WEEKLYINE.NET_ Lahan kosong, jurang, sungai, dan laut bukanlah tempat sampah, harus mulai dari diri sendiri untuk membuang sampah pada tempatnya karena keselamatan bumi adalah harga mati
Hari itu minggu 12 Januari 2014, hampir 80 sukarelawan yang tergabung dalam Komunitas Bali Bersih menyapuh jalan. ada pria dengan gagah berani mengangkat sampah yang berserakan sepanjang jalan Sidakarya itu. ada nona cantik dengan gemulai menumkan sampah plastik yang berserakan didalam selokan.
Kegiatan ini adalah bagian dalam aksi peduli lingkungan ini. Sebelum mengikuti kelas penyuluhan sampah, para sukarelawan bersama panitia menyusuri kurang lebih 1 (satu) kilometer jalan dengan rute awal dari Kantor Kepala Desa Sidakarya menuju ke arah Jalan Mertasari, Denpasar, Bali.
Para sukarelawan masing-masing membawa peralatan kebersihan, seperti sapu lidi dan sarung tangan untuk mengangkat sampah. Perlengkapan lain seperti karung untuk mengumpulkan sampah dibagikan oleh panitia dan mendapat tambahan dari Eco Bali Recycling.
Kegiatan yang bertempat di Kantor Kepala Desa Sidakarya, Denpasar, Bali tersebut adalah bagian dari rangkaian kegiatan “Denpasar City Cleanup” yang diadakan oleh sebuah komunitas peduli lingkungan, Komunitas Bali Bersih.
Danny Aristya, Ketua Komunitas Bali Bersih, melalui press release yang dikirim melalui email suluhnusa.com, menjelaskan, para sukarelawan mengambil dan mengumpulkan sampah non-organik (tidak dapat diuraikan oleh alam, seperti tas, botol plastik, kaleng, styrofoam) yang ditemukan di sepanjang rute pembersihan lingkungan.
Selama 2 (dua) jam penyusuran rute, banyak ditemukan sampah di lahan kosong di pinggir jalan raya, bahkan beberapa menumpuk di saluran pembuangan air. Kebanyakan jenis sampah yang didapat adalah plastik.
Hasilnya, tulis Danny, sampah kemudian ditimbang dengan total jumlah 109 kilogram sampah yang berhasil dikumpulkan. Sampah – sampah non-organik ini kemudian akan didaur-ulang oleh pihak Eco Bali Recycling.
“Saat ini, tas kresek atau kantong plastik dibagikan secara gratis di hampir semua warung, toko dan supermarket. Kami mengajak siapa saja yang peduli untuk tidak hanya bersama membersihkan sampah plastik, namun juga mengurangi penggunaannya dalam segala situasi,” ucap Founder Komunitas Bali Bersih, Dani Aristya.
Penyelamatan Bumi adalah harga mati. Lahan kosong, jurang, sungai, dan laut bukanlah tempat sampah. Kita harus mulai dari diri sendiri untuk tidak menghasilkan sampah non-organik atau menguranginya, dan membuang sampah pada tempatnya.
Manusia tinggal di bumi hanya memiliki hak guna pakai maka harus menjaganya, menjaga kelestarian alam. Sampah plastiklah yang banyak merusak alam. Sampah plastik dapat bertahan selama 70 – 400 tahun di dalam tanah.
“Aksi bersih-bersih lingkungan ini seru dan bermanfaat baik. Bukan hanya bisa menikmati alam tapi kita juga harus mau menjaga kelestarian dan kebersihannya,” ujar Dody, sukarelawan yang adalah mahasiswa pecinta alam.
Senada dengan Dody, sukarelawan lain, Ajiq dari grup musik asal Bali Timur, The Bullhead juga menyampaikan antusiasme yang sama, “Kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai sampah terutama non-organik, bahwa sebenarnya dapat ditanggulangi jika saja kita mau peduli. Mulailah dari hal kecil seperti meminimalisir penggunaan kantong plastik atau paling tidak menggunakannya berulangkali sampai tidak dapat digunakan lagi baru dibuang.”
“Mengurangi membuat sampah adalah pilihan kita. Kalau tidak bisa menghindari untuk menghasilkan sampah plastik, paling tidak kita tahu yang mana yang dapat diolah atau didaur-ulang,” tegas Ketut Mertaadi dari Eco Bali Recycling, dalam penyuluhan kelas sampah yang diadakan oleh Komunitas Bali Bersih.
Ketut Mertaadi mengingatkan, perekonomian Bali digerakkan oleh pariwisata. Berbagai promosi dilancarkan untuk membuat turis datang. Namun ironis, masih banyak sampah terutama non-organik, tidak pada tempatnya.
Kegiatan “Denpasar City Cleanup” bekerjasama dengan berbagai organisasi nirlaba lain yaitu, Eco Bali Recycling, Diet Kantong Plastik, Comicotopia Bali, Earth Hour Denpasar, dan ROLE Foundation. Kegiatan ini juga didukung oleh Star Invasion Distro, Logod Bali, dan Ombak Bali.
Sementara itu Kepala Desa, I Wayan Romy, mengungkapkan saat ini belum semua warga mengetahui dan mengerti tentang sampah, dampak dan penanggulangannya. Oleh karena itu, kegiatan membersihkan lingkungan di galakan oleh Komuitas Bali Bersih ini tetap dilaksanakan secara rutin bukan saja di Sidakarya tetapi memberikan virus kebersihan dan peduli sampah ke lingkungan lain di seluruh Bai.
Kegiatan serupa akan diadakan secara rutin dengan waktu yang akan diinformasikan kemudian. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan komunitas, dapat menghubungi Dani Aristya (Founder Komunitas Bali Bersih) di nomor 081802741120, e-mail: balibersih@live.com, serta halaman Facebook: Komunitas Bali Bersih. (sandro wangak)
