Satu PDP Yang dirawat di RSU Lewoleba Karena Gagal Ginjal

suluhnusa.com –HINGGA Akhir bulan, Selasa (31/3/2020), Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Lembata mengeluarkan data terjadi penambahan Orang dalam Pemantauan Covid-19. Total ODP di Lembata menjadi 37 orang. Sedangkan pelaku perjalanan dari daerah terpapar sebanyak 233 orang.

Kabar baiknya adalah 3 orang dalam masa pemantauan selama 14 hari, dinyatakan negatif Covid-19. Sedangkan sebanyak 34 orang dalam perawatan mandiri di rumah dan dalam pantauan tim satgas covid-19.

Demikian data resmi diterima wartawan, Selasa (31/3/2020).

Sementara itu,  berubahnya konstelasi Covid-19 secara Nasional, merubah struktur penanganan Covid-19 di daerah. Hingga saat ini, Sabtu (31/3/2020) sudah 1.528 orang di Indonesia, dinyatakan terpapar Covid-19.

Kini, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Lembata, diambil alih oleh Bupati.  Dandim dan Kapolres Sebagai Wakil, sedangkan Kepala Dinas Kesehatan dan Kalak BPBD sebagai Sekretaris.

Sementara, sejak Minggu (29/3) malam.lalu, RSUD Lewoleba merawat satu orang pasien dalam pengawasan (ODP) Covid-19 yang sebelumnya masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) karena baru kembali dari Jakarta. PDP itu masuk dan dirawat di ruang isolasi runah sakit dengan keluhan sesak nafas, batuk dan pilek.

Demikian dijelaskan Dr Lucia Shandra, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lembata kepada media ini, Rabu, 1 April 2020.

Ia menjelaskan, satu orang PDP yang dirawat di RSUD Lewoleba, sebelumnya sudah memiliki beberapa penyakit.

“Kebetulan datang dari daerah yang sudah transmisi lokal dan ada batuk sehingga statusnya ODP,” kata dr Lucia.

Dalam perjalanan, terangnya, ODP ini mengalami batuk dan sesak nafas sehingga masuk dan dirawat di rumah sakit, sehingga statusnya pun berubah menjadi pasien dalam pengawasan (PDP).

Sejauh ini, tegasnya, PDP dimaksud belum positif Covid-19 karena untuk menentukan positif atau tidaknya harus melalui pemeriksaan laboratorium di Surabaya.

Berdasarkan diagnosa dokter dan sambil menunggu hasil pemeriksaan lengkap dari laboratorium Surabaya, pasien tersebut juga menderita gagal ginjal. ***

 

Sandro Wangak

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *