol

 

Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando dalam sosialisasi tersebut mengatakan literasi sesungguhnya adalah kedalaman pengetahuan seseorang terhadap suatu subyek keilmuan dan atau keahlian yang bersumber dari bahan bacaan atau akses informasi dan memiliki dampak kreatif untuk memproduksi barang dan jasa bermutu yang dapat dipakai untuk memenangkan persaingan global untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Menurutnya Sesuai hasil evaluasi program transformasi 2020-2021 efeketifitas program dengan skor 4,09 (skala 1-5) dengan kategori baik dengan biaya keuntungan rasio sebesar 2,30 (setiap 1 (satu) Rupiah Cost yang dikeluarkan akan menghasilkan benefit atau keuntungan sebesar 2,30 rupiah.

Pustakawan Ignasio Mariano Riangtoby kepada media mengatakan bahwa Kabupaten Lembata telah menjalankan program Transformasi berbasis inklusi sosial di Tahun 2022 dan melibatkan banyak mitra, di Tahun 2023 Kabupaten Lembata mengajukan lima Desa tetapi yang terpilih empat Desa.

Menurut Ignasio Desa-Desa ini akan bekerja sama dengan Perpustakaan Kabupaten Lembata menjalankan program ini dengan beberapa instrumen penting yaitu peningkatan kualitas layanan Perpustakaan,pelibatan masyarakat dan Advokasi.

 

Diharapkan dengan Strategi ini dapat menjadi ujung tombak keberhasilan pelaksanaan Program.

 

Kegiatan ini mengundang segenap pengelolah perpustakaan, pegiat literasi dan masyarakat umum diseluruh Indonesia. +++indah.p.dewi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *