Pariwisata Premium Tidak Sebatas Membangun Destinasi

Suluh Nusa, Lembata – Pengembangan  Pariwisata premium tentu tidak hanya terbatas pada pembangunan destinasi destinasi wisata serta sarana penunjang , tetapi pengembangan  pariwisata premium harus bisa sampai pada upaya optimalisasi kekuatan budaya serta konten lokal yang otentik untuk menyajikan produk wisata yang berkualitas.

Hal ini disampaikan Bupati Lembata, Eliazer Eliazer Yentji Sunur, melalui Sekda Lembata Paskalis Ola Tapo Bali pada rapat koordinasi Pokja Percepatan Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pemda Lembata dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) di Aula Palm Hotel, Kamis 03 Mei 2021.

Hadir pada kesempatan itu Direktur industri dan kelembagaan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo bersama Tim, Para Asisten, Pimpinan OPD dan para Kepala Bagian lingkungan Setda Lembata.

Sekda Lembata mengatakan pengembangan pariwisata premium  erat kaitan dengan produk dan layanan pariwisata yang berkualitas, karena itu diperlukan kearifan lokal untuk menjadi kekuatan utama sebagai penumpang pengembangan pariwisata.

Dalam konteks pengembangan kearifan lokal Sekda Paskalis mengharapkan pengembangan pariwisata premium harus menjadi pintu masuk pengembangan ekonomi masyarakat.

“Pariwisata harus menjadi pintu peningkatan kapasitas masyarakat pada usaha lain baik dari segi daya saing, produk maupun sumber daya manusia,” tegas Paskalis.

Terhadap kegiatan rapat koordinasi percepatan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Sekda Lembata memberikan apresiasi karena ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan visi pembangunan Kabupaten 2017-2022 yakni terwujudnya Lembata yang produktif dan berdaya saing untuk kesejahteraan rakyat berkelanjutan.

“Hari ini bersama Badan Pelaksana Oto ritan Labuan Bajo Flores kita tidak hanya membentuk kelompok kerja, tetapi juga menghasilkan program kerja,”tegas Sekda.

Sementara itu, Nesya Amelia, Direktur IK BPOLBF, menjelaskan BPOLBF terbentuk dengan dua fungsi berdasarkan Perpres yakni otoritatif dan koodinatif.

“Fungsi otoritatif yakni kami dipercaya untuk mengelola lahan pemerintah. Dan Fungsi koordinatif menjadi tolak ukur kami dalam mempercepat pembangunan pariwisata dengan mensinegrikan seluruh kementrian/lembaga sehingga tercapai pembangunan daerah terutama di sektor pariwisata,” ungkap Amelia.

Ia optimis pariwisata Lembata akan maju dan banyak mendapat kunjungan wisatawan. Ia lalu berharap rapat koordinasi ini sebagai jalan untuk mendapat masukkan dan insight baru guna membangun pariwisata Lembata menjadi lebih baik. ***(sultan baginda)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *