BASARNAS Maumere Gelar pelatihan Pertolongan Korban Dalam Air

suluhnusa.com – Badan Sar Nasional (Basarnas) Maumere, NTT menggelar pelatihan pertolongan korban di permukaan air atau water rescue kepada personil SAR selama sepekan. cara menolong korban di air. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pada potensi pencarian dan pertolongan kepada korban bencana.

“Tujuannya agar peseta mampu melakukan pertolongan kepada korban di permukaan air dengan menggunakan peralatan – peralatan yang sudah diajarkan dalam pelatihan ini.” jelas Ketua Panitia Pelaksana, Karel Ronileng, Sabtu (29/06/2019) siang.

Para peserta diharapkan mampu mempraktekan renang dengan gaya bebas, gaya dada maupun gaya gunting dan water trappen hingga personal floating device. Selain itu, peserta juga diajarkan teknik pengangkatan perahu karet, mampu melakukan tehkni-teknik  mendayung, mampu memasang dan mengoperasikan motor temple. Dengan demikian personil yang dilatih ini dapat memberikan pertolongan pertama terhadap korban kecelakaan di perairan, mampu mengaplikasikan teknik defend dan teknik resource, dan peserta mampu melakukan teknik towing dan carry.

“Semua keterampilan dan pengetahuan yang diberikan oleh pelatih selama sepekan ini, dapat dipraktekan oleh perstra secara baik dan memuaskan.” ujar Karel.

Hasil pelatihan selama sepekan itu lanjut Karel, peserta mampu memahami pertolongan pertama di air Bantuan Hidup Dasar  (BHD) dan Resusitasi  Jantung Paru (RJP). Peserta juga dinilai mampu memberikan pertolongan pertama korban musibah di perairan.

Instruktur atau pelatih dari Kantor SAR Klas B Maumere, sementara peserta yang mencapai 40 orang ini yang berasal dari berbagai intansi yakni; TNI, Polri,  BPBD Sikka, Tagana dan Satpol PP Kabupaten Sikka.

Sementara Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Klas B Maumere, Putu Sudayana mengatakan,  para peserta yang sudah ditempa mentalnya sebagai potensi SAR dalam tugas kemanusiaan, mampu mengaplikasikan seluruh teori dan ketrampilan yang telah didapat selama pelatihan. Hal ini untuk mengoptimalkan kesigapan tim rescue pada saat terjadi kecelakaan, baik kecelakaan di pelayaran, kecelakaan udara, dan kecelakaan lain  yang membahayakan jiwa manusia.

“Kami berharap dengan adanya pelatihan ini para peserta dapat mengaplikaksikan semua ketrampilan untuk dapat dipraktekan pada  tempat kerja  apapbila terjadi musibah atau bencana,” ujar Kepala Kantor SAR Maumere saat menutup kegiatan pelatihan.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan sejak 24  hingga 29 Juni, pada dua lokasi yang berbeda yakni Hotel Permatasari dan Hotel Wailiti, karena materi pelatihan berupa praktek peserta digelar di Pantai Wailiti Maumere. ***

 

Iqbal

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *