344 Pelajar Perbaharui Sumpah di Tanah Merah

Bahasa dan budaya adalah akar; karakter adalah batang; prestasi adalah buah; Indonesia Maju adalah tujuan akhirnya

LEWOLEBA – LEBIH dari tiga ratus pelajar berkumpul di tanah merah untuk membaharui sumpah sebagai pemuda untuk bangsa dan negara.

Sumpah itu dilantunkan dengan semangat yang menggemah berbaur dengan keserhanaan masyarakat Desa Waimatan selama tiga hari 26-28 Oktober 2026, merayakan hari sumpah pemuda.

Ratusan anak ini adalah pelajar dari SMPN I Ile Ape Timur,SMPN 2 Ile Ape Timur Sayap Wiawaru dan SMPN 3 Sayap Hamahena. Mereka bukan sekedar membaharui janji tetapi menyatu dengan spirit Menenun Bahasa, Merawat Budaya: Berkarakter dan Berprestasi Menuju Indonesia Maju.



Ketua Panitia kegiatan, Imran Boli menjelaskan, kegiatan sumpah pemuda tingkat kecamatan Ile Ape Timur ini digelar dalam bingkai budaya dengan berbagai kegiatan positip.

Selama tiga hari sekolah diliburkan dan anak anak mendapat pelajaran khusus tentang banyak hal. Belajar interaksi. Belajar mandiri. Belajar empati terhadap lingkungan sekitar. Mereka juga diberi ruang untuk berkreasi. 

Sebanyak 334 pelajar dari tiga sekolah ini, ungkap Imran, dibagi dalam  berbagai kelompok untuk mendapatkan asuhan dan pendampingan tentang menulis dan membaca puisi, materi kelas jurnalistik, materi menulis dan membawakan pidato, materi story telling  bahasa Inggris, mendapatkan pelajaran tenyang monolog.

“Ada banyak hal positip yang didapat dari kegiatan ini baik oleh siswa maupun  para guru. Ruangan kelas selama tiga hati dipindahkan ke lokasi kegiatan tanah Merah”, ungkap Imran.

Lebih jauh Imran menjelaskan, Bulan Oktober diperingati sebagai Bulan Bahasa dan Sastra untuk mengenang semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, yang menegaskan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Di sisi lain, budaya lokal sebagai kearifan daerah juga perlu terus dilestarikan agar tidak tergerus oleh arus globalisasi, terutama di kalangan generasi muda. Kecamatan Ile Ape Timur memiliki kekayaan budaya lokal yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakatnya.

Ia berharap melalui kegiatan Bulan Bahasa tingkat SMP se-Kecamatan Ile Ape Timur, diharapkan siswa tidak hanya mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, mencintai budaya lokal, dan berprestasi menuju Indonesia yang maju.



Sementara itu Ketua MKKS Ile Ape Timur, Yustinus Mado, S.Ag mengungkapkan tema kegiatan “Menenun Bahasa, Merawat Budaya: Berkarakter dan Berprestasi Menuju Indonesia Maju” ini mengajak generasi muda khususnya murid SMP Se-kecamatan Ile Ape Timur untuk mencintai dan merawat bahasa Indonesia serta budaya lokal secara bersungguh-sungguh.

“Karena dari sanalah lahir karakter bangsa yang kuat, yang pada akhirnya akan mengantarkan mereka meraih prestasi dan bersama-sama mewujudkan Indonesia yang maju”, ungkap Yustinus Mado. 

Ia menjelaskan bahasa dan budaya adalah akar; karakter adalah batang; prestasi adalah buah; Indonesia Maju adalah tujuan akhirnya.

Ia berharap agar kegiatan ini mampu menumbuhkan kecintaan siswa SMP Se-kecamatan Ile Ape Timur terhadap Bahasa Indonesia dan budaya lokal sebagai bagian dari pembentukan karakter dan peningkatan prestasi menuju Indonesia maju melalui prestasi siswa baik akademik maupun mon akademik.

Kegiatan ini dibuka dan ditutup oleh Plt. Camat Ile Ape Timur, Itong Making dan dihadiri kepala Desa Waimatan, Onesimus Sili Betekeneng bersama masyarakat. +++


sandro.wangak


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *