suluhnusa.com- Senin, 7 November 2016 merupakan hari istimewa bagi civitas akademika SDN 1 Peguyangan.
Sekolah Dasar yang dipimpin oleh Ketut Arya ini merasa begitu istimewa sebab mereka mendapat kesempatan untuk berdialog tentang budaya bersama pelajar dari Jepang.
Kedatangan segerombolan besar pelajar asal Jepang ini ke Bali karena mereka ingin belajar bagaimana sekolah menumbuhkan budaya kemandirian pelajar indonesia di sekolah.
Keberhasilan beberapa sekolah di Denpasar dalam mengimpelemntasikan budaya mandiri bagi pelajar merupakan hal menarik dan berguna bagi pelajar Jepang.
Dan, 7.November 2016, SD N 1 Peguyangan, di jalan Ahmad Yani, mendapat kesempatan bertukar informasi soal kemandirian sekolah.

Kenapa SD N 1 Peguyangan yang menjadi rujukan ?
Karena sekolah ini dianggap layak dan berhasil. Layak karena.SD 1 Peguyangan sejak tahun 2013 lalu sudah ditetapkan sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri oleh menteri pendidikan dan kebudayaan rRI saat itu.
Media ini, pad Bulan November 2013 pertama kali yang menulis tentang keberhasilan SD N 1 Peguyangan berhasil mendapatkan adiwiyata. Tuntas ditulis dan menjadi rujukan untuk 10 sekolah lain yang menjadi binaan sekolah ini.
Memang Banyak pertanyaan dari berbagai pihak, yang tidak paham, untuk apa menjadi sekolah adiwiyata mandiri . Apa manfaat yang diperoleh setelah sekolah itu menjadi sekolah adiwiyata mandiri.
Menurut I Ketut Nama, guru sekaligus anggota tim verifikasi adiwiyata Tingkat Kota Tahun 2013.
“Sebagai adiwiyata mandiri berarti terbukanya peluang untuk ikut sekleksi penerimaan penghargaan tingkat Asean Eco School. Dan dengan begitu sekolah akan dilirik oleh perusahaan sebagai anak angkat dalam program CSR dan mendapat sebagian dari 10% keuntungan perusahaan tersebut” jelas Ketut Nama saat itu.
Namun sejatinya, yang diharapkan dalam keikutserataan program adiwiyata adalah upaya kepedulian generasi muda dan masyarakat pada umumnya terhadap lingkungan. Sebab sekali lagi ditegaskan oleh I Ketut Nama. Adiwiyata bukan lomba, melainkan sebuah program yangdilaksanakan secara trus menerus dan berkesinambungan bukan terhenti ketika penghargaan sudah di tangan.
Untuk meloloskan Sekolah Dasar Nomor 1 Peguyangan sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri, beberapa kiat sudah dilakukan sejak awal oleh Tim Adiwiyata yang di koordinir oleh I Ketut Nama. Kiat tersebut berupa program program sekolah yang dituangkan dalam kurikulum pendukung baik Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, maupun Kurikulum 2013.
Salah satu program yang menjadi andalan dari sekolah ini adalah Program Organisasi Lingkungan Sekolah Program ini terdiri dari empat kelompok yaitu Kelompok Pencinta Tanaman, Kelompok Daur Ulang, Kelompok Sampah Organik dan Kelompok Sampah Plastik.

Pertama, Kelompok Pencinta Tanaman bertugas untuk memelihara tanaman yang berada dalam lingkungan sekolah dan mengembangkan berbagai tanaman termasuk menambah koleksi baik itu dari sumbangan siswa atau dari masyarakat sekitar serta mengembangbiakan jenis tanaman tertentu seperti pembibitan, sesuai dengan situasi dan kondisi di sekolah. Kelompok ini mempunyai program unggulan pohonku teman belajarku.
Kedua, Kelompok Daur Ulang mempunyai program unggulan yang diberi nama menyulap sampah . Tugas Kelompok Daur Ulang adalah menyulap sampah menjadi barang yang berguna. Kelompok Daur Ulang ini sudah menghasilkan beberapa karya diantaranya tas dari kertas majalah, dupa dari bunga kamboja yang dikeringkan yang berasal dari canang, seusai persembahyangan di sekolah.
Ketiga, Kelompok Sampah Organik di sekolah ini tak ketinggalan pula bergerak aktif mengghasilkan pupuk organik, atau kompos yang disalurkan ke organisasi pencinta tanaman. Kompos ini diolah dengan lebih modern dan bersih sehingga siswa tidak merasa jijik . Pengolahan kompos dengan memakai alat seperti blender untuk mencacah sampah dan keranjang keranjang rotan untuk menyimpan sampah menjadi pupuk oraganik. Kelompok organik inibjuga bekerjasama dengan Kelompok Tani Blumbungan Sari untuk menyalurkan pupuk cair yang berasal dari pengolahan kencing sapi. Mengubah sampah menjadi pohon merupakan program unggulan dari kelompok ini.
Keempat, Kelompok Sampah Plastik yang mempunyai program unggulan intan bertebaran di halaman sekolah merealisasikan program tersebut dengan aktif melakukan pemilahan sampah non organik, seperti plastik, kertas dan kaca. Sampah sampah yang tidak bisa diuraikan mikroorganisme tersebut disalurkan ke bank sampah di lingkungan terdekat. Istilah intan bertebaran di halaman sekolah ini mempunyai makna bahwa sampah itu diibaratkan intan yang mempunyai nilai ekonomis apabila kita mau sedikit menyisihkan waktu dalam mengelola.
Selain program unggulan tersebut , sekolah ini memiliki program lomba kebersihan yang diadakan secara terus menerus dan sudah dilaksanakan mulai tahun 2009 serta memberikan penghargaan bagi kelas terbersih pada acara kenaikan kelas . Hal ini telah tebukti mam;pu memotivasi siswa sehingga mengantarkan Sekolah Dasar No 1 Peguyangan mendapat penmghargaan sebagai sekolah Terbersih di Kota Denpasar dalam rangka hari PGRI November tahun 2013.
Dengan demikian, lanjut I Ketut Nama, diharapkan siswa dapat mengenal, memahami,melestarikan dan memelihara kehidupan diri dan lingkungan baik fisik maupun sosial yang menyangkut hubungan mahluk hidup dengan alam dan masyarakat di sekitarnya. (luhdias/sandrowangak)
