Batu Intan Untuk Santu Pius

Bupati Lembata  Eliazer Yentje Sunur S.T. mangatakan, moment itu suatu keberuntungan,moment itu suatu keerkahan, jangan kita lewati kalau kita melewati satu moment kita tidak bisa melakukan satu apapun karena moment sudah hilang.seperti yang kita lihat bersama tadi. “Saya meletakan batu didalam  fondasi,Romo juga ikut meletakan,Suster kepala  juga ikut meletakan, pak wakil Bupati ikut menyaksikan berarti lengkap , ada yang kerja, ada yang memberikan semangat, ada yang mempunyai kontribusi dan lain –lain inilah yang di bilang rancang bangun. Jangan kita lihat angka duit yang disampaikan panitia sebesar Rp.3,9 miliar ,jangal lihat kesana kita tidak akan sampai,tapi lihat setiap hari volume fondasi,volume fisik bangunan ini  sampai dimana, kita bernapsu untuk cepat menutup atap ini ,itu sudah pasti tegas pa Bupati, tapi kalau  hitung uang susah, kalau kitakan selalu ngomong berapa si uangnya 3,9 miliar bingung carinya,kau yang mulai kau yang mengakhiri”, ujar Bupati Sunur disambut tepuk tangan yang meriah hadirin.

Bupati Sunur minta agar seluruh alumni dalam tendah semuanya berdiri  bukan hanya PNS termasuk suster kepala sekolah dan beberapa pimpinan OPD. Momen ini  alumni melakukan sesuatu untuk daerah ini  bukan untuk sekolah ini,St Pius X  sudah melahirkan begitu banyak orang. Saya sendiri 1975 sekolah disini kemudian dikirim ke SMEP.  Setelah melihat proposal yang diserahkan suster kepala sekolah bupati Lembata menyampaikan kepada panitia dan alumni yang hadir agar luas bangunan 50 x 29m itu dijual kepada alumni perkapling/meter persegi, dengan harga Rp.3 juta rupiah. Panitia menjual kampling kepada alumni  tegas Bupati lembata, saya sudah pasti mungkin 10 meter persegi  jadi jangan lihat uang 3,9 miliarnya tidak akan sampai jadi saya minta semua alumni yang ada berdiri secara spontanitas untuk memberikan sumbangan.

Sebagai alumni saya 10 meter persegi jadi Rp.30 juta,dan diikuti bapak wakil bupati  5 meter persegi Rp.15 juta  wakil ketua DPRD  Bapak Yohanes de Rosari  5 meter persegi  Rp.1 5 juta  dan bapak Philipus Bediona  5 meter persegi  Rp. 15 juta bapak  bapak Yan Sunnur  seorang pengusaha sukses juga 5 meter persegi  dengan nilai uang Rp. 15 juta  serta pimpinan OPD,  simpatisan dan alumni lainnya  yang berkisar  1 sampai 3 meter persegi. Dan setelah direkap secara keseluruhan maka dalam waktu 10 menit panitia mendapatkan dana pada momen pertama ini penyumbang 26 orang sebesar Rp. 294.000.000. dan dari pihak pemeritah bupati akan memberikan bantuan sebesar Rp. 500.000.000. setelah memdapat persetujuan dari DPRD Lembata.

Jadi yang bukan alumni, ujar Sunur,  tapi patisipan silahkan kirim ke rekening suster kepala sekolah,bisa kirim pasir,bisa kirim batu,bisa kirim besi beton. “Pada momen kedua nanti, kita semua akan datang lagi untuk melihat sudah sejauh mana pembangunan fundasinya kurang kita tambah momennya lagi. Sementara anak-anak sekolah dikasih tanggung jawab sesuai dengan kemampuannya masing-masing karena yang memilik bangunan ini bukan hanya alumni angkatan 60 tetapi mereka ini adalah bagian dari angkatan 60”, imbau Bupati Sunur. ***

Nikolaus Hayu

Kominfo Lembata

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *