PUISI : TINO WATOWUAN
Telah engkau membuhul ikrar
lekat erat sadrah yang penuh khusyuk
lalu menanggalkan segala dari padamu
demi pernikahan abadi dalam sendiri
Di atas mesbah menumpuk
telah engkau kurbankan penuh seluruh
utuh cintamu bukan cinta biasa
adalah bukan cinta bikin binasa
Lekuk telanjang zaman mengukir seksi
pada bahunya memikul secawan nikmat
tak jarang dahaga muncrat kecipak goda
berjumpalitan mabuk tumpah ruah
Cukup mereka, dan jangan engkau
tegah memuntahi lagi wajah kita sendiri
memeram buih-buih anggur dukana
di balik putih jubah daksa mengebat
sekali kelak tumpah jua
Bila tertawan mencecap buah ranum
seekor ular yang sedang membelit dahan
aku lenggana mengendus aroma pahang
yang menguar suar dari bibirmu sendiri
lantas lumuri setiap lembar-lembar homili
Sayang, cintamu bukan cinta biasa
bukankah engkau
rijal pembawa kandil makrifat itu?
Kb, 21 Juli 2020
