Karena Hule Layak Tersenyum

Mereka meyebut dirinya komunitas 3T Betowhuleata, akronim dari Bean Tobotani, Wowong, Hule dan Atanila

LEWOLEBA – DUSUN Hule, Desa Nilanapo terlihat riuh dari biasanya selama tiga hari. Ratusan anak anak berlari dengan riang usai bermain futsal. Beberapa terlihat berkumpul sambil berkisah tentang Hule di hari sumpah pemuda 2026.

Terlihat guru guru dengan gaya khas dan serangan sekolah masing masing lalu lalang mengawasi anak anak yang sedang kegiatan.

Mereka meyebut dirinya komunitas 3T Betowhuleata, akronim dari Bean Tobotani, Wowong, Hule dan Atanila.

Ramai anak anak sekolah datang ke Dusun Hule Desa Nilanapo sejak tanggal 26-28 Oktober untuk merayakan Hari Sumpah Pemuda dengan berbagai kegiatan positip.

Sekalipun mereka berada di daerah tetinggal dan terpinggir tapi kreativitas dan senyum tidak pernah berhenti. Bersama masyarakat komunitas ini merayakan sumpah pemuda dengan sukaria

Sekretaris Desa Nila Napo, Sugiarto Abdullah, tidak bisa menyembunyikan rasa sukacitanya saat membawakan sambutan pembukaan. Ia menyampaikan terimakasih dan apreasiasi kepada komunitas Betowhuleata yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini sangat membawa dampak yang positif bagi masyarakat Desa Nilanapo khususnya Dusun Hule yang selama ini orang menganggap atau mendengar nama hule saja orang takut, tapi dengan adanya kegiatan ini semua anggapan itu hilang. Ternyata Hule sangat ramah dan luar biasa. Bersama merayakan sumpah pemuda dengan  senyum”, ungkap Sugiarto. 


Sekretaris Desa Nila Napo, Sugiarto Abdullah

Koordinator seksi perlombaan non akademik Pichan Matarau, menyampaikan komunitas ini hadir dengan  wajah yang sederhana.

Mereka hanya ingin anak anak di wilayah Bean Tobotani, Wowong, Hule dan Atanila bisa merayakan sumpah pemuda sebagai ikrar kesetiaan kepada NKRI.

Kegiatan sederhana yang memberi kesan mendalam kepada anak-anak dan masyarakat sekitar.

“Walaupun kegiatan ini sederhana namun akan membawa dampak yanhg besar untuk masa Lembata, karena kami percaya bahwa akan lahir atlit arlit hebat dari daerah pelosok ini”, ungkap Matarau.



Ketua Panitia Fransiskus Gala Weka, S. Pd, menyampaikan sumpah pemuda adalah ikrar persatuan pemuda Indonesia yang lahir dari kogres pemuda II pada tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta, oleh karena kesadaran akan pentingnya persatuan.

“Dengan semangat yang sama kami yang bergabung dalam wadah Betowhuleata-Bean, Tobotani, Wowong Hule, Atanila menyelenggarakan berbagai kegiatan pentas seni, lomba Cerdas Cermat Tingkat SD, mengasah Perlombaan akademik, lomba puisi, Autobiografi Pahlawan – Pahlawan-Ku Inpirasiku, Lomba puisi, monolog, Pidato Bahasa Inggris dan tarian Kreasi Moderen  serta Futsal”, tutur Gala Weka.

Ia berharap kegiatan dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperbaiki kualitas pendidikan, menggali potensi siswa, dan memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan di wilayah 3T Betowhuleata – Bean Tobotani, Wowong, Hule dan Atanila, Kabupaten Lembata.

Lebih dari itu, memang Hule layak tersenyum seterusnya. +++


sandro.wangak


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *