suluhnusa.com – Hari ini, 21 April 2020, Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, kembali mengumumkan dua orang pelaku perjalanan positip hasil Rapid Test. Keduanya sudah menjalani perawatan di ruangan isolasi RSUD Lembata.
Pemerintah Kabupaten Lembata melakukan berbagai upaya demi meredam pandemi virus Corona. Beberapa di antaranya adalah menggelar rapid test untuk mengindentifikasi pelaku perjalanan yang berpotensi menyebarkan virus.
Melalui langkah ini, pemerintah dan tenaga medis bisa melakukan tindakan pencegahan agar kasus positif COVID-19 di Lembata dapat terbendng.
Karena keterbatasan Alat Rapid Test, maka pemeriksaa atau skrining awal ini hanya dilakukan bagi pelaku perjalanan yang dikarantina. Dan hasilnya sudah tiga orang positip rapid test.
Hasil rapid test petama diumumkan oleh Bupati Lembata, 14 April 2020. Delapan hari lalu. Sudah satu minggu lewat. sayang langkah berikutnya melalui tes PCR belum bisa dilakukan karena hasil swab belum di kirim ke Surabaya.
Rapid test adalah cara skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona.
Bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, hal itu berarti tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus corona.
Pembentukan antibodi memerlukan waktu, bisa sampai beberapa minggu.
Perlu dicermati, rapid test hanya bersifat pemeriksaan skrining atau penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosis infeksi virus Corona.
Jika hasil rapid test positif menandakan orang yang diperiksa tersebut pernah terinfeksi virus Corona. Meski begitu, orang yang sudah terinfeksi virus Corona dan memiliki virus ini dalam tubuhnya bisa saja mendapatkan hasil rapid test yang negatif, karena tubuhnya belum membentuk antibodi terhadap virus Corona.
“Rapid Test belum menjamin sesorang positip Korona atau tidak. Karena dia masih melalui dua Kali test PCR, Tes PCR itu sampai sekarang kan belum diambil,” ungkap juru bicara gugus tugas covid 19, yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, dr. Lucia Chandra kepada wartawan di Kuma Resort, 21 April 2020.
Bila hasil rapid test positif, jangan panik dulu. Antibodi yang terdeteksi pada rapid test bisa saja merupakan antibodi terhadap virus lain atau virus Corona jenis lain, bukan yang menyebabkan COVID-19.
Mengacu pada hal tersebut, orang yang hasil rapid test-nya positif perlu melakukan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) yang bisa mendeteksi langsung keberadaan virus Corona, bukan melalui ada tidaknya antibodi terhadap virus ini. Tes PCR inilah yang memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus Corona.
Sayangnya sampai dengan saat ini, swab terhadap pelaku perjalanan yang sudah diumumkan positip rapid test pertama belum juga dikirim ke Surabaya.
Sebelumnya, Sekda Kabupaten Lembata, Paskal Tapobali menegaskan, hasil rapid test yang reaktif positif belum tentu mengindikasikan pasien tersebut positip terinfeksi virus SARS-COV2 yang menyebabkan Covid-19 di tubuh seseorang.
“Jadi ini sesuatu yang belum pasti bahwa dia positip Korona atau tidak kan. Tetapi ada heboh di tingkat masyarakat, sampai ada penolakan terhadap orang yang menampung beliau ini. Juga stigmatisasi terhadap teman-teman yang duduk bersama-sama dengan dia (pasien P1 Suspect Korona). Seolah-olah ini sudah positif korona semua, padahal ini masih tahapan awal rapid test,” ujar Sekda Lembata, Paskalis Tapobali.
Menurut Sekda Lembata, Ini yang harus disampaikan ke masyarakat supaya jangan mendahului medis.
“Kita waspada tetapi kita tidak menjustice seseorang, bahwa dia sudah korona. Kita sama-sama berdoa dan sama-sama mengharapkan supaya Lembata ini tetap bersih dari virus Korona,” ujar Sekda Tapobali.
Tapobali menambahkan pengambilan dan pengiriman swab tenggorokan atau hidung bagi P1 suspect Korona di Lembata, Nusa Tenggara Timur masih menanti cooler Box. Sementara itu, pihak RSUD Lewoleba masih membutuhkan sejumlah peralatan medis, seperti Cooler box, Ice Pack, blue tips steril dan aliqid steril, serta VTM.
Peralatan tersebut sangat dibutuhkan pihak RSUD Lewoleba guna mengambil, menyimpan serta mengirim Swab P1 Korona asal Lembata untuk di Kirim ke Laboratorium di Surabaya. Sejauh ini pihak RSUD Lewoleba sudah siap melakukan swab tetapi menunggu koordinasi antar sektor bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata. ***
sandrowangak
