Suluh Nusa, Lembata – Organisasi Perhimpunan Mahasiswa Uyelewun (MAWU) Kupang melakukan penanaman mangrove di pesisir Pantai Leur, Desa Tobotani, 31 Agustus 2021. Kegiatan ini merupakan bagian dari Mawu Tour XVIII.
Ketua umum MAWU-Kupang, Konradus Kopaq mengatakan bahwa penanaman mangrove yang dilakukan ini dapat mencegah instrusi air laut, erosi dan abrasi yang kerap terjadi pada daerah yang berada di pesisir pantai dan juga dapat meningkatkan produktivitas lahan pada ekosistem mangrove hutan pantai sekaligus menjaga kelestarian lingkungan selain itu kegiatan ini merupakan bentuk edukasi terhadap masyarakat guna menumbuhkan kesadaran masyarakat membudidayakan gemar menanam dan menanam pohon sikap hidup dan budaya bangsa terkususnya pada ekosistem mangrove dan hutan pantai.
Kopaq juga mengajak orang muda dan masyarakat sekitar untuk sama-sama menjaga dan merawat apa yang nanti sudah di tanam dan di semai agar kemudian kedepan bermanfaat bagi masyarakat sendiri, ucapnya.
Pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Kesatuan Pengelolahan Hutan dan Dinas Lingkungan Hidup agar selalu memperhatikan beberapa kelompok-kelompok yang sudah ada di beberapa desa di sekitaran pesisir pantai dan terus melalukan penghijauan secara intens, tambahnya.
Sementara itu, Pj. Kepala Desa Tobotani, Abdul Syukur menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh MAWU Kupang. “Kegiatan ini sangat bagus dan bermanfaat, semoga kedepannya dapat dilakukan secara terus menerus, demi kepentingan kita semua” ucapnya
Untuk diketahui bahwa yang turut hadir dalam kegiatan ini Pengawas KPH, Kelompok Penanaman Hutan Bakau Desa Rumang, Tokoh Muda dan Tokoh Masyarakat dan Aparat Desa Tobotani serta Pengurus dan Panitia MAWU Kupang. (y.edangwala)
