suluhnusa.com_Setelah Pasar Agung-Peguyangan menjadi pasar percontohan Nasional, pemerintah Kota Denpasar melakukan gebarakan dengan menetapkan Pasar Nyanggelan sebagai pasar Higienis Nasional.
“Apakah anda Bahagia,? Tanya Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia Muhammad Lutfi kepada salah seorang pedagang daging di Pasar Tradisional Nyanggelan, Panjer-Kota Denpasar.
“Ya saya bahagia. Saya menjadi nyaman jualan di sini dan pendapatan semakin baik setelah pasar ini diperbaiki pak,” jawab salah padagang daging tersebut.
Dialog singkat ini mewarnai peresmian Pasar Tradisional Nyanggelan yang baru selesai di revitalisasi dengan menggunakan dana APBN sebedar 5 milyar rupiah, 24 Februari 2014.
Dialog singkat ini menggambarkan program revitalisasi pasar yang dilakukan oleh Pemerinrah Kota Denpasar dengan Bantuan dana APBN bekerja sama dengan Forum Pasar Tradisonal Kota denpasar berhasil baik.
Ungkapan kebahagian yang disampaikan oleh salah seorang pedagang daging di Pasar Tradisional Nyanggelan, merupakan kejujuran mewakili ratusan pedagang yang berjualan di sana. Bahwa benar, kebersihan pasar dan keramahan pedagang menjadi kunci utama kenyamanan pembeli ketika mereka berbelanja ke pasar tradisional.

Bahwa, saat ini Pasar modern dan minimarket menjamur di berbagai wilayah. Masuk dan merasuk tatanan ekonomi pedagang di pasar Tradisional. Dan ilmu untuk menarik pembeli atau pelanggan agar mau berbelanja ke pasar tradisional adalah revitalisasi pasar.
Revitalisasi ini bukan saja secara fisik. Tetapi sumber daya pelayanan pedagangt juga harus menjadi perhatian serius pemerintah. Selain meningkatkan pendapatan pedagang disebakan karena peningkatan jumlah pembeli juga asset pasar tradisional menjadi meningkat.
“Ternyata setelah kita kelolah dan tata dengan baik pasar tradisional, pembeli mau berbelanja kembali ke pasar tradisional. ini kunci utama menarik masyarakat untuk mau berbelanja ke pasar tradisional. dan revitalisasi pasar adalah salah satu cara,” ungkap Muhammad Lutfi dalam sambutannya sebelum meresemikan pasar Tradisional Nyanggelan.
Soal peningkatan pendapatan dan omset, contoh, pada periode Januari 2012, omset pasar Nyanggelan, pada semester pertama mencapai Rp. 15.542.248.800 dan semester kedua Rp. 13.822.711.500 sebelum di revitalisasi.
Nah, saat direvitalisasi omset pasar meningkat menjadi 26 persen pada periode Juli-Desember 2013 mencapai Rp. 35.364.960.300. luar biasa.
Hal lain yang patut dicontohi oleh pasar Pemerintah Kota/Kabupaten lain di Indonesia dari Pemerintah Kota Denpasar adalah, pemberian kategori pasar. Pasalnya, sebanyak 35 pasar tradisional yang tergabung dalam Forum Pasar Tradisional Kota Denpasar, yang di Ketuai Oleh, Nyoman Suwarta, Kepala Pasar Agung, di bagi menjadi beberapa kategori berdasarkan penilaian dan kriteria secara nasional.
Sebut saja, misalnya, Pasar Agung dikategorikan sebagai Pasar Percontohan Nasional. Pasar Sindu di Sanur ditetapkan sebagai Pasar Tradisional untuk Pariwisata atau pasar Pariwisata.
Sementara Pasar Nyanggelan, ditetapkan sebagai Pasar Tradisional paling Higienis secara Nasional. Sebab, sirkulasi udara serta penataan pasar terkait pembuangan limbah dan lainnya dilakukan berdasarkan aspek-aspek higianitas.
Pengelolaan dan managemen pasar yang saat ini sedang dilakukan oleh Pemerintah Kota Denpasar, mesti menjadi contoh dan rujukan secara nasional. Sebab, apa yang dilakukan sederhana tetapi berdampak luar biasa. (sandro wangak)
