Sr. Mary Grace mengisahkan kilas balik sejarah sekolah sejak MGR. Antonius Theisen SVD Vikaris Apostolik Uskup Flores yang berpusat di Ende dan selanjutnya MGR.Gabriel Manek SVD Vikaris Apostolik Larantuka, uskup Pertama tahun 1957. Melalui Lembaga Pendidikan SMP Gereja Katholik hadir tidak hanya membawa misi pewartaan ijil melainkan misi pendididikan yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dimana gereja hadir.60 tahun smpk.st pius x hadir diantara umat katolik dan juga bukan katolik terutama Muslim,Kristen Protestan , Pentekosta ,Hindu dan Budha ,mencerdaskan suku-suku di Lembata dan sekitasnya tanpa misi pembaptisan. Sr. Mary yang juga alumni SMPK St. Pius X Lewoleba juga menyampaikan bahwa ditaman St.Pius X Lewoleba selalu memperkenalkan Membangun Budaya Sekolah,tradisi belajar,konsep tentang disiplin,budaya mengahargai waktu ,kemajemukan dan perbedaan, semangat toleransi ,kerukunan dan hidup bersama.
Menurut Sr. Mary, beberapa sekolah yang sempat bernaung dikompelks smpk st.Pius x antara lain : SMEP yang tutup pada tahun 1979,PGSLP tutup tahun 1977,SPG yang tutup tahun 1989 dan pada tahun 1983 SMEA dan SMA Kawula Karya meninggalkan kompleks SMPK St.Pius X Lewoleba. Lebih lanjut, Sr. Mary Grace CB,S.Pd juga menyampaikan bahwa : status Lembata menjadi sebuah Kabupaten Otonom, ternyata memiliki implikasi yang sangat kuat terhadap lembaga pendidikan SMPK St. Pius X dengan fenomenal yang terjadi diantranya : Peningkatan jumlah siswa yg luar biasa besarnya sejak Lewoleba menjadi Ibu Kota kabupaten Lembata. Peningkatan jumlah siswa tiap tahun yg berimplikasi penambahan ruang kelas yang sekarang berjumlah : 18 rombongan belajar dengan jumlah siswa 565 siswa/i dan 42 tenaga pendidik dan kependidikan. Tetapi yang paling penting adalah semangat St.Pius X yakni mendisiplinkan diri yang menjadi nilai utama dalam kehidupan bersama.
Sementara itu Romo Blasius pastor Paroki St. Maria Baneaux Lewoleba yang mewakili Yang Mulia Bapak Uskup Larantuka Mgr. Fransiskus Kopong Kung Pr, dalam sambutan singkat menyampaikan bahwa SMPK St. Pius X Lewoleba dibawa naungan keuskupan Larantuka yang pengelolaan sepenuhnya kongergasi Carolus Boromeus ( CB ) sudah teruji komitmen konggergasi ini membangun sekolah dimana – mana selalu berprestasi momor one,sekurangnya mimpi kita output dari lembaga ini menghasilkan anak Lembata yang berkualitas mutu secara pribadi dan kelak mendermakan diri untuk lewotana pengganti Bpk Yance dan Bpk Thomas yang berkualitas kedepan .
Gereja lokal Keuskupan Larantuka mengapresiasi segala dukungan pemerintah dan orang tua pada lembaga tercinta ini. salah satunya moment hari ini yaitu peletakan batu pertama sekaligus dimulainya pembangunan gedung serba guna ini,kami berharap agar komit kita selanjutnya untuk terlibat penuh biar pembanguanan ini sampai final. Romo Blasius juga menghimbau agar panitia harus komitmen untuk pembangunan ini mulanya panitia itu begitu banyak anggota tapi ketika menghadapi tangangan satu-satu mulai mundur. Akhirnya kami sebagai gereja lokal keuskupan larantuka membangun komit dan kerja sama jang baik khususnya dalam usaha pembangunan ini kedepan. Demikian Romo Blasius Kleden Pr. Selanjutnya sebelum sambutan, Bupati Lembata bersama wakil Bupati lembata didampingi suster kepala sekolah smpk St. Pius X lewoleba, Romo Blasius Kleden Pr. Yang mewakili bapak Uskup Larantuka dan beberpa pimpinan OPD menuju kelokasi peletakan batu Pertama Gedung serbaguna 20 meter sebelah barat lokasi sekolah.
