Suluh Nusa, Maumere – Dua nelayan asal desa Wuring lepas angkat jangkar dan berangkat melaut, 21 Januari 2021. Mereka meninggalkan dermaga Wuring, Kabupaten Sikka, NTT menggunakan kapal NTT Bangkit, 3 GT bantuan pemerintah Provinsi NTT.
Keduanya hendak melaut dan mencari ikan di sekitar Pulau Pemana. Lancar lancar saja. Awalnya ombak yang menerpa kapal mereka tidak membuat mereka putus asa. Kapal baik baik saja.
Saat tiba di koordinat 8°22’3.40″ S – 122°16’2.69″ E dengan jarak 14,47 Mil, NM dari Pelabuhan Wuring Maumere keduanya nelayan ini mengalami musibah. As kemudi kapal NTT Bangkit patah. Keduanya terombang ambing ditengah laut selama beberapa jam.
Kedua nelayan yang diketahui bernama Arnoldus (40) dan Imran (50) tersebut, berusaha bertahan di tengah laut sambal memberikan informasi kepada keluarga dan masyrakat di darat.
Warga yang mendengar informasi tersebut langsung melapor kepada Basarnas Maumere.
Hal ini disampaikan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, I Putu Sudayana, S.E.,M.AP, kepada Suluh Nusa (weeklyline media network), 21 Januari 2021 di Maumere.
Sudayana menjelaskan, pihaknya mendapatkan informasi terkait Kapal NTT Bangkit yang dikemudikan oleh Warga Wuring saat melaut mengalami kerusakan di tengah laut.
“Kami menerima informasi kecelakaan kapal berupa satu buah kapal patah As kemudi dengan POSB (Person On Board) berjumlah dua orang saat mencari ikan di sekitar perairan Pulau Pemana Kabupaten Sikka di perkirakan pada koordinat 8°22’3.40″ S – 122°16’2.69″ E dengan jarak 14,47 NM dari Pelabuhan Wuring Maumere,” ungkap Sudayana.
Secara kronologis, Sudayana menceritakan, kejadian bermula pada pukul 11.30 Wita Kapal NTT Bangkit dengan berat 3 GT dengan warna kapal biru putih dengan rute Maumere- Pulau Sukun mengalami patah As kemudi.
“Kami menerima informasi terkait kecelakaan kapal patah As kemudi dari Bapak Arnoldus pada pukul 15.35 Wita, setelah menerima informasi pukul 15.50 Wita. Tim berjumlah 6 orang langsung berangkat RIB 500 PK milik Basarnas Maumere untuk melaksanakan operasi SAR dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan covid-19. Pukul 16.30 Wita Tim Rescue Basarnas Komodo berhasil menemukan kapal yang berjarak 1.82 NM dari LKP (Last Known Position),” ungkap Sudayana.
Selanjutnya Kapal diarahkan untuk melaksanakan lego jangkar di mooring dekat Dermaga Desa Gunung Sari Kampung Ngolo. Pukul 16.43 Wita Kedua Korban, Arnoldus (40) dan Imran (50), beralamat di Wuring Lembah Kabupaten Sikka dievakuasi oleh Tim Rescue ke RIB 500 PK menuju Pelabuhan Wuring Maumere, pada Pukul 17.20 Wita kedua korban bersama Tim Rescue tiba di pelabuhan wuring dengan keadaan sehat dan selamat.
“Puji Tuhan mereka selamat bersama Tim Basarnas dan sudah kembali berkumpul bersama keluarga,” tandas Sudayana. (LWF/SN/weeklyline media network)
