suluhnusa.com_Seharusnya tidak seperti itu, apabila pihak pihak yang berkompeten di dalamnya mau saling membantu. Sehingga terciptalah kader atau generasi penerus negeri ini.
Mungkin sangat tepat, jika mendidik anak murid tidak dengan menggunakan kekerasan. Sebab, anak didik bukanlah “musuh” yang harus selalu dirotani, melainkan dirangkul serta diikat dengan ilmu.
Atas dasar itulah, maka Lembaga Swadaya Masyarakat Save the Children wilayah Timor Barat melakukan Pelatihan Disiplin Positif bagi guru guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tingkat Kabupaten Belu, Provinsi NTT di hotel Permata, Jumat; 9 Mei 2014.
Penanggung jawab LSM Save the Children wilayah Timor Barat, Yanse Nalle mengakui bahwa hingga saat ini masih terdapat cukup banyak tingkat kekerasan yang dilakukan orangtua dan pendidik terhadap anak murid. Sehingga selalu membentuk karakter anak didik yang tidak baik.
Baginya, mendidik anak murid harus dengan kesabaran dan bukannya memakai kekerasan berupa dirotan. Karena apabila jika kebiasaan lama ini masih terus dipelihara, tentunya akan terjadi generasi kekerasan.
“Mudah mudahan dengan pelatihan ini yang mempunyai tujuan untuk bagaimana membentuk kesadaran para orangtua dan guru PAUD. Agar sejauh mungkin dapat mengurangi kekerasan dalam membina dan mendidik anak,” pintanya berharap.
Dapat diketahui, peserta pelatihan ini rata rata kebanyakan pendidik telah berusia lanjut. Namun karena mempunyai dedikasi yang begitu kuat dalam membesarkan anak didik, maka tenaga mereka pun masih sangat dibutuhkan.
Suster Maria Yosina Lourena Da Costa CIJ yang juga merupakan peserta menuturkan, dirinya pun mengalami banyak kendala yakni soal pembiayaan tenaga pendidik yang telah membantu mengajar di PAUD Santu Henricus Haliwen, Jalan Monsinyur Sogiapranoto.
“Tentunya saya berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Belu dalam membantu kami, yang telah mengelola PAUD Se Kabupaten Belu ini. Karena kami pun mempunyai peran yang sangat besar dalam mendidik dan membina anak anak Belu, agar tidak kalah bersaing dengan anak anak dari Kabupaten lain di Indonesia,” ucapnya polos. (felixianus ali)
