suluhnusa.com_Massa Asosiasi Pedagang Acung Seminyak (APAS), menyampaikan aspirasi dan dukungan kepada posko Perjuangan Hak Bali.
Atas aspirasi tersebut, Tim Dhamantra Centre, yang dipimpin tokoh sepuh PDI-P Bali, Made Wirya menyerahkan seperangkat alat kebersihan pantai seperti Arco, sekop, pacul, dan garu, dihadapan ratusan anggota asosiasi dan wisatawan.
Minggu, 16 Maret 2013 Posko Perjuangan Hak Bali, di Jalan Kenyeri 15, Denpasar, kembali didatangi ratusan petugas kebersihan Kodya Denpasar. Pertemuan simakrama tersebut sekaligus menjadi ajang ‘dharma sewaka’ oleh Ketut Ari Wartini, sebagai calon Legeslatif DPRD Bali PDI-P nomor urut 7, yang akan menjadi partner Nyoman Dhamantra di Dapil Bali.
Nyoman Suwarta, Kepala Pasar Agung, Peninjauan, Denpasar Utara menyatakaan, Ketut Ari Wartini telah mantapkan dukungan melalui berbagai Simakrama, di berbagai tempat di Wilayah Kota Denpasar.
Dia mencoba menjawab kritik seperti dilukisan syair lagu “Wakil Rakyat-nya Iwan Fals”. “Dia bertekad mengajak kaum Perempuan di Denpasar untuk bersama bersatu dalam membangun Bali dan Indonesia dari Denpasar,” katanya, membuka acara, yang diisi dengan simulasi alat peraga dan tata cara pencoblosan.
Sebagai kaum Perempuan, Ketut Ari Wartini dalam kesempatan tersebut mengingatkan, bahwa saat ini peranan perempuan Bali begitu penting bagi pembagunan, tidak lagi menjadi korban dominasi pria, namun sejajar hak dan kewajiban dalam membangun ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan Bali dan negeri ini.
“Perempuan merupakan benteng utama dalam keluarga. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dimulai dari peran perempuan dalam memberikan pendidikan kepada anaknya sebagai generasi penerus bangsa. Lebih spesifik perempuan Bali adalah bagian dari jiwa pembangunan yang mampu memegang teguh adat istiadat bahkan martabat suatu bangsa,” katanya.
Saat simakrama dan dharma sewaka para petugas kebersihan tersebut mengungkapkan tekad dan keinginannya untuk mendukung dan memenangkan Nyoman Dhamantra seperti dalam pemilu 2009, serta Ketut Ari Wartini, agar ikut andil berjuang sebagai pengawal serta mewujudkan cita-cita Kartini, melalui pembangunan Bali yang berkelanjutan.
Menanggapi dukungan tersebut, Ari Wartini menyatakan terima kasih, dan sekaligus memotivasi kaum perempuan untuk maju dan lebih efektive berjuang.
“Harus kita dorong dan terus memotivasi kaum perempuan untuk lebih maju dan lebih aktif berperan dalam pembangunan khusunya di Denpasar. Mari kita bergandengan tangan mewujudkan karakter bangsa yang mandiri, bermoral, bertanggung jawab, perempuan bukan hanya bisa mengurus sumur, dapur dan kasur, namun perempuan harus menjadi garda yang terdepan pembangunan Denpasar, Bali dan Indonesia pada umumnya.” kata Wartini.
Sementara itu, Nyoman Dhamantra menyampaikan, jika nanti dia dipercaya kembali untuk duduk di Kursi Dewan, secara jelas mandat yang diberikan akan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, tulus dan iklas dalam pengabdian sebagai wakil rakyat.
Sekaligus mengingatkan, agar hendaknya kader dan sipatisan PDI-P, bersatu padu, jangan mau dipecah belah oleh kepentingan-kepentingan yang UUD, atau Ujung-ujungnya Duit, seperti ditenggarai terjadi berkaitn dengan reklamasai pulau Pudut dan sekitarnya.
Semboyan, JASMERAH, jangan sesekali-kali meninggalkan sejarah, seperti ajaran Bung Karno yang masih relevan sampai hari ini.
“Indonesia harus bersatu padu dalam satu ikatan, baik yang agama Hindu, Islam, Budha, Kristen, Protestan dan Konghucu, kesemuanya kita pernah mengangkat senjata demi kebesaran bangsa. Kini, amanah para leluhur kita dalam NKRI, UUD 45, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai pilar bangsa tengah diuji. Sejumlah aturan nasional dan daerah yang mengarah pada satu identitas tertentu, seperti UU Pornografi, UU Produk Halal, berbagai Perda Syariah dan sejenisnya,” ungkap Nyoman Dhamantra tegas.(ng.karyadi/sandrowangak)
