Orang Dipercaya, Mahal Harganya

suluhnusa.com_Kepercayaan adalah sedemikian penting untuk dimiliki. Orang yang tidak dipercaya, maka tidak akan ada harganya. Sepintar apapun seseorang,jika tidak dipercaya,maka akan dijauhi orang lain.

Orang yang tidak dipercaya tidak akan diberi tugas, apalagi diangkat menjadi pimpinan. Orang yang tidak dipercaya, maka sekedar mencari pinjaman saja akan mengalami kesulitan.

Demikian, dikatakan aggota DPRD Kota Kupang, Daniel Demong Hurek dalam sambutannya pada ceremonial penutupan kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) Angkatan Muda Mahasiswa Pelajar Asal Ile Ape (AMMAPAI) Kupang periode 2014/2015, di Aula Sanlima, Sabtu pertengahan Oktober 2014, pukul 19.00 wita.

“Umpama saja para siswa sekolah dianggap sudah bisa dipercaya, maka ujian tidak perlu diawasi. Guru-guru juga tidak akan direpotkan oleh ujian, para dosen juga tidak perlu diperbantukan untuk membantu pelaksanaan ujian nasional, dan yang juga penting, biaya ujian tidak akan terlalu mahal. Demikian pula, umpama Pak Menteri Pendidikan Nasional mempercayai sekolah masing-masing untuk melaksanakan ujian sendiri, maka persoalan ujian tidak akan menjadi isu nasional,” ujar mantan Walikota Kupang.

Daniel Hurek (ist)
Daniel Hurek (ist)

Menurut Daniel Hurek, kepercayaan itu menjadi benar-benar mahal. Terbatasnya orang-orang yang bisa dipercaya, tidak saja terjadi di lembaga pendidikan tetapi juga di tempat-tempat lain.

Adanya polisi, jaksa, hakim dan termasuk perlunya dibangun penjara, sebenarnya menunjukkan bahwa bangsa ini masih gagal melahirkan orang-orang yang benar-benar bisa dipercaya. Bahkan berbagai peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini, seperti terjadinya konflik, termasuk di kalangan elite politik adalah karena krisis kepercayaan.

Daniel menambahkan, selama ini belum banyak orang berpikir tentang bagaimana menjadikan seseorang bias dipercaya. Orang baru mengeluh terhadap sulitnya mencari orang yang bisadipercaya, tetapi belum menemukan cara membentuknya.

Akhir-akhir ini, dalam rangka melatih kejujuran, di mana-mana dibuatkan tim kejujuran di sekolah-sekolah, tetapi juga belum dirasakan keberhasilannya.

“Hal aneh tetapi nyata, orang yang belum bias dipercaya bukan saja sebatas murid, tetapi ternyata juga hampir di semua kalangan. Para koruptor yang adalah para pejabat di berbagai kementerian, mulai dari staf yang terendah hingga menteri, mulai dari pegawai kecil hingga direktur, dari lurah hingga gubernur, semua itu menunjukkan betapa menjadi orang dipercaya sedemikian sulit,” ujar salah satu pendiri organisasi AMMAPAI ini.

Daniel mengajak Anggota baru yang telah mengikuti MPAB agar selalu menjaga kejujuran dalam kehidupan sehari – hari sehingga bisa dipercaya.

Kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) Angkatan Muda Mahasiswa Pelajar Asal Ile Ape (AMMAPAI) Kupang periode 2014/2015, berlangsung dari tanggal 7 – 12 juli 2014 bertempat di Aula Sanlima – Penfui. Kegiatan MPAB ini diikuti oleh 45 orang peserta dengan mengusung tema “Membentuk Lapisan Kader Muda yang Kritis, Progresive, Inovatif dan Militan.”

Selama kegiatan MPAB, peserta diberi pelatihan – pelatihan teknis keorganisasian, materi pengembangan kepribadiaan dan materi – materi penunjang dari berbagai instansi diantaranya, materi “Kepemimpinan yang Efektif dan Aspiratif” dibawahkan oleh Wakil Bupati Lembata, Viktor Mado Watun, “Strategi Pemerintah dalam Mendorong dan Meningkatkan Partisipasi Masyarakat”, “Pendidikan di NTT: Potret Tantangan dan Arah Solusinya” dibawahkan oleh Kepala Dinas P & K Provinsi NTT, Sinun Petrus Manuk, “Membangun dan Memahami Gerakan Kesetaran Perempuan” dibawakan oleh Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan NTT, M. Ikun Ignatius, “Perencanaan Partisipatif dalam Pembangunan daerah”, dibawahkan oleh Kepala Kesbangpol Kota Kupang, Erwan Fanggidae dan materi “Peran Media Massa dalam Pembentukan Karakter Pemuda” dibawahkan oleh Pemred SKH Timex, Simon Petrus Nilli.

Igo Halimaking
Ketua Umum AMMAPAI 2014/2015

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *