WEKLYLINE.NET_Mereka lolos seleksi S2 program Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun 2015.
Empat guru kampung diantaranya, Hildegardis Ose Mudamakin,. S.Pd guru IPA Fisika pada SMP Negeri Satu Atap Riangpuho, Petrus Paulus Puru Tukan, S.Si guru Matematika pada SMPS St. Antonius Padua, Apolonia G. Gola guru Matematika pada SMP Negeri 2 Adonara Timur Witihama dan Maksimus Masan Kian, S.Pd guru IPA Biologi pada SMP Negeri 1 Lewolema, menjadi peserta seleksi S-2 Diknas.
Kempat peserta ini dinyatakan lulus seleksi tahap I (seleksi administrasi), dan berhak mewakili Kabupaten Flores Timur mengikuti tes tahap II (Seleksi tertulis) program beasiswa peningkatan kualifikasi S-2 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan guru Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun 2015.
Pemberian beasisiwa S-2 kepada guru Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) bertujuan untuk peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru terkhusus guru di wilayah bagian timur Indonesia.
Bantuan beasiswa Pendidikan S2 bagi guru SMP yang dibuka diantaranya, Program Studi Pendidikan Matematika, Pendidikan IPS, Pendidikan IPA, Program studi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
Adapun persyaratan yang minta oleh panitia penyelenggara pada seleksi administrasi adalah Bagi Guru SMP berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS), Bagi guru swasta, berstatus sebagai guru tetap yayasan (GTY), Bagi Guru Honorer di SMP negeri harus memiliki SK Kepala Dinas Pendidikan sebagai guru honor, berusia maksimum 37 tahun per 1 September 2015 yang dibuktikan dengan fotokopi Kartu Tanda Penduduk yang dilegalisasi oleh pejabat berwenang, khusus untuk daerah terpencil, tertinggal, dan terluar berusia maksimum 42 tahun per 1 September 2015 yang dibuktikan dengan fotokopi Kartu Tanda Penduduk yang dilegalisasi oleh pejabat berwenang, serta SK pejabat berwenang tentang penetapan daerah terpencil, tertinggal, dan terluar, lulusan jenjang sarjana (S-1) dari program studi yang sekarang terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN- PT).
Syarat IPK minimal 2,75 (dalam skala nilai 0-4) yang dibuktikan dengan fotokopi ijazah dan transkrip nilai yang dilegalisasi oleh pejabat berwenang, memiliki pengalaman mengajar minimal 2 (dua) tahun mengajar yang dibuktikan dengan fotokopi SK pengangkatan pertama (ditambah dengan SK Daerah khusus untuk Guru yang bertugas di daerah khusus) yang dilegalisasi oleh pejabat berwenang, memperoleh izin dari pejabat yang berwenang untuk mengikuti program peningkatan kualifikasi jenjang strata dua (S-2).
Juga bukti Surat Tugas Belajar dari pejabat berwenang, memiliki prestasi akademik yang terkait dengan tugas keguruan/kependidikan (akan lebih diutamakan), dibuktikan dengan sertifikat atau surat keterangan yang relevan.
Kempat guru kampung dari Flores Timur ini, akan mengikuti tahapan seleksi dengan jadwal hari Kamis s/d Sabtu bertempat di Sanur Paradize Plaza Hotel, jalan Hang Tuah No. 46 Sanur, Denpasar – Bali. Semua biaya perjalanan peserta ditanggung oleh panitia penyelenggara.
Petrus Paulus Puru Tukan salah satu peserta dari Kabupaten Flores Timur merasa bangga bisa menjadi salah satu peserta seleksi S-2 yang diselenggarakan oleh Diknas.
“Saya bangga bisa mengikuti seleksi S-2 yang diselenggarakan oleh Diknas. Ini pengalaman pertama saya. Semoga saya dapat mengikuti tes dengan baik dan bisa lulus untuk mengikuti studi S-2,” kata Paul.
Jika lulus seleksi tahap II, peserta diberi kesempatan untuk kuliah di Jakarta, Yogyakarta, Malang dan atau Bandung. Beasiswa yang akan didapat meliputi biaya sekolah, biaya tempat tinggal, makan minum dan biaya buku. (Maksimus Masan Kian)
