suluhnusa.com-Siapa bilang perempuan dan anak perempuan tidak bisa menjadi Bupati Lembata ? dan menjadi bupati Lembata ditahun 2016 ternyata tidak sulit.
Cukup siap diri. Memiliki kemauan untuk maju dan mandiri sebagai perempuan. Mendaftarkan diri pada panitia pemilihan. Memiliki kemauan teguh dan motivasi menjadi pemimpin. Diseleksi. Pemilihan. Bila berhasil maka peserta tersebut akan menjadi Bupati Lembata perempuan pertama dalam sejarah.
Bupati Lembata Perempuan yang terpilih tersebut diharapklan mampu menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Lembata sesuai dengan prinsip good goverment. Memliki komitmen yang tinggi terhadap perubahan nasib anak dan perempuan. Membuat kebijakan dan aturan populis dalam keberpihakan pada nasib anak dan anak perempuan.
Bahkan bupati perempuan itu mengemban tugas khusus berkomiten agar anak terbebas dari kemiskinan, kekerasan & ketidakadilan, mengimplementasikan sejumlah program, mencakup perluasan akses anak perempuan di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta pencegahan pernikahan usia anak.
Untuk melaksanakan semua program kerja dan mengimplementasikan komitmen tersebut, Bupati Lembata Perempuan itu akan memimpin rapat perdana untuk menyamakan persepsi. Rapat perdana itu dipimpin langsung oleh Bupati Perempuan sendiri, pada tanggal 11 Oktober 2016, bersama para staf ahli dan 15 pimpinan SKPD bertempat di Kantor Bupati Lembata.
Dalam rapat perdana itu, Bupati Lembata Perempuan, akan membeberkan 17 tuntutan agenda global yang tertuang dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (MDGs), di mana 17 tujuan pembangunan berkelanjutan berhubungan langsung dengan pemenuhan hak anak perempuan. Juga tentu akan menyusun srategi dan kebijakan serta aturan untuk menyukseskan 17 tuntutan MDGs itu.
Kesempatan anak dan perempuan menjadi Bupati Lembata ini merupakan kegiatan Plan International Indonesia Program Area Lembata, dalam menyongsong Hari Anak Perempuan Internasional (International Day of the Girl), yang dirayakan setiap 11 Oktober.
Pada perayaan tahun 2016, Plan International Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata mengadakan event “Girl Leadership: Sehari Jadi Bupati”.
“Satu anak perempuan terpilih akan memerankan jabatan Bupati Lembata selama satu hari. Penjabat Bupati, Drs. Sinun Petrus Manuk, sudah setuju memberikan kesempatan kepada anak perempuan Lembata untuk belajar memimpin,” kata Muhammad Thamrin, Manager Plan International Indonesia Program Area Lembata.
Thamrin menjelaskan, dalam kesempatan tersebut Bupati akan memimpin rapat, layaknya rapat di jajaran Bupati, yang membawahi sejumlah Staf Ahli dan Kepala Dinas, yang juga dipilih dari anak berusia 15-18 tahun. Mereka akan mengangkat persoalan yang terkait dengan anak perempuan di Indonesia.
Calon Bupati sehari itu diseleksi lewat ajang kompetisi video blog yang digelar Plan International Indonesia melalui www.becauseiamagirl-indonesia.org.(sandrowangak)
