suluhnusa.com – Perhelatan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah Kabupaten Lembata semakin ramaj dan menarik untuk disimak.
Pasalnya masing masing partai politik dan tim sukses gencar melakukan berbagai cara untuk memenangkan paketnya.
Dan menariknya, banyak kader dan politisi partai yang membelot dari keputusan partai dan memberikan dukungan kepada paket lain.
Walau dengan alasan rasional politis tetapi kader yang membelot dinilai tidak loyal kepada partai.
Sebut saja, di tubuh Partai Golkar Lembata. Awalnya Golkar memberikan dukungan kepada Paket Lukas Witak dan Ferdinandus Leu akan tetapi saat injury time, Golkar memberikan dukungan kepada Paket SUNDAY, Yance Sunur – Thomas Ola Langoday.
Dukungan Golkar ini dinilai oleh beberapa kader Golkar sebagai hal yang tidak aspiratif dan melanggar mekanisme partai.
Karena tidak aspirstif, Pimpinan Kecamatan Nubatukan Partai Golkar, Nyongki Warat mengambil langkah politik dengan tidak memberikan dukungan kepada paket yang usung partainya.
Sekretaris Badan Pemenang pemilu Partai Golkar ini, mendukung paket lain. Dia memberikan dukungan dan bekerja all out untuk memenangkan paket TITEN, Herman Yosef Loli Wutun – Yohanes Vianey K. Burin yang diusung partai Gerindra dan PKS.
Langkah politij Nyongki Warat ini dinilai tidak loyal terhadap partai. Ketua DPD II Partai Golkar Lembata, Yohanes De Rosari, kepada wartawan di ruangan kerjannya, Kamis, 17 November 2016 mengungkapkan dirinya sudah mendapat bukti visual atas keterlibatan politik Nyongki Warat yang memberikan dukungan kepada Herman – Vian.
De Rosari yang kerap disapa Hoat ini, mengungkapkan apa yang dilakuka oleh Nyongki Warat sebagai bukti tdak loyal terhadap Partai Golkar.
Dia mencontohkan, bahwa dirinya juga tidak menyukai Yance Sunur, akan tetapi sebagai Kader Partai Golkar harus loyal total kepada keputusan partai. Dengan memenangkan paket SUNDAY.
Hoat mengungkapkan, dalam Peraturan Organisasi Partai Golkar hasil munas 2016, jelas menegaskan kader yang tidak loyal dan membelot dalam perhelatan politik di tingkat manapun akan diberikan sanksi pencabutan kartu keanggotaan partai.
Untuk itu, dirinya akan segera mengeluarkan surat keputusan pencabutan terhadap keanggotaan Nyongki Warat dari partai Golkar.
“Dalam waktu dekat kita akan mengeluarkan keputusan untuk mencabut kartu anggota PK Nubatukan, saudara Nyongki Warat. Saya sudah dapatkan bukti visual keterlibatan Nyongki dalam memberikan dukungan kepada paket TITEN saat kampanye di Ile Ape. Ini.sudah melanggar PO Partai Golkar maka kita akan tindak tegas”, jelas Hoat.
Disinggung soal jumlah kader Golkar Lembata yang membelot, Hoat terus terang menjelaskan saat ini ada tiga sampai empat pimpinan kecamatan yang membelot. Salah satunya yang masih sembunyi sembunyi adalah PK Ile Ape Timur, Gregorius Lebu Making.
“Yang sudah ada bukti, Nyongki Warat. Goris Making, PK Ile Ape Timur, masih sembunyi sembunyi. Kalau terbukti kita tindak tegas”, ungkap Hoat yang di dampingi Piter Bala Wukak. (sandrowangak)
