Pesta di Rumah Penyu, Cara Pemkab Sika Merayu Wisatawan

suluhnusa.com – Guna mendorong minat Wisatawan ke destinasi wisata Bahari di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Pemerintah setempat menggelar even tahunan bertajuk, Perayaan Pesta Laut Desa Pemana 2019, Inovasi melestarikan keindahan budaya, Pamana.

Menariknya, pagelaran pesat laut tersebut dilaksanakan di pulau Anano, sebuah pulau kecil yang terletak di Teluk Meumere, Kabupaten Sikka. Tempat orang dengan leluasa menyaksikan Penyu dan Kura-Kura bertelur pada setiap awal bulan.

Jika anda tertarik untuk menikmati keindahan panorama laut dan tertarik meneliti hewan Penyu (Chelonioidea) dan Kura-Kura (Testudines) dan kebiasaan-kebiasaannya bereproduksi, Pulau Anano adalah tempat yang dapat anda kunjungi.

Penyu, Salah satu hewan Purba itu dapat ditemukan dengan mudah di Pulau Anano, terutama pada musim bertelur setiap bulan.

Penyu adalah hewan laut yang ditemukan di semua samudra di dunia. Menurut data para ilmuwan, penyu sudah ada sejak akhir zaman Jura atau seusia dengan dinosaurus.

Kura-kura adalah hewan bersisik, berkaki empat yang termasuk golongan reptil. Bangsa hewan yang disebut Testudinata ini khas dan mudah dikenali dengan adanya ‘rumah’ atau batok yang keras dan kaku. Nama ilmiah hewan ini adalah Testudines.

Pesta Laut di Pulau Anano adalah cara Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur terus berinovasi, mengembangkan potensi Pariwisata guna menaikan kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut. Salah satunya adalah gugusan pulau kecil yang tersebar di teluk Maumere, Kabupaten Sikka.

Selain Pulau Pemana yang terkenal, kini pemerintah setempat memperkenalkan Pulau Kecil Anano. Pulau tersebut ditetapkan sebagai salah satu objek wisata dalam kegiatan Pesta Laut Desa Pemana 2019, Inovasi melestarikan keindahan budaya. Pesta laut ini merupakan ritual tahunan dan menjadi agenda tahunan bersama untuk menarik wisatawan.

“Pesta laut dilakulan di Pulau Anano karena potensi Pulau Anano ini sangat besar. Setiap bulan masyarakat sering melihat kura-kura dan penyu bertelur disini,” ungkap Kepala Desa Pemana, La Ampo, dalam Perayaan Pesta Laut Desa Pemana 2019, Inovasi melestarikan keindahan budaya, Pamana, Rabu (16/10) lalu.

Kepala Desa setempat berkomitmen menjaga dan melestarikan habitat Penyu dan Kura-Kura di Pulau Anano.

“Kalau pulau Anano atau pulau Pemana kecil ini dikelola dengan baik, habitat Penyu dan Kura-Kura di jaga dengan baik, maka ini akan menarik wisatawan untuk datang ke pulau Anano, yang akan akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pulau Pemana,” ujar La Ampo.

Sementara Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, mengatakan, Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur telah menetapkan Pariwisata sebagai penggerak ekonomi masyarakat, sehingga ini memberi keuntungan bagi Kabupaten Sikka yang telah memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa.

“Kabupaten Sikka adalah Indonesia mini. Kabupaten Sikka juga merupakan Kabupaten yang memiliki banyak budaya dan tempat-tempat destinasi pariwisata yang selalu dapat mengangkat nama Indonesia ke manca negara,”ungkap Bupati Sikka.

Tahun 500 an Masehi, Nenek moyang kita sudah mendiami Pulau-pulau kecil di teluk Maumere.  sebagai warisan leluhur tentunya harus dikembangkan menjadi sesuatu yang bersinar.

Bupati Sikka menjelaskan, Pulau Anano menjadi anak dari pulau Pemana, yang duluhnya merupakan Pulau Kambing atau pulau kecil.

“Dari pulau ini akan dibesarkan dan dari pulau ini sudah dilakukan beberapa kali festival dan tahun depan akan dibuat lebih meriah lagi,” bebernya.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogopun menyatakan komitmennya mengembangkan Pulau kecil di teluk Maumere itu menjadi destinasi wisata kebanggan Sikka. Pengembangan destinasi membutuhkan daya dukung yang sempurna baik dari pemerintah maupun masyarakat.

“Kepala Dinas Pariwisata dan beberapa pimpinan OPD terkait, mulai saat ini sudah mulai memikirkan apa yang mestinya kita kembangkan di sini,” ungkapnya.

Bupati Sikka menyebutkan, pihaknya tengah menjajaki kerja sama pengembangan Pariwisata dnegan Kabupaten Wakatobi.

“Perlu ada kerjasama antara daerah dan saat ini sudah ada tawaran dari pulau Wakatobi, karena disana merupakan destinasi pariwisata bahari, kerjasama ini sangat perlu karena disana destinasi bahari sudah sangat luar biasa khususnya pulau Wakatobi,” ujar Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo.

Selain itu, peluang pengembangan Pesta Laut ini ke depannya,perlu dipikirkan juga bagaimana pola pendekatan yang harus dilakukan oleh pemerintah dari atas sampai ke tingkat yang paling bawah dengan masyarakat adat.

 hosea

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *