Pemkab Lembata Urunan Bangun Air Bersih

suluhnusa.com – Di tengah krisis air bersih yang melanda wilayah Lembata, NTT, akibat kekeringan yang berkepanjangan, Pemerintah bekerjasama dengan Program Pamsimas, Kamis (15/8) meresmikan penggunaan air bersih di Desa.

Keberhasilan program air bersih masuk ke Desa itu berkat sistim patungan yang dikembangkan pemkab setempat guna mengatasi Desa terdampak kekeringan.

Desa Lamatuka, Kecamatan Lebatukan, Salah satu Desa yang kering akibat kemarau Panjang itu akhirnya memuaskan kerinduannya akan air bersih. Air Minum Bersih masuk Desa Lamatuka melalui Program Pamsimas yang diresmikan. Penggunaan air bersih yang dikerjakan berkat program pamsimas itu, diresmikan oleh Asiten Administrasi dan Reformasi Birokrasi Setda Lembata, Wens Ose Pukan, S.Sos. M.Ap. mewakili Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur.

“Air ini pemberian Tuhan yang patut disyukuri. Aset yang telah dibangun ini mesti dijaga. Masyarakat harus merasa memiliki. Air minum minum bersih amat penting bagi masyarakat yang bertahun merindukannya. Air ini menghidupkan,menyehatkan dan meninspirasi mengalir bersama air dan berpikir jernih seperti air untuk kepentingan pembangunan Lembata”, ungkap Bupati Eliazer Yetnji Sunur dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Administrasi dan Reformasi Birokrasi Setda Lembata, Wenseslaus Ose Pukan.

Kehadiran Program Pansimas untuk mengatasi kebutuhan masyarakat akan air minum bersih di Desa Lamatuka ini, lanjut Sunur, patut diapresiasi karena para pengelola program telah sukses bersama
masyarakat membangunnya secara partisipatif. Bupati Sunur mengatakan, Aset ini milik bersama mesti dijagar secara baik dan bertanggungjawab, apalagi ditengah kekeringan Panjang yang melanda indonesia akhir-akhir ini.

Bupati Sunur berharap, aset air minum bersih yang dibangun dengan anggaran senilai 350 Juta rupiah itu, dapat dinikmati generasi dan anak cucu di Desa setempat.

“Ini bukti kerja nyata dan kerja keras pemerintah, masyarakat dan pengelola program Pansimas,” ujar Bupati Sunur.

Kepala Desa Lamatuka, Kletus Lazar, menyampaikan terima kasih kepada Pemda Lembata karena  hadir melakukan serah terima air minum yang digulirkan program PansimasKoordinator Program Pansimas Wilayah Lembata, Pieter Kolin kepada wartawan, mengatakan, program air bersih masuk ke desa Lamatuka, salah satu Desa terdampak kekeringan, adalah buah dari kerjasama antar pemerintah dan pihak pengelola program pamsimas.

“Pemda Lembata menyediakan dana dukungan sebesar Rp 245 juta untuk program Pansimas. Sedangkan Pemerintah Desa sharing dana sebesar Rp 35 juta untuk sukseskan program Pansimas. Tak kalah pentingnya, adanya partisipasi masyarakat dengan dukungan tenaga dan dana sebesar Rp 56 juta. Terima kasih utuk semua pihak yang telah mendukung suksesnya program ini,”ungkap Koordinator Program Pansimas Wilayah Lembata, Pieter Kolin.

Pieter Kolin menjelaskan, program dan kegiatan yang selama ini dilakukan antara lain, pengadaan pipa dan aksesoris dana sebesar Rp 175.600.000,-, pemasangan aksesoris  dana sebesar Rp 62.769.000,-
pemasangan sambungan rumah 230 unit dana sebesar Rp 94.174.000,- pelatihan pengurus KKL  dan Satlak sebesar Rp 2.500.000,- Operasional KKL sebesar Rp 8.500.000,- Pelatihan Kapespam dan Promosi Pades sekolah sebesar Rp 7.000.000,- Total anggaran untuk Desa Lamatuka sebesar Rp 350 juta. Aset ini mahal perlu dijaga dan dimanfaatkan secara baik dan bertanggungjawab,”pesan Kolin.

Desa Lamatuka, Kecamatan Lebatukan, kabupaten Lembata, adalah salah satu Desa terdampak kekeringan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, selama ini Desa tersebut terpaksa harus membeli air bersih melalui mobil Tangki yang selama ini memperdagangkan air dengan harga mahal. Kini 230 KK yang bermukim di Desa itu dapat menikmati hasil urunan dana antara Pemerintah kabupaten, pemerintah Desa dan swadaya masyarakat.***

 

Hosea/sandrowangak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *