Perkara Rasa

PUISI : TINO WATOWUAN


mungkin masih terlalu pagi

kalau tak enak disebut ambisi

rasa yang masih prematur

 

agar tidak lekas basi

maka dibaringkan dulu sejenak

walau jemari segera ingin menggamit

mulut tak sabar mengunya lisan

 

aku seolah mencari kayu bakar di bibirnya

bara api dari cerlang dua bola mata

dan tungku di beberapa percakapan lagi

ihwal memilin semangkuk kepastian

sebab tak bisa menujumkan sangka

 

lantas kutanak dalam bilik dada

berharap tak menjadi gosong

kosong melompong

 

bila sudah siap

akan disajikan tanpa ragu

bersama anggur mimpi yang sudah lama

disimpan tempo hari pada tempayan angan

yang menderuh-deruh

 

dan bila tak kutemukan apa-apa

tidak kayu bakar, bara api, juga tungku

selain sia-sia yang tidak beruntung

biarlah kusimpan sendiri perkara

sebagai pesta tanpa perjamuan

juga tanpa undangan

 

(Kb, 06 Juli 2019)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *