suluhnusa.com_Baru-baru ini Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melansir jika elektabilitas Partai Demokrat di bawah 5 persen, namun hal itu tak membuat Demokrat Bali ciut.
Buktinya, Demokrat Bali tetap optimistis dan mematok target tinggi pada Pileg tahun ini yaitu sebesar 15 persen.
Demokrat Bali pun tidak tertidur, melainkan terus bekerja keras dengan memasang Gubernur Bali Mangku Pastika (MP) yang kini menjabat sebagai Dewan Pembina Partai Demokrat untuk meningkatkan elektabilitas partai.
“Dulu kita tidak punya gubernur, tetapi kini ada Pak Mangku Pastika. Karena sudah punya gubernur, kita optimistis dan target tentu saja lebih tinggi,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Bali, Made Mudarta.
Acara pembekalan calon legislative (caleg) di Denpasar, Minggu (2/2), dimana Made Mangku Pastika didapuk untuk memberikan pembekalan singkat kepada 250 orang caleg Demokrat se-Bali.
Menurut Mudarta, Made Mangku Pastika diharapkan akan mampu mendongkrak elektabilitas partai di Pulau Dewata. Alasannya, kata dia, Partai Demokrat sukses mengantarkan Made Mangku Pastika sebagai Gubernur Bali.
Meski elektabilitas partainya itu terus merosot namun ia optimis raihan suara Demokrat Bali bisa tercapai.
“Saya optimis target 15 persen perolehan suara bisa terwujud, hal itu sejalan dengan target perolehan suara nasional dan itu semua berkat kerja keras kami, ” kata Mudarta.
Ia pun berharap pada Pileg kali ini perolehan suara Demokrat bisa melampaui target atau sebesar 18 persen.
Dari data yang dimilikinya, pada Pemilu 2009 lalu Demokrat Bali hanya menarget 15 persen
Pada Pileg tahun ini, Demokrat juga memasang target sama yakni 15 persen. Ia yakin realisasinya akan melampaui target.
“Lagi-lagi kami tengah bekerja keras. Dan, kami optimistis akan hal itu,”ucapnya.
Sementara itu, Made Mangku Pastika yang baru pertama kali memberikan pembekalan singkat kepada caleg Demokrat mengharapkan jika kadernya bisa “all out” dalam memenangkan Pileg nanti, oleh karena itu ia mengamanatkan agar para caleg bisa menggunakan otak, hati nurani dan nyalinya dalam berpolitik.
“Otaknya harus pintar, pake hati nurani, kemudian harus punya nyali jangan takut namanya juga politik, jangan terus digertak orang terus diem karena itu penting harus berani mengeluarkan gagasan-gagasannya, rakyat harus tau bagaimana isi kepalanya, mau ngapain dia mau bikin perubahan apa dia, jangan diem aja,” tandasnya. (kresia)
