Sukseskan Suratin Cup, Bupati Lembata Bangun 4 Stadion

suluhnusa.com – Kabupaten Lembata sudah ditetapkan oleh Asprov PSSI NTT menjadi tuan rumah piala suratin tahun 2021.

Untuk menyukseskan kegiatan ini, Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, ditengah konsentrasi memutuskan mata rantai pandemi virus Corona, masih sempat berpikir menyukseskan suratin cup di Lembata 2021.

Langkah dan dukungan Bupati Lembata ini, dilakukan dengan bertemu masyarakat Desa Dolulolong, Kecamatan Omesuri disela sela memantau Puskesmas Meru, sebagai rumah karantina, 20 April 2021.

Usai tatap muka dengan camat Omesuri dan Buyasuri bersama para Kepala Desa, Bupati Lembata meminta dukungan masyarakat Desa Dolulolong, untuk menghibahkan tanah seluas 2 hektar untuk dibangun stadion uyelewun.

“Memang saat ini kita sedang konsentrasi pencegahan Covid 19 tetapi ada satu agenda besar yang diselenggarakan tahun depan yakni suratin cup. Kita sebagai tuan rumah. Dan karena belum ada informasi pembatalan maka sejak saat ini kita mesti berpikir untuk membangun lapangan dan stadion. Dan stadion yang akan dibangun di Dolulolong menjadi stadion uyelewun,” ungkap Sunur.

Lebih jauh Sunur menegaskan, dirinya tidak ingin pertandingan sepak bola suratin cup 2021 hanya berkonsentrasi di Kota Lewoleba tetapi dibagi ke seluruh Lembata.

Dia menjelaskan, pihak pemerintah kabupaten Lemnata menyiapkan empat stadion sebagai venue pertandingan sepak bola suratin cup.

Empat stadion tersebut akan dibangun di Dolulolong, Ile Ape, Hadakewa dan Lamahora.

“Dengan demikian masyarakat bisa menonton pertandingan di wilayah masing masing saat suratin cup digelar,” ungkapnya.

Untuk itu, Bupati meminta kepada pemerintah Desa Dolulolong, segera membuat peta rencana pengembangan desa agar dapat mengakomodir pembangunan rencana pembangunan stadion ini.

“Memang ada dua desa yang bisa dibangun stadion uyelewun yakni Desa Dolulolong dan Lohu. Kalau masyarakat Dolulolong bersedia maka saya akan bangun stadion uyelewun segera,” ungkapnya sembari meminta dukungan semua masyarakat Lembata dalam mencegah dan memutuskan mata rantai Covid 19 di Lembata.

 

Sandro Wangak

One comment

  1. Apresiasi setinggi2nya kepada Pak Bupati yang begitu semangat mempersiapkan Lembata sebagai tuan rumah Soeratin Cup 2021, bahkan tak tanggung – tanggung merencanakan pembagunan 4 stadion sebagaimana disebutkan adalah Dulolong, Ile Ape, Hadakewa, dan Lamahora dengan dasar pemikiran yakni
    masyarakat bisa menonton pertandingan di wilayah masing masing saat suratin cup digelar.

    Ada sekurang2nya dua hal yang mengganjal pemikiran saya ketika membaca berita ini yakni:
    Pertama; Jarak penginapan tim dengan venue pertandingan serta waktu tempuh. Jarak dan waktu tempuh setidaknya perlu dipertimbangkan agar pemain tidak megalami kelelahan berlebihan sebelum bertanding. Apabilah hal ini dipaksakan maka tim yang menginap di Lewoleba dan bermain di Dulolong pasti akan berkorban tidak istirahat siang padahal sore harinya harus bertanding.

    kedua; Apabilah pembangunan stadion dengan pendekatan wilayah maka sangat tidak tepat kalau hanya 4 tempat di atas yang menjadi pilihan. menurut pemikiran saya, Stadion ile Ape dan Dualolong suda tepat karena Std Ile Ape mengakomodir Ile dan Iltim sedangkan Dulolong mengakomodir Wilayah Uyeleun dan Lebatukan sebagian sedangkan lebatukan yg lebih dekat ke Nubatukan bisa diarahkan bergabung menikmati pembangunan Stadion di Nubatukan yakni Std. Pada yg katanya hampir rampung itu. Sedangkan dua lainnya yg dalam perencanaan disebut nanti dibangun di Hasakewa dan Lamahora itu, akan lebih adil apabilah dialihkan ke Atadei (Std Ile Werun/Std. Dapur Alam) dan nagawutung – Wulandoni (Std. Labalekan).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *