suluhnusa.com_Pemilu Legislatif (Pileg) tinggal hitungan hari, hal yang paling ditakutkan dalam sebuah proses pesta demokrasi adalah tingginya angka golongan putih (golput) atau kelompok masyarakat yang tidak mau menggunakan hak pilihnya secara sadar.
Padahal adalah hak setiap warga negara Indonesia untuk memilih calon pilihannya di perhelatan Pileg yang akan dihelat tanggal 9 April mendatang maupun Pilpres pada tanggal 9 Juli 2014.
Tak terkecuali di kota Denpasar, di kota majemuk ini jumlah Daftar Pemilih Tetapnya (DPT) capai 407.719 orang. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah Denpasar , I Gd.Jhon Dharmawan mengungkapkan, jika di kota Denpasar sangat tinggi untuk angka Golputnya, tingg
inya angka golput ini disebabkan mobilitas penduduk yang sangat tinggi
“Golputnya tinggi, tetapi bukan semata-mata karena pemilihnya tidak mau datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), bukan semata-mata karena tidak punya pilihan tetapi golputnya itu disebabkan karena mobilisasi pemilihnya tinggi,” jelasnya, belum lama ini.
Iapun mengurai, ketika misalnya salah satu penduduk tinggal di Desa Banjar A lalu membuat KTP di tempat itu, lalu satu bulan sebelum proses pemungutan suara dia pindah ke Banjar B, atau pindah ke desa A beda kecamatan, maka disinilah letak tinggi angka golput yang dimaksud.
Pihaknyapun mentargetkan bisa menekan angka golput hingga 80%. “Kita sih mengharapkan 100% tapi kayaknya berat karena untuk Denpasar nilai tertinggi untuk partisipasi masyarakat itu hanya 68%, tapi target kita 80%,” kata Jhon Dharmawan.
KPU Denpasar sendiri sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat sejak satu tahun yang lalu, melalui pembentukan relawan Demokrasi yang berjumlah 25 orang yang terdiri dari 5 segmen antara lain dari komponen pelajar, dissabilitas, perempuan, kelompok marjinal dan tokoh adat.
Oleh karena itu, KPU Denpasar mengajak masyarakat khususnya warga kota Denpasar agar datang ke TPS pada tanggal 9 April mendatang untuk memberikan hak pilih atau hak suaranya. “Hak pilih itu kan hak yang diberikan oleh negara yang diberikan kepada kita jadi sayang kalau tidak dipakai,” pungkasnya. (kresia)
