Ande Manuk Lahir di Lite Ulumado, 13 April 1940. Ande menikah dengan Margareta Hurek Manuk. Keduanya dikarunia putera-puteri: Melania Manuk, Theresia Abon Manuk, Wilhelmus Sodi Manuk, Anastasia Bunga Manuk, Rafael Berekeng Manuk, Oncu Ni Manuk. Nobe Manuk. Mantan Bupati Lembata dan mantan Ketua DPRD Kabupaten Flores Timur pada tahun 1999 itu, wafat pada usianya yang ke 80 tahun.
Suluh Nusa, Lembata – MANTAN Bupati Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, periode 2001-2006 dan 2006-2011, Andreas Duli Manuk, Jumad (26/2/2021), petang, tutup usia. Ia menghembuskan nafasnya yang terakhir setelah menjalani perawatan sejak pekan lalu di RSUD Lewoleba.
Mantan Bupati Lembata dan mantan Ketua DPRD Kabupaten Flores Timur pada tahun 1999 itu, wafat pada usianya yang ke 80 tahun.
Andreas Duli Manuk mencatatkan diri sebagai Ketua DPRD Kabupaten Flores Timur ke 9. Menjabat setahun, Ia kemudian Pindah ke Lembata tahun 2000, setelah Lembata menjadi daerah otonom sesuai UU nomor 52 tahun 1999.
Mantan Bupati kelahiran Desa Lite Ulumado, pada 13 April 1940 itu, menikah dengan Margareta Hurek Manuk dan dikaruniani 6 orang anak: yakni Melania Manuk, Theresia Abon Manuk (almahrumah), Wilhelmus Sodi Manuk, Anastasia Bunga Manuk, Rafael Brekeng Manuk (Almahrum), dan Oncu Ni Manuk.
Jenazah almahrum kini di bawa dari RSUD Lewoleba menuju kediamannya di Tujuh Maret, Kelurahan Lewoleba, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata.
Wakil Bupati Lembata, Dr. Thomas Ola Langoday kepada Media ini, Jumad (26/2/2021) saat menjengkuk jasad almahrum di RSUD Lewoleba mengatakan, Setiap Masa Ada orangnya dan setiap orang ada masaanya. Pak Ande telah berada pada masaanya dan telah melewatinya sesuai situasi dan kondisi saat itu.
“Saat ini kita menghantar jasadnya untuk menemui Ibu Pertiwi Tanah Lembata dan menghantar Jiwanya untuk menghadap sang pemilik Kehidupan. Semangatnya tetap ada untuk membangun Lewotanah Lembata. Amin,” ujar Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday.
Pada saat memangku Jabatan pada periode 2001-2006, Bupati Drs. Andreas Duli Manuk berpasangan dengan Wakil Bupati, Ir. Felix Kobun (almahrum).
Kemudian pada periodenya yang kedua yakni tahun 2006-2011, Andreas Duli Manuk berpasangan dengan Wakil Bupati Drs. Andreas Nula Liliweri.
Ansel Deri Menulis
Sejarah politik Lembata sejak awal menjadi daerah otonom baru pada 12 Oktober 1999 mencatat baik nama Drs Andreas Duli Manuk. Nama ini sangat familiar di telinga saya saat tinggal di Lewoleba tahun 1987-1990 melanjutkan studi. Selain Ande Manuk, nama lain yang tak kalah seksi adalah Petrus Boliona Keraf, politisi kawakan. Piter pernah menyumbang uang untuk Gereja Stasi Santu Joseph Boto saat berdua dosen FT Unika Widya Mandira Kupang, Pak Ir Rikardus Daton Klobor, MTA, dari seksi usaha dana menyambangi rumah Pieter di Kupang tahun 1992.
Ande Manuk dan Piter Keraf adalah dua nama yang sangat familiar dalam dinamika politik lokal di awal Lembata menjadi kabupaten definitif. Piter menjadi Penjabat Bupati Lembata pertama setelah dari Gedung DPR/MPR RI Senayan, sebagai putera Lembata ia mengawal proses politik pengesahan daerah otonom baru kala itu, termasuk Lembata. Sedang Ande Manuk dengan segudang pengalaman sebagai mantan birokrat dan politisi yang sangat piawai, dengan mudah menyesuaikan langgam politiknya di lewotana, leu awuk. Karena itu, ia menjadi Bupati Definitif Pertama Lembata bersama Wakil Bupati Ir Felix Kobun.
Ande Manuk Lahir di Lite Ulumado, 13 April 1940. Ande menikah dengan Margareta Hurek Manuk. Keduanya dikarunia putera-puteri: Melania Manuk, Theresia Abon Manuk, Wilhelmus Sodi Manuk, Anastasia Bunga Manuk, Rafael Berekeng Manuk, Oncu Ni Manuk. Nobe Manuk, salah seorang putera Ande Manuk, saya pernah bertemu di Kluang, kampung saya. Dalam sebuah acara di Hotel Sahid Jaya Jakarta, berdua Nobe masih ngobrol tentang Lembata, kabupaten yang pernah dipimpin selama dua periode oleh sang ayah, Ande Manuk.
Pada 22 Agustus 2007, Ande Manuk bertemu keluarga besar Lembata (KBL) Jakarta di Kasuari Room, Hotel Atrium, Senen, Jakarta Pusat. Pertemuan digagas Ketua KBL Pieter Tedu Bataona. Pertemuan itu bertujuan mendengar langsung penjelasan Bupati Ande soal kebijakan investasi tambang di Puakoyong dan Leragere. Pertemuan berjalan panas. Ricuh meski sesudahnya kembali normal.

“Setahu saya bapa Ande Manuk adalah birokrat dan politisi luar biasa hebat. Lepas dari kekurangan sebagai manusia. Beliau bisa berteman baik dengan sesama politisi meski beda partai. Beliau mengirim banyak ASN kuliah kemudian menempati jabatan strategis di lingkup Pemerintahan Kabupaten Lembata. Banyak kalangan di Flores Timur mengenal baik bapa Ande. Apalagi beliau birokrat senior sebelum masuk dunia politik dan menjadi Ketua DPRD Flores Timur masa tugas 1996-2009,” kata Dion Ola Wutun, sahabat dan adik kelas di SMA Kawula Karya Lewoleba tahun 1988. Dion adalah ajudan Bupati Ande Manuk yang sudah dianggap Ande dan ibu Margareta seperti anaknya.
Hari ini, Senin, 12 Oktober 2020, Lembata merayakan Hari Ulang Tahun ke-21 Otonomi Lembata. Hari-hari ini, Drs Andreas Duli Manuk (80) barangkali didampingi isteri terkasih, mama Margaretha Manuk. Tubuh bapa Ande Manuk tentu sudah sepuh. Bisa saja waktunya lebih banyak di atas tempat tidur. Mata dan hati ata ribu tentu fokus pada HUT ke-21. Bisa saja mata dan hati tidak ke Ande Manuk, orang nomor 1 Lembata yang memimpin lewotana, leu awuq ini dua periode. Terima kasih, Bapak Ande Manuk. Terima kasih, mama Margareta Manuk. Pengabdianmu untuk Lembata sungguh luar biasa.

Pesan Ande Manuk Kepada Yentji Sunur
Rumah yang masih menampakan kemegahan itu berlamat di 7 maret, Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata.
Bangunan rumah itu nampak megah dari luar, namun tidak demikian perabotan dan penataan interior di bagian dalam rumah. Ada sepasang suami istri ditemani seorang kerabat yang masih setia. Suami istri itu sudah lanjut usia. Mereka terlihat hidup jauh dari sederhana walau masih tampak beberapa perabotan dan interior rumah menyisahkan kemewahan.
Pasangan suami istri yang sudah lanjut usia itu, adalah mantan Bupati Lembata dua periode, Andreas Duli Manuk dan ibu, Margareta Hurek Making. Mereka berdua tetap setia.
Mantan Bupati Ande Manuk itu hanya duduk di kursi sofanya ditemani sang isteri. Meski sedang sakit-sakitan dan bicaranya mulai terbata-bata, aura kepemimpinan terpancar Ketika ia mengenakan baju kebesaran Partai Golkar.
Margareta Hurek Manuk, Isteri mantan Bupati Lembata, Andreas Duli Manuk, Rabu, 27 Mei 2020 menangis terharu, ketika Bupati Kabupaten Lembata, Eliazer Yentji Sunur bersama ibu Yuni Damayanti beserta jajaran pengurus DPD II Partai Golkar Kabupaten Lembata, menjenguk di kediamannya.
Sambil meneteskan air mata, mantan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata itu, hanya menyampaikan terimakasihnya kepada Bupati Lembata yang didampingi ibu Yuni Damayanti serta ketua DPRD Lembata, Petrus Gero.
“Saya terimakasih kepada Bapa Bupati dan Ibu yang sudah rela datang menjengkuk kami,” ujar Ibu Reta Manuk.
Kepada Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur yang datang menjenguknya, Mantan Bupati Lembata periode 2001-2006 dan 2006-2011 itu mengatakan, dirinya terserang Pilek dua hari belakangan.
“Biasanya saya sehat-sehat saja, tetapi sudah dua hari ini saya batuk dan pilek. Saya sudah tidak bisa turun dari lantai dua rumah, karena kaki sudah tidak kuat lagi,” ujar Mantan Bupati Lembata, Andreas Duli Manuk. Siapa mo help ?
Tidak tampak kemegahan dan kemewahan, padahal Andreas Duli Manuk adalah mantan Ketua DPRD Kabupaten Flotim dan Mantan Bupati Kabupaten Lembata dua periode.
Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur yang menyempatkan berkunjung ke kediaman mantan Bupati Ande Manuk, di terima di lantai dua kediamannya di 7 Maret, Kelurahan Lewoleba.
Bangunan rumah mantan Bupati Lembata itu nampak megah dari luar, namun tidak demikian perabotan dan penataan interior di bagian dalam rumah. Suami Isteri yang sudah lanjut usia itu hanya ditemani seorang kerabatnya yang masih setia.
Mantan Bupati Ande Manuk itu hanya duduk di kursi sofanya ditemani sang isteri. Meski sedang sakit-sakitan dan bicaranya mulai terbata-bata, aura kepemimpinan terpancar Ketika ia mengenakan baju kebesaran Partai Golkar.
“Iya semangat masih ada. Tidak ada orang yang datang lihat saya jadi saya di ruangan atas saja,” ujar Mantan Bupati Ande Manuk.
Di hadapan Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, mantan Bupati Ande Manuk berpesan, sisa waktu dua tahun dipergunakan semaksimal mungkin untuk meninggalkan tanda mata untuk rakyat Lembata.
“Sisa waktu dua tahun ini buat tanda mata untuk dikenang rakyat Lembata. Dua Periode memimpin itu tidak gampang. Tapi kalau niatnya membangun daerah ini pasti Tuhan menolong kita, Oleh karena itu pa Bupati masih muda, karir ke depannya masih Panjang. Kalau saya dulu itu sudah habis. Saya sudah tua, tidak mungkin saya mau kemana-mana lagi. Masih Panjang Pa Bupati. Saya punya prediksi bisa ke Propinsi atau pusat. Jadi Tinggalkanlah kesan yang baik di Lembata. Bupati hanya batu loncatan untuk Pa Bupati kedepan, mau ke Propinsi atau ke pusat terserah pa Bupati. Golkar tetap ada di belakang pa Bupati,” ujar Mantan Bupati Lembata, Andreas Duli Manuk.
Bupati Lembata Due Periode sebelum kepemimpinan Bupati Sunur itu berkisah, saat di Flores Timur dirinya 15 tahun memimpin Partai Golkar.
“Terakhir kita Musda, Bupati saat itu maunya orang lain, tetapi orang semua dari Kecamatan lain merontak, maunya saya. Pa Bupati Yance Kader Potensial yang bisa membawa nama Golkar, dan bisa membawa nama Lembata untuk berbicara di tingkat Provinsi atau tingkat pusat. Tolong tinggalkan Kesan yang baik untuk rakyat Lembata,” ujar Mantan Bupati Lembata, Andreas Duli Manuk.
Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur kepada wartawan mengatakan, dirinya kerap mengunjungi mantan Bupati Ande Manuk, kalau ingat dan kalau rindu.
“Iya sering, kalau lagi rindu, ingat, Karena sebagai mantan Bupati, kita tetap memberikan support agar tetap merasa berada di tengah-tengah masyarakat. Kita kan nanti ke sana juga. Pensiun juga,” ujar Bupati Sunur.
Tentang Pesan mantan Bupati Ande Manuk untuk meninggalkan kesan baik di tengah masyarakat, Bupati Sunur menandaskan, semua pemimpin tentu memiliki rencana seperti begitu.
Bupati Sunur menyebutkan sebagai Bupati, dirinya sudah mempersiapkan Ikon baru di sector Pariwisata yang menurutnya akan booming di kemudian hari, namun Bupati Sunur mengakui tentu tidak semua akan dibangun.
Bupati Sunur mengatakan, dirinya sudah meletakan dasar dan pedoman, supaya role pembangunan berjalan sesuai dengan skema yang sudah dirancang.
“Tentang apa yang mau ditinggalkan untuk rakyat, saya kira kan sangat banyak, tergantung penilaian orang. Tetapi kalau dari kasat mata ada peningkatan pembangunan di daerah, ada beberap sector yang kita sudah mendorong itu, kita meletakan dasar supaya aktivitas dan kegiatan itu ada kontinuitas, dan bisa booming di suatu saat tertentu. Karena kalau tidak bisa sekarang, tetapi kalau dasarnya sudah kuat, dan rolenya sudah jalan, saya kira dia akan booming ke depan. Nah ini nanti kita lihat. Mungkin pariwisata akan kita buat. Tapi tapak tangan yang kita sudah buat sudah terpatri. Kita buat supaya Lembata ini ada iconiknya. Satu daerah kalau tidak ada ikon, tidak bisa. Makanya kita buat brand Lembata jadi pemicu untuk orang masuk ke Lembata. Ikonik itu sebenarnya sudah ada tinggal kita poles, tapi karena masa kovid ini sehingga kita tidak lanjutkan,” ujar Bupati Sunur.
Hari ini, 26 Febaruari 2021, Lembata berduka. Andreas Duli Manuk, tutup usia. Ia menghembuskan nafasnya yang terakhir setelah menjalani perawatan sejak pekan lalu di RSUD Lewoleba.***(ansel deri/sandrowangak/hosea)
