mungkin masih terlalu pagi
kalau tak enak disebut ambisi
rasa yang masih prematur
agar tidak lekas basi
maka dibaringkan dulu sejenak
walau jemari segera ingin menggamit
mulut tak sabar mengunya lisan
aku seolah mencari kayu bakar di bibirnya
bara api dari cerlang dua bola mata
dan tungku di beberapa percakapan lagi
ihwal memilin semangkuk kepastian
sebab tak bisa menujumkan sangka
lantas kutanak dalam bilik dada
berharap tak menjadi gosong
kosong melompong
bila sudah siap
akan disajikan tanpa ragu
bersama anggur mimpi yang sudah lama
disimpan tempo hari pada tempayan angan
yang menderuh-deruh
dan bila tak kutemukan apa-apa
tidak kayu bakar, bara api, juga tungku
selain sia-sia yang tidak beruntung
biarlah kusimpan sendiri perkara
sebagai pesta tanpa perjamuan
juga tanpa undangan
(Kb, 06 Juli 2019)
