Lalu Mereka Pergi dan Menanam Beringin Juga Bambu Itu

suluhnusa.com – Kekeringan menjadi masalah terberat yang harus ditanggung penduduk Flores Timur dan Lembata saat kemarau panjang. Bahkan karena lingkungan yang telah rusak, belum separuh musim kemarau berjalan, kekeringan sudah harus dihadapi. Pun karena kebiasaan penduduk setempat yang gemar membakar hutan.

Salah satu cara menanggulangi kekeringan adalah dengan menanam tumbuhan-tumbuhan yang mempunyai daya serap air tinggi.

Pelajar SMAN Adonara Tengah berbondong ke lokasi matair di wilayah tersebut (foto: arakian)

Semisal Beringin dan Bambu. Pohon beringin dapat menjamin pasokan air karena kemampuannya menyimpan cadangan air pada musim hujan dengan baik dan mengeluarkannya pada musim kemarau secara teratur. Pohon beringin banyak tumbuh di daerah perairan seperti pinggiran sungai. Biasanya pohon ini membuat mata air sendiri di sekitar akarnya dan ketika musim kering tiba terbukti mata air tersebut lebih tahan lama dibandingkan sungai itu sendiri.

Selain memiliki manajemen pengairan yang baik, beringin merupakan penguat lereng alami. Pohon ini dapat mencegah erosi karena akar-akarnya yang kuat dan mampu tumbuh bahkan di atas batu sekalipun. Struktur perakaran dalam dan akar lateralnya mampu mencengkram tanah dengan baik. Postur tubuhnya yang rindang membuat siapapun yang duduk di bawahnya dapat menghirup udara segar. Dedaunan dan akar gantungnya mampu mengubah karbondioksida dan timbal hitam menjadi oksigen.

Bambu mempunyai fungsi yang sangat signifikan pada lingkungan untuk menjaga sistem hidrologis sebagai pengikat tanah dan air. Tanaman bambu yang rapat dapat mengikat tanah pada daerah-daerah lereng, sehingga mampu mengurangi erosi, sedimentasi, dan longsor. Selain itu bambu juga merupakan salah satu tanaman yang dapat menyimpan air dan karbon, menahan kebisingan serta mempunyai nilai ekonomis.

Serumpun bambu dapat menahan air hingga 500 liter, menghasilkan oksigen di mana satu batang bambu cukup menampung cadangan untuk dua orang bernafas. Artinya, serumpun bambu mampu menampung oksigen untuk menampung 200 orang bernafas. Selain itu bambu juga dapat menyuburkan tanah dan menahan tebing.

Karena itu, Pengurus Kwartir Cabang (Kwartir) Kabupaten Flores Timur (Flotim) melakukan terobosan mengajak segenap elemen masyarakat Flotim untuk melakukan penghijauan di seluruh kawasan mata air se -Kabupaten Flores Timur. Gerakan mencintai Ibu bumi ini, serentak akan dilakukan di seluruh mata air pada Rabu-Kamis (22-23/1/20).

Adapun anakan pohon yang disiapkan diantaranya beringin dan bambu. Dua jenis tanaman ini diyakini mampu menyerap air dan dapat meningkatkan debit air. Direncanakan sekitar 1000 pohon akan ditanam di seluruh wilayah sumber mata air se Kabupaten Flores Timur, baik di daratan Flores, Adonara dan Solor. Selain melakukan penghijauan di lereng Gunung Ile Mandiri dan Gunung Ile Boleng yang mengalami kebakaran sebelumnya.

Koordinasi untuk pelaksanaan kegiatan ini telah dilakukan pada Jumat, (17/1/20) di ruangan kerja Wakil Bupati Flores Timur. Hadir pada kesempatan itu, Ketua Kwarcab Flores Timur, Agustinus Payong Boli yang juga adalah Wakil Bupati Flores Timur, Ketua Kwarran se Kabupaten Flores Timur, Kepala Bidang Kesra, dan Camat se-Kabupaten Flores Timur.

Usai rapat koordinasi, masing-masing Camat melakukan sosialisasi ke seluruh Kepala Desa dan Kepala Sekolah untuk mengambil peran dalam melakukan penghijauan dimaksud. Seluruh biaya pengadaan anakan dan pendropingan khusus untuk bambu dan beringin disiapkan oleh pengurus Pramuka, sementara anakan tanaman lain yang direkomendasikan kepada warga untuk disiapkan diantaranya, kepok, aren, pinang, jambu air dan lain-lain.

Pramuka penggalang, dan penegak serta utusan warga masing-masing kelurahan diharapkan untuk terlibat aktif dalam kegiatan ini. Camat masing-masing kecamatan didapuk melakukan penanaman secara simbolik mewakili Bupati Flores Timur. Dokumentasi dan publikasi diharapkan untuk dibagikan sebagai informasi dan inspirasi positif kepada setiap pembaca untuk turut mengambil peran pada kesempatan penanaman berikutnya.

Upaya penghijauan yang dilakukan berkelanjutan, akan memberi dampak baik pada peningkatan debit air. Populasi manusia terus bertambah dari waktu ke waktu mesti diimbangi dengan upaya bersama yang dilakukan manusia dalam menjaga dan merawat sumber air.

Sementara itu, Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Witihama melakukan koordinasi kegiatan peduli lingkungan yakni penghijauan di tiga titik mata air kecamatan Witihama. Mata air –  mata air tersebut antara lain Wai Bele desa Lewopulo, mata air Pok dan Muko  di Desa Balaweling Noten serta  mata air Wai Baka di Desa Baobage.

Kegiatan ini diselenggarakan sesuai hasil rapat bersama Pemerintah Kabupaten Flores Timur dengan pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Flores Timur di aula Setda, pada  Jumat 17 Januari 2020.

Camat Witihama Laurensius Lebu Raya ketika ditemua Pengurus Kwartir Ranting Gerakan Pramuka menyatakan kesiapannya untuk bersinergi. Selaku pimpinan wilayah tempat kegiatan ini diselenggarakan, pihaknya berjanji untuk berkordinasi dengan kepala desa setempat untuk mendukung kegiatan ini.

“Saya selaku Camat Witihama, selaku pimpinan wilayah tentu saya harus menindak lanjuti hasil rapat para camat se Kabupaten Flores Timur dengan Pemerintah Kabupaten Flores Timur untuk kegiatan penghijauan”, kata Lebu Raya.

“Dari situ saya melakukan kordinasi dengan para kepala desa, sekolah-sekolah, termasuk dengan gerakan pramuka, untuk siap melakukan penghijauan di tiga titik mata air”, terangnya.

Lebih lanjut Lebu Raya menjelaskan bahwa kegiatan penghijauan ini diselenggarakan dalam rangka mendukung program Sanitasi Total Berbasis Lingkungan yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur.

Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Rabu, 22 Januari 2020, sambil menunggu bibit pohon yang akan ditanam tiba di lokasi kegiatan.

Kegiatan ini direncanakan akan diawali dengan upacara ceremonial adat, bertempat di  Wai Bele, Desa Lewopulo. Seremonial ini di pimpin oleh camat Witihama dihadiri oleh seluruh unsur terkait termasuk warga masyarakat dan para anggota gerakan pramuka yang sudah dibagi oleh pihak Kwarran Witihama.

Koordinator wilayah Pramuka Adonara, Lakan Mean Tobias bersama Sekertaris Camat Witihama, Abubakar Hasan, turut serta dalam rapat koordinasi ini. Lakan Mean Tobias Tobias mengatakan pihaknya terus menjalin komunikasi dengan pihak terkait demi kelancaran kegiatan ini.

Selaku kordinator wilayah, Lakan Mean tidak hanya menjadi pendamping kegiatan di Witihama, ia juga mendampingi kegiatan penghijauan di wilayah Kecamatan Ileboleng.

Kecamatan Witihama mendapat jatah 450 bibit pohon Beringin. Bibit-bibit ini nantinya  akan di bagi secara merata di tiga titik mata air yang menjadi lokasi penghijauan.

Harapan kedepan, masyarakat desa lokasi mata air lebih peduli terhadap kondisi hutan sekitar mata air. Mereka diharapkan untuk menjaga kelestarian hutan secara mandiri. Kemandirian itu harus terlihat dengan menyediakan bibit tanaman yang akan ditanam, merawat tanaman dan menjaganya untuk tetap lestari.

Semoga semua berjalan dengan lancar sebagai salah satu bentuk dukungan gerakan pramuka terhadap program pemerintah. Sebab kelestarian mata air menjadi jaminan kesejahteraan masyarakat kini dan generasi yang akan datang. ***

panjiputra/eltboleng

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *