Jalan Baru Flores Timur #Part1

Suluh Nusa, Jakarta – Jumat, 28 Januari 2021, Polikrasi mengadakan zoom meeting, dimulai pukul 14.00 sd. 17.00 WIB. Diskusi Webinar kali ini mengangkat tema “Jalan Baru Flores Timur Part #1”. Tema ini adalah tagline yang selama ini diusung oleh anak muda Flores Timur, Debe – Muhammad Husen Db.

Pertemuan  yang menjadi pembuka dalam menyongsong perbaikan dan perubahan Kabupaten Flores Timur ke arah yang lebih baik. Pertemuan pertama ini diinisiasi untuk mengeksplore pokok pikiran tentang bagaimana sebenarnya Flores Timur dengan segenap perjuangannya. Menariknya pertemuan ini membahas tentang kabupaten Flores Timur, namun sebagian besar Narasumber dan Penanggap, bukan orang Flores Timur.

Direktur Polikrasi yang juga inisiator diskusi webinar, Debe – Muhammad Husen Db, dalam sambutan sebagai Keynote Speech menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah wadah sekaligus jembatan penghubung ide dan gagasan produktif.

Dengan menghadirkan narasumber yang pakar di bidangnya masing-masing bisa melakukan deteksi terhadap bagaimana cara yang paling efektif untuk perbaikan dan perubahan Flores Timur ke arah yang lebih baik. Lebih lanjut Debe menjelaskan bahwa, dalam rangka menyusun relefansi semua anak Flores Timur bisa melakukan imajinasi yang bisa membuat pola kerja dan titik temu yang lebih baik.

“Flores Timur bukan punya satu orang, satu suku, satu pulau, satu RAS tertentu, Flores Timur punya kita semua sebagai bagian dari peradaban Republik ini. Jika kekuatan semua orang dengan segenap potensi dan kompetensinya bisa disatukan, maka misi besar pembangunan Flores Timur bisa terwujud. Produktivitas dan pola kerja kolektif menjadi poin penting”, tegas Debe.

Polikrasi mengundang tokoh hebat dalam diskusi ini. Adapun Narasumber yang hadir pada pertemuan zoom kali ini adalah Dr. Andi Nurpati, Wakil Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat, sebagai Tokoh Nasional yang berbicara soal Politik Nasional dan bagaimana cara membawa Flores Timur bangkit baik dari perspektif maupun politik kebangsaan.

Agenda mendorong tokoh nasional untuk terlibat mendorong program pemerintah yang diprioritaskan untuk Kabupaten Flores Timur menjadi sangat penting.

Narasumber kedua, Dr. Rohimi Zamzam, Sekretaris PP ‘Aisyiyah, tokoh perempuan yang berbicara soal kepemimpinan yang basis kerja tentang kepekaan terhadap anak dan perempuan. Dari perspektif psikologi, pemimpin harus matang dan lebih mampu melakukan penguatan pada pendidikan karakter yang kuat. Pemimpin harus sadar betapa potensi masyarakat dengan semua kebutuhannya.

Selanjutnya Dr. Suid Saidi, menegaskan banyak hal tentang Pendidikan Politik dan Pendidikan Umum. Secara khusus Pak Suid menjelaskan tentang bagaimana aspek materi pendidikan politik bisa dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan nasional. Hal ini penting guna menjembatani pemahaman politik masyarakat dengan politik terapan.

Narasumber lain dalam pertemuan ini adalah Kaka Hermawi Taslim, Wakil Sekjen DPP Partai NasDem ini menjelaskan soal sosio politik Flores Timur. Berbekal pengalaman dan sejarah petualangannya di Flores Timur baik langsung ataupun tidak langsung, menjelaskan betapa masyarakat Flores Timur menempatkan etika budaya di atas keimanan.

Budaya dan kesantunan lebih diutamakan, dijaga dan dirawat. Ini adalah kekayaan yang sangat baik dan harus terus dilestarikan. Meski Flores Timur lebih banyak masyarakat beragama Katolik, tetapi tingkat kematangan pluralisik sangat kental. Semua ini berjalan dengan apiknya.

Dalam pertemuan yang digagas oleh Polikrasi ini, menghadirkan beberapa penanggap diantaranya Ketua DPD NasDem Flores Timur, Albert Olak Sinuor. Albert menjelaskan banyak hal soal bagaimana potret Flores Timur, politik dan strategi pembangunannya.

Misalnya soal penting untuk fokus soal Pertanian, Kelautan, Perkebunan dan Peternakan adalah sektor produktif yang harus menjadi perhatian. Selain itu David Krisna Alka sebagai penanggap merespon beberapa karakteristik masyarakat Flores Timur yang secara kompetensi memiliki kualifikasi yang cukup dalam konteks pemikiran besar dari Anak Flores Timur yang tidak hanya berkiprah di tingkat Nasional tetapi juga di tingkat Internasional. Sebagai penanggap terakhir, Muhammad Hayyun memotret Flores Timur sebagai daerah yang layak sejajar dengan kabupaten kota lain di Indonesia.

Pertemuan zoom ini sangat produktif dengan respon positif dari peserta diskusi. Peserta pertemuan dari berbagai background dan berbagai wilayah, memiliki kesamaan persepsi bahwa Flores Timur bisa bangkit dan maju sebagaimana Kabupaten Kota lainnya di Indonesia. Sebagai moderator pertemuan itu Reno Laila Fitria memberi titik tekan pada beberapa hal diantaranya adalah frasa Jalan Baru menandakan bahwasanya perubahan untuk menjadi lebih baik harus dilakukan. Salah satunya dengan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Flores Timur.

Manusia harus dijadikan titik sentral dan subjek, pemahaman akan dinamika perilaku manusia akan memperkaya setiap bentukan strategi dan intervensi yg akan dilakukan. Masyarakat Flores Timur memiliki kekuatan budaya, kondisi alam, sumber daya manusia dan yang mumpuni, maka saatnya perubahan untuk dimulai baik guna membangun “jalan baru” dan berjalan bersama di atasnya. (d.fernandez/SN/weeklyline media network)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *