Tuhan Yesus Sangat Mencintai Ustad Abdul Somad

Surat Terbuka. 

 

Kepada

Yth. Presiden Republik Indonesia

Di

Jakarta

 

Dengan hormat,

Puji syukur dan limpah terima kasih hanya kepada Tuhan Yesus Kristus Sang Juruselamat saya, karena atas kasih—Nya sehingga saya tetap aman, Nyaman dan Tentram di bawah Pemerintahan JOKOWI-JK  dalam  bingkai  Negara Kesatuan Republik Indonesia yang adalah Negara Adi Kuasa dalam Keanekaragaman dan Kebudayaan.

AMIN.

Kata Kyai Haji Maimun Zubair:

“PBNU”

P= Pancasila

B= Bhinneka Tunggal Ika

N= NKRI

U= Undang – undang Dasar 1945

Mengapa pemimpin umat yang lain tidak menyampaikan ide-ide seperti beliau?

Bapak Presiden yang saya hormati,

” Sungguh, Perbedaan adalah kekayaan TUHAN yang terbagi”, Itulah sebabnya Mengapa kami masyarakat Nusa Tenggara Timur hidup damai dalam perbedaan, saling menghormati dan saling mengasihi, sebagaimana dengan yang diajarkan Agama dan Pancasila.

Bapak Presiden yang saya hormati,

Mendengar dan membaca semua pidato Bapak tentang Pentingnya persatuan, tentang pentingnya Kedamaian, tentang pentingnya saling menghormati, tentang pentingnya keragaman, tentang pentingnya gotong-royong,  adalah demi keutuhan NKRI, demi Bhineka Tunggal Ika, demi UUD 45 dan demi Pancasila yang sudah final. Semua kata-kata dan semangat Bapak menjaga NKRI sangat meyakinkan saya bahwa Bapak adalah Presiden yang benar-benar diutus oleh Tuhan, sebagaimana Gajah Mada yang mempersatukan Nusantara dan BUNG KARNO yang memerdekakan Republik Indonesia dan menggali Pancasila sebagai Dasar untuk kita berteduh dengan Damai dibawah Langit Nusantara ini.

Dan hal inipun membuat kami sangat percaya, bahwa di bawah Pemerintahan JOKOWI-JK yang akan dilanjutkan dengan Pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin, NKRI akan terus Damai, bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur di sepanjang hayat hidup.

Bapak Presiden yang saya cintai dan saya banggakan,

Melihat dan mendengar video yang beredar di sosial media tentang ceramah seorang yang bernama “Abdul Somad”, yang dalam ceramahnya ia menyampaikan bahwa “dalam salib ada jin kafir”. Ceramah ini sungguh sangat tidak mendidik umat yang beragama, ceramah ini pun tidak meresahkan/atau menghina  umat manusia terkhusus umat Kristen, tetapi ceramah dalam video ini saya beranggapan termasuk bentuk provokasi umat untuk memecah belah Bangsa, oleh karena itu sampai detik ini, di sosial media tidak satupun Umat Kristen yang menanggapinya dengan marah, semuanya malah mendoakannya dan beranggapan bahwa hal ini adalah suatu kekhilafan normal sebagaimana kita manusia yang tidak sempurna.

Dan sikap yang diambil Umat Kristen adalah bentuk saling mengampuni sebagaimana ajaran Tuhan Yesus yang lebih dulu mengampuni umat manusia.

Namun pengampunan  dari seorang manusia  tidak luput dari keluhannya, di lain sisi, dari jauh saya juga membaca mendengar dan menyaksikan di media yang sama tentang putusan bersalah oleh Majelis Hakim kepada Basuki Tjahaja Purnama atas tuduhan penistaan agama,  bagi saya putusan ini sangat adil demi menghormati  perbedaan, demi menjaga kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini.

Keluhan yang sama datang lagi dari  sisi lain,  saya juga mendengar dan menyaksikan bahwa Pemerintah dan Aparat Berwenang,  seolah-olah melakukan pembiaran terhadap orang-orang pemecah belah Bangsa, seola-ola Pemerintah melakukan pembiaran terhadap para provokator yang menghasut Umat manusia demi merusak Persatuan dan Kesatuan Republik Indonesia, namun demikian saya tetap yakin, bahwa Langkah ini pun adalah salah satu cara Pemerintah untuk melakukan perlindungan terhadap kaum minoritas,tetapi sangat disayangkan apabila pembiaran tersebut dilakukan terus-menerus  yang pada akhirnya  bisa membuat lunturnya tingkat kepercayaan Masyarakat Minoritas terhadap Pemerintahnya.

Bapak Presiden yang saya cintai dan saya banggakan,

Harapan saya,, jika Bapak sempat membaca tulisan ini, Terlebih dahulu panggillah “Abdul Somad” ke Istana Presiden dan sampaikan padanya bahwa: Tuhan Yesus sangat mencintai Somad, dan seluruh umat Kristen di Indonesia sedang mendoakan pengampunan bagi Somad.

Dan kiranya Bapak Presiden berkenan Memaafkan saya apabila Tulisan ini tidak berkenan di hati Bapak Presiden. Tuhan memberkati Bapak Presiden Sekeluarga. Amin

Terimakasih

Merdeka

Merdeka

Merdeka

 

Kalabahi, 19 Agustus 2019 

 

ttd

Jemi Koly

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *