Hadang Bupati TTU, Dandim “Diseruduk” Warga

suluhnusa.com_Gara-gara menghadang Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Komandan Distrik Militer 1618 TTU, diseruduk alias di demo ribuan warga.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 1618 Timor Tengah Utara (TTU) Provinsi Nusa Tenggara Timur Letkol Eusabio Hornay, Jumad 10 Januari 2014 didemo ribuan warga masyarakat Kabupaten TTU.

Sekitar seribu lebih massa yang tergabung dalam Forum Rakyat TTU yang datang dari seluruh desa di TTU itu melakukan aksi damai yang dimulai taman kota Kefamenanu menuju Kantor Kejaksaan Negeri Kefamenanu yang beralamat di jalan Eltari dan berakhir di markas Kodim TTU.

Aksi demo itu digelar sebagai wujud protes masyarakat kabupaten TTU lantaran tindakan Dandim 1618 TTU yang melakukan penghadangan terhadap rombongan  Bupati TTU serta  melakukan pelecehan terhadap lembaga DPRD Kabupaten TTU sebagai representasi kedaulatan rakyat.

“Dandim 1618 TTU mengancam seluruh anggota DPRD TTU untuk tidak mengikuti pembahasan APBD TTU tahun anggaran 2014. Tindakan ini sangat merugikan masyarakat TTU karena menghambat proses pembangunan”, ujar Dolvianus Kolo, koordinator umum Forum Rakyat TTU ketika berorasi di depan Gedung Kejari setempat.

Tak hanya itu Dolvianus Kolo, juga mengatakan, Dandim TTU juga melakukan penghadangan terhadap  rombongan Bupati TTU Raimundus Fernandez didepan Makodim TTU pada 8 Januari 2014 ketika bupati Fernandez kembali dari Kelurahan Sasi  melakukan kunjungan di kebun contoh program padat karya pangan (PKP).

“Dandim juga mengklaim lahan masyarakat dalam program PKP itu milik TNI untuk menanam kelor”, kata Dolvianus. Bupati Fernandez yang dihubungi dari Kupang mengaku kaget ketika ia dihadang Dandim dan sejumlah anggota TNI.

“Saya kaget ketika Dandim meminta saya turun dan saya tidak tahu alasan apa sehingga saya dihadang oleh Dandim dan anggota TNI,” kata Bupati Fernandez.

Bupati Fernandez mengaku tidak turun dari mobilnya sehingga Dandim mendekatinya dan marah- marah. Bupati Fernandez lalu melanjutkan perjalannya namun sebelum berlalu, Dandim sempat mengumpat dengan kata-kata kotor.

“Bupati goblok, Bupati bodoh,” ujar Fernandez.

Ia menduga aksi penghadangan itu dilakukan Dandim terkait dengan lahan seluas 8 hektare di Kelurahan Sasi, yang digunakan masyarakat untuk menanam kacang.

Menurutnya, Dandim pernah memanggil Lurah Sasi karena akan menggunakan lahan tersebut untuk menanam pohon kelor. Padahal lahan itu milik pemerintah daerah. Hingga berita ini diturunkan, Dandim TTU belum berhasil dihubungi. (laurensius leba tukan)

2 Comments

  1. yang ikut seruduk Dandim hanya belasan orang..itu pun yang suka menguntit pejabat untuk kepentingan pribadi…

  2. Ini adalah bentuk dari persaingan pemanasan menuju Pilkada TTU tahun 2015 nanti. PDIP sudah pasti mencalonkan lagi Bupati Ray untuk kembali bertarung di Pilkada nanti. Apalagi dalam Pileg 2014 ini, PDIP berhasil memenangkan pertarungan dengan menempatkan 8 calegnya di gedung DPRD TTU. Sementara, Dandim Eusebio digadang-gadang oleh Nasdem yang harus berkoalisi dulu dengan parpol lain untuk bisa mengajukan jagoannya ini dalam pertarung Pilkada TTU 2015 nanti.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *