suluhnusa.com_Ditengah hiruk pikuk kampanye rapat umum terbuka, atas seijin Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP/P3) Suryadharma Ali, PPP Bali menyatakan diri untuk tidak melakukan kampanye terbuka.
Selain karena keterbatasan dana dan demi penghematan biaya, DPW PPP Bali mengakunothing to lose di Pileg yang tinggal menghitung hari ini.
“Kami tidak ikut kampanye untuk menghemat biaya, biaya kami untuk saksi, misalnya saksi harus kita bayar sehari Rp100ribu yaitu dana untuk kampanye terbuka buat ongkos saksi,kampanye terbuka juga kami nilai tidak maksimal hasilnya,” kata Bendahara DPW PPP Bali, Sutiyo, dihubungi Selasa (18/3).
Waktu lima tahun lalu, akunya, PPP masih melakukan kampanye terbuka namun untuk Pileg kali ini vakumnya PPP di lapangan juga dikarenakan pihak internal partai yang menghendaki tidak adanya kampanye terbuka.
“5 tahun lalu kita masih menyelenggarakan, kalo yang sekarang dari intern DPW Bali kita usulkan ke pusat dan ini seijin pak Suryadharma Ali, untuk hasilnya nanti kita nothing to lose aja, kita berharap dengan slogan merapat kembali ke rumah besar yang pernah didirikan bersama-sama, kita berharap caleg-caleg akan seperti itu,” ujarnya.
Meski tidak melakukan kampanye terbuka, pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan para calon legilatif (caleg) melalui by phone ataupun utusan perseorangan caleg.
“Jadi kita koordinasi melalui telefon koordinasi dengan caleg caleg untuk menghadapi 9 April agar mereka berusaha untuk mendapatkan dukungan,” jelasnya,
Dia pun tak mentargetkan partainya bisa mendapatkan satu fraksi di kabupaten/kota, namun PPP berharap kepada tiga kabupaten yaitu Denpasar, Jembrana dan Singaraja agar bisa meloloskan kader-kadernya sehingga bisa menghijaukan tiga kota itu.
“ Jembrana, Singaraja dan Denpasar, tiga kota itu yang massanya lumayan banyak, kita tidak mentargetkan apapun biarkan mereka caleg yang berusaha apakah mereka bisa mendapatkan dukungan karena masyarakatlah yang menilai baik atau tidaknya para caleg tersebut dan kami menghindari politik uang,” pungkas Sutiyo. (kresia)
