Kala sepi datang menimang
Gendong lelap di perut malam
Mata sajak selalu saja terbuka lebar
Di kedalaman tatapnya serupa madu
di bibir sang perawan; manis menawan
Aku bak perjaka yang kesepian
Lalu mabuk usai mencicipinya
Hingga pagi datang memanggil
Masih terpikat pukat lautan kekata
Ah, lama nian aku terperangkap
(Kb, 08 Juni 2019)
