DKP Lembata Catat Sejarah, Delapan Kru Monolog Pentas Teater Untuk Pertama Kali

SULUH NUSA, LEMBATA – Seminar sehari dalam rangka Bulan Bahasa Tahun 2022 bertajuk “Menelisik Peran Prof. Dr. Gorys Keraf dalam Perkembangan Bahasa Indonesia” telah sukses diselenggarakan pada Kamis, 20 Oktober 2022 yang lalu.

 

Kesuksesan itu menuai banyak sanjungan lebih-lebih karena penyelenggaraannya sama sekali tidak dibiayai anggaran pemerintah.

 

Kesuksesan penyelenggaraan seminar itu kini memacu “adrenalin” Komunitas Pegiat Literasi Lembata (Pelita) untuk kembali menggelar aneka lomba dan kegiatan lainnya yang telah direncanakan sebelumnya. Aneka lomba dan kegiatan tersebut tetap terselenggara di bawah koordinasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata sebagai rumah besar literasi masyarakat Lembata.

 

Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata, Apolonius Mayan, S. Pd menyampaikan hal itu dalam rapat pemantapan di ruang kerjanya, Sabtu (22/10/2022).

 

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan dan lomba dalam rangka Bulan Bahasa Tahun 2022 ini telah menjadi pengalaman berharga untuk masa-masa yang akan datang.

 

“Kami tidak berjanji tetapi akan berupaya untuk melaksanakan kegiatan dan lomba seperti ini degan dukungan pemerintah daerah”, ujar pria yang selalu tampil supel itu.

 

Sementara itu, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Cabang Kabupaten Lembata, Feldin Rano Kelen, S. Pd pada kesempatan itu memastikan semaraknya pelaksanaan berbagai kegiatan dan lomba tersebut.

 

Pasalnya, selain lomba yang sudah biasa terselenggara, tahun ini dilaksanakan juga Lomba Teater Monolog. Baginya, penyelenggaraan lomba ini merupakan sesuatu yang unik dan menunjukkan adanya kemajuan peradaban literasi di Lembata.

“Ada delapan kru teater monolog yang sudah siap tampil dan menggetarkan panggung DKP Lembata. Ini ‘kan seru. Bukti bahwa giat literasi kita mulai berkembang maju”, ungkap pria berkacamata itu bersemangat. Feldin saat itu didampingi Koordinator Lomba Teater Monolog, Oshin Bahy.

 

Feldin kemudian merinci daftar kru teater yang akan berpartisipasi dalam lomba tersebut. Dia mengatakan, meski baru pertama kali digelar di Lembata, animo pesertanya cukup tinggi.

 

“Ada SMAK St. Yakobus Rasul, SMAK Frateran Don Bosco dan SMKN 1 Lewoleba. Ada juga dari SMKN 1 Ile Ape. SMAN 2 Nubatukan dan SMAN 1 Nagawutung”, urainya diamini Oshin.

 

Untuk diketahui, Komunitas Pelita terdiri atas semua komunitas non pemerintah yang bergerak di bidang pemajuan literasi di Lembata. Selama ini masing-masing komunitas masih cenderung bergerak sendiri-sendiri. Namun sejak adanya penyelenggaraan rangkaian kegiatan dalam rangka Bulan Bahasa Tahun 2022 ini, mulai nampak adanya kerjasama dan soliditas. Selain IGI, beberapa komunitas lain yang tergabung di dalamnya adalah Pondok Perubahan, Lembata Akustik, Aliansi Jurnalis Lembata (AJL), Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM), Perhimpunan Penulis Motivator Nasional (PPMN) dan Asosiasi Guru Penulis (Agupena). +++darius.baki.akamaking

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *