suluhnusa.com_Alor Kranaval satu dan Ekspo ke delapan tingkat kabupaten Alor yang di adakan selama empat hari dari tanggal 9 Agustus hingga 14 agustus di buka dengan resmi oleh Asisten tiga Setda Propinsi NTT Drs, Klemens Meba mewakili Gubernur NTT di lapangan kalabahi.
Dalam Sambutan Gubernur NTT yang di bacakan oleh Ass tiga Drs, Klemens Meba mengatakan bahwa,sejalan dengan informasi dan arus golbalisasi yang tidak dapat di bendung terdapat keberagaman budaya dan parawisata di Daerah.
Oleh sebab itu setiap kegiatan budaya dan Parawisata tidak saja, terbatas pada pengembangan usaha, namun wajib di uapayakan agar mengangkat citra dan martabat Daerah Masyarakat Alor di mata internasional.
Dikatakanya, kegitan Budaya dan Pariwisata merupakan kegiatan yang cerdas dan srategis, untuk mengikuti perkembangan dunia dan kebutuhan multi sector yang terus mengemuka.
Kegiatan Alor Karnaval satu dan ekspo ke delapan memiliki beberapa keunggulan, Substantif, apabila dicermati asas manfaat baik oleh penyelenggara ataupun masyarakat.
Pariwisata yang sering didengungkan oleh Gubernur NTT, adalah Taman laut karena sangat baik dibanding oleh Bunakenoleh sebab itu sering dikampanyekan oleh Gubernur NTT dibergai acara.
Oleh sebab itu kita bersama mendukung agar potensi yang ada tetap di gali. Alor harsu bisa sperti bali dan jogyakrta, tegas Meba
Sementara itu Bupati Alor dalam sambutannya mengungkapkan, Alor sangat indah asal pandai kita menikmatinya.
Dan Alor pantas menjadi beranda depan Negara kesatuan Republik Indonesia karena memiliki berbagai keajaiban keunikan, potensi budaya dan Pariwisata serta beragam Agama, suku, sosial dan bahasa.danMasyarakat Alor menjelaskan dan menegaskan diri sebagai minatur Indonesia dan akan menjadikan bumi Alor sebagai Surga di Timur Matahari.
“Itulah posisi tawar kita, itulah jati diri kita, untuk menyosong era globalisasi untuk menatap masa depan yang lebi baik,” Jelas Djobo.
Dikataknya, Dengan memanfaatkan peluang dan potensi Daerah sebagi anugrah Tuhan dalam Program gema Mandiri .khususnya penguatan struktur ekonomi yang berdaya saing dalam spirit tancap gas.
Pembangunan Pariwisata berbasis budayatelah membrikan ruang krasi kepada Masyarakatuntuk menampilkan karya-kaya seninyadan produk-produk kreatifyang di kemas oleh tangan-tangan terampil dari generasi yang telah lahir dari bumi nusa seribu pohon.
Secara simultan sebagai pemberdayaan ekonomi dan memacu partisipasi masyarakt untuk membenahi dan memperluas budaya daerahsebagi wujud jati diri untuk bersaing dengan Produk-produk lain di tingkat regional dan Nasional.
Menurutnya tema utama yang telah mengispirasi Alor Karnaval satu dan ekspo ke delapan adalah, Jelajah Alor mewujudkan Investasi. Tema ini sangat konsektual dengan peradaban baru yang mengantarkan masyarakat daerah ini untuk lebih melihat peluang investasi dari potensi-potensi lokal yang ada di daerah ini, yang belum di kelolah secara sistimmatis untuk membrikan harga dan nilai bagi kehidupan masyarakat yang nyata berkeadilan dari sisi ekonomi.
Semangat baru dalam suatu gerakan pembaruan secara merata tepat dan cepat sesuai potensi sumber daya alam, secara proposional melalui strategi pembangunan antara lain melalui media ekspo dan Alor Karnaval satu tahun 2104.
Mendasari pemahaman tersebut sasaran yang akan di capai adalah menumbuh kembangkan kecintaan pada Budaya local sekaligus meningkatkan kehidupan social ekonomi masyarakat yang cinta budaya secara paralel dan terintegratif perlu di kembangkan Potensi budaya , serta potensi ekonomi kreatif masyarakat pada momentum ini.
Perlu di ketahui juga bahwa, Alor Karnaval satu dan Ekspo kedelapan juga di hadiri oleh sesepuh Alor Ir, Ans Takalapeta dan H. Jusran Tahir, forum komunikasi pinpinan daerah dan sejumlah undangan lainnya.
Menurut laporan Panitia yang di bacakan Victor Imang bahwa Alor karnaval satu dan ekspo ke delapan mengahabiskan dana Rp. 622 juta dengan target akan menarik investasi dari nasional maupun internasional untuk datang ke Alor.
Ekpo kedelapan juga menampilkan berbagi kreasi dari masyarakat Alor dengan membuka stand untuk pameran komoditi local salah satunya Kopi cita rasa Alor. Kegiatan ini juga di lakukan bertepatan dengan sail Indonesia di mana Alor juga merupakan salah satiu Destisinasi singgahan para sail. (iwankamaleng)
