KUPANG- Upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat dorongan baru. Sebanyak 2.800 pelaku UMKM se-NTT mengikuti sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank NTT yang digelar DPD I Partai Golkar NTT, Kamis 13 Agustus 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Sekretariat DPD I Partai Golkar NTT tersebut juga diikuti secara daring melalui Zoom oleh DPD II Partai Golkar kabupaten/kota se-NTT.
Mendapat apresiasi menteri
Sosialisasi ini mendapat apresiasi langsung dari Menteri UMKM Maman Abdurahman yang hadir melalui Zoom. Ia mengapresiasi langkah DPD I Golkar NTT bersama para pelaku UMKM dalam mendorong akses pembiayaan usaha.
Maman menyebut Gubernur NTT bersama Partai Golkar NTT telah menjadi pionir di Indonesia karena menjadi yang pertama menggelar sosialisasi KUR bersama bank daerah dengan melibatkan ribuan pelaku UMKM.
Di tengah keterbatasan fiskal pemerintah, Maman menilai program KUR memiliki posisi strategis sebagai salah satu instrumen untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.
Bank NTT mendapat alokasi dana KUR sebesar Rp350 miliar untuk disalurkan kepada masyarakat
Di sisi lain, Kepala Bank NTT, Charlie Paulus, mengungkapkan bahwa Bank NTT sudah sekitar lima tahun tidak lagi menyalurkan KUR.
Namun, berkat perjuangan Gubernur NTT Melkiades Laka Lena, Bank NTT akhirnya kembali dipercaya menyalurkan program KUR pada tahun ini.
Nilainya pun tidak kecil. Bank NTT mendapat alokasi dana KUR sebesar Rp350 miliar untuk disalurkan kepada masyarakat.
Meski demikian, Charlie mengakui realisasi penyaluran KUR Bank NTT hingga kini masih berjalan relatif lambat.
Karena itu, ia mengapresiasi langkah DPD I Partai Golkar NTT yang menginisiasi sosialisasi secara masif dengan melibatkan ribuan pelaku UMKM.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mempertemukan kebutuhan pelaku usaha dengan akses pembiayaan sehingga program KUR benar-benar mampu mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi NTT.
Legalitas Usaha Menjadi Kendala
Minat pelaku dan calon pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Alor untuk mendapatkan akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank NTT terbilang tinggi.
Target awal hanya 100 peserta, namun jumlah masyarakat Alor yang mendaftarkan diri dalam sosialisasi KUR yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Bank NTT justru menembus 162 orang.
Sekitar 150 peserta bahkan hadir langsung mengikuti kegiatan yang dipusatkan di Aula DPD Partai Golkar Kabupaten Alor, Kamis, 13 Agustus 2026.
Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan yang digelar secara serentak dengan melibatkan peserta dari 22 kabupaten/kota se-NTT. Secara keseluruhan, jumlah peserta yang mendaftar melalui sistem i-KTP mencapai sekitar 2.800 orang, jauh di atas target awal sebanyak 2.500 peserta.
Sementara itu Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Alor, Aksa Yuniorita Blegur, yang akrab disapa Nita, mengatakan tingginya jumlah pendaftar di Alor menjadi gambaran kuat bahwa kebutuhan masyarakat terhadap akses permodalan masih sangat besar.
“Target kami 100 per kabupaten, tetapi khusus Alor yang terdaftar 162 orang. Ini menunjukkan animo masyarakat cukup tinggi,” ujar Nita.
Menurutnya, KUR tidak hanya dibutuhkan oleh masyarakat yang telah menjalankan usaha, tetapi juga generasi muda yang mulai merintis usaha.
Namun, di balik tingginya animo tersebut, masih terdapat persoalan mendasar yang menjadi penghambat sebagian pelaku UMKM untuk mengakses pembiayaan, yakni legalitas usaha.
Sejumlah pelaku usaha mengaku telah menjalankan usaha selama bertahun-tahun, tetapi belum memiliki dokumen legalitas seperti Surat Keterangan Usaha (SKU) maupun Nomor Induk Berusaha (NIB).
“Banyak yang sudah berusaha belasan tahun, tetapi belum memiliki SKU atau NIB. Padahal, itu menjadi bagian dari persyaratan untuk mengakses pembiayaan,” jelas Nita.
sisi lain, Bank NTT menargetkan penyaluran KUR mencapai Rp350 miliar sepanjang 2026.
Namun, hingga saat ini realisasi penyaluran baru berada di kisaran Rp20 miliar.
Dari target tersebut, sekitar Rp50 miliar dialokasikan untuk KUR pekerja migran, sementara sisanya diperuntukkan bagi KUR umum. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ruang bagi masyarakat untuk mengakses pembiayaan KUR masih terbuka cukup besar.
Karena itu, sosialisasi dinilai penting bukan hanya untuk memperkenalkan program KUR, tetapi juga mendorong pelaku usaha mempersiapkan berbagai persyaratan sejak awal.
Di Kabupaten Alor, proses pengajuan KUR mulai bergerak.
Sebanyak 62 peserta telah disampaikan kepada Bank NTT untuk menjalani proses verifikasi.
Dari jumlah tersebut, 48 peserta dinyatakan lolos tahap awal, kemudian 32 peserta melanjutkan ke proses berikutnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pengecekan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dan aspek terkait OJK, sebanyak 16 peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti verifikasi lapangan.
“Pendaftaran baru dua hari, tetapi sudah ada 16 orang yang lolos tahap administrasi. Tinggal verifikasi lapangan,” kata Nita.
Sementara sekitar 100 peserta lainnya akan kembali disampaikan kepada Bank NTT untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Kehadiran Bank NTT Cabang Kalabahi dalam kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan langsung kepada masyarakat untuk mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme, persyaratan, serta tahapan pengajuan KUR.
Nita mengingatkan masyarakat agar tidak sekadar mengejar pinjaman, tetapi terlebih dahulu memastikan usaha memiliki legalitas, kebutuhan modal dihitung secara rasional, serta kemampuan mengembalikan pembiayaan benar-benar diperhitungkan.
Menurutnya, akses modal harus diikuti dengan perencanaan usaha yang matang agar pembiayaan tidak berhenti sebagai utang, tetapi mampu menjadi instrumen untuk memperbesar usaha.
Dengan perencanaan yang baik, KUR diharapkan dapat mendorong peningkatan kapasitas produksi, membuka lapangan kerja baru, memperkuat usaha masyarakat, serta membuat UMKM di Kabupaten Alor semakin mandiri.+++
j.k/sandro.wangak/goe.t
