Salam Satu Strike Dari Lembata Diikuti Peserta Dari Australia dan Thailand

Strike Bersama Tingkatkan Persaudaraan, dari Lembata untuk Indonesia dan Dunia

LEWOLEBA — Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Dinas Perikanan akan menggelar Lembata Fishing Tournament pada 23–24 Mei 2026 di Pantai Wulen Luo, Kecamatan Nubatukan sedangkan Spot mancing terbesar di perairan Lembata.

Kegiatan yang semula dijadwalkan pada tanggal 22-23 Mei 2026 bergeser ke tanggal 23-24 Mei 2026 karena kondisi perairan Lembata yang kurang bersahabat untuk menikmati wisata mancing.

Event tahunan ini dipersiapkan sebagai ajang promosi wisata bahari sekaligus wadah penyaluran hobi dan bakat masyarakat dalam olahraga memancing.Kegiatan pembukaan dan penutupan digelar di pantai Wulen Luo, kota Lewoleba.

Kegiatan tersebut dirancang menjadi agenda tahunan tetap untuk memperebutkan Piala Bupati Lembata dengan tema “Strike Bersama Tingkatkan Persaudaraan, dari Lembata untuk Indonesia dan Dunia.

Yakobus Andreas Wuwur, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Lembata, kepada media ini, Rabu, 20 Mei 2026, menyebutkan, Lembata memiliki potensi kelautan yang besar karena hampir seluruh wilayahnya dikelilingi laut dengan kekayaan ikan pelagis dan demersal.

Kondisi itu menjadikan aktivitas memancing tidak hanya sebagai mata pencaharian masyarakat, tetapi juga sebagai hobi yang berkembang luas.

Kadis Parekraf kabupaten Lembata menyebutkan, kegiatan memancing dikemas dalam bentuk turnamen dengan melibatkan pihak swasta yang terlibat dalam kepanitiaan sekaligus mensponsori hadiah berupa Piala Bupati dan hadiah ratusan juta lainnya. Sedangkan Pemerintah bertugas sebagai fasilitator.

Kegiatan ini diharapkan mampu mempererat persaudaraan antar komunitas pecinta mancing, baik dari dalam maupun luar daerah. Untuk diketahui Peserta lomba dari luar negeri juga yakni Australia dan Thailand sudah mendaftarkan diri di panitia. 

 

Selain itu, event ini juga diharapkan menjadi sarana promosi wisata bahari dan penggerak ekonomi lokal.

“Event ini diharapkan menjadi ikon olahraga rekreasi bahari di Kabupaten Lembata serta masuk dalam kalender event daerah yang berkelanjutan,” demikian Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Yakobus Andreas Wuwur.

Panitia menargetkan sebanyak 100 peserta yang dibagi dalam 20 tim

Pendaftaran dibuka sejak Maret hingga Mei 2026 dan terbuka bagi pecinta mancing dari seluruh Indonesia. Biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp3 juta per tim di luar biaya sewa kapal.

Selain memperebutkan Piala Bupati Lembata, panitia juga menyiapkan total hadiah sebesar Rp255 juta. Seluruh hadiah dipersiapkan pihak sponsor.

Kegiatan ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui keterlibatan UMKM, jasa transportasi laut, sektor perhotelan, hingga pelaku usaha pendukung lainnya.

Adapun susunan kepanitiaan melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah dan instansi terkait.


 


Dukungan Pengusaha Lokal dan Untuk Bangkit Geliat Pariwisata Ekonomi

Pengusaha lokal Benediktus Lelaona bersama Komunitas Mancing Mania Bali menggagas sekaligus mendukung penuh kegiatan Mancing Mania bertaraf Internasional yang digelar di Kabupaten Lembata ini.

Menurut Lelaona, mancing mania ini bukan sekedar menyalurkan hobi tetapi sebagai bentuk dukungan kepada daerah Kabupaten Lembata mempromosikan sport tourism di Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ia menjelaskan, kondisi ekonomi yang lesuh di Kabupaten Lembata menuntut tanggungjawab moril semua pihak agar geliat ekonomi semakin baik.

“Mancing mania ini digelar bukan sekedar karena hobi tetapi salah satu bagian dari tanggungjawab moril sebagai anak Lembata membantu daerah ini”, ungkap Lelaona. 

Menurutnya kondisi fiskal dan ekonomi di Kabupaten Lembata saat ini membutuhkan kerja bersama dan kreativitas semua pihak  baik pemerintah maupun swasta.

Salah satunya dengan menggelar mancing mania bertaraf internasional di Lembata. Dan bukan hanya melibatkan pemancing lokal tetapi juga pemancing dari beberapa negara.

“Pemancing dari Malaysia, Thailand, Philipina, Korea dan China juga beberapa negara Eropa juga tertarik untuk datang ke Lembata. Yang sudah mendaftarkan Australia dan Thailand”, jelas Lelaona.

Ia menambahkan ketertarikan pemancing luar negeri ini berkat dukungan dan kerjasama dari Komunitas Mancing Mania Bali.

Benediktus Lelaona tercatat sebagai pembina kegiatan, sementara penanggung jawab terdiri dari Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lembata.

Ketua pelaksana dipercayakan kepada Heribertus Tanatawa dengan Fransiska Wati sebagai koordinator umum. Panitia juga melibatkan unsur BASARNAS, Satpol PP, tenaga kesehatan, hingga komunitas pariwisata dan perikanan untuk mendukung kelancaran kegiatan.

Technical meeting dijadwalkan berlangsung pada 22 Mei 2026. Adapun informasi pendaftaran dan teknis lomba disediakan melalui panitia pelaksana dan tautan pendaftaran yang telah disiapkan pemerintah daerah. +++


sandro.wangak


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *