WEEKLYKINE.NET – Tiga puskesmas di Lembata diresmikan oleh Bupati Lembata, Ekiazer Yentji Sunur, 10 Maret 2020.
Acara peresmian yang direncanakan sekitar Pkl. 13.00 WITA harus molor sampai Pkl. 15.00 menunggu Bupati Lembata yang masih melaksanakan rapat bersama para PPK di ruangan kerjanya.
Usai memimpin rapat bersama PPK, Bupati Lembata didampingi Ketua Penggerak PKK, Yuni Dharmasanti dan Ketua DPRD Lembata, Piter Gero tiba di lokasi peresmian disambut Camat Ile Ape, Stanislaus Kebesa Langoday, Kepala Puskesmas Waipukang, Kepala Puskesmas Lamau dan Kepala Puskesmas Hadakewa.
Hadir pada kesempatan itu para Kepala Desa di tiga Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur dan Kecamatan Lebatukan bersama camat masing masing.
Ketua DPRD Lembata, Piter Gero, pembangunan disektor lain mendukung sektor pariwisata sebagai leading sektor pembangunan.
Untuk itu, Gero meminta kepada semua pihak untuk mendukung pembangunan yang saat ini sedang dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Lembata.
Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur dalam sambutannya menjelaskan Puskesmas, Pusat Kesehatan Masyarakat yang saat ini diresmikan yakni Puskesmas Waipukang, Puskesmas Lamaau dan Puskesmas Hadakewa dapat memberi dampak positif terhadap kesehatan.
“Ini Pusat Kesehatan Masyarakat, fasilitas primer sehingga pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan juga harus prima. Menunjang kesehatan masyarakat,” ungkap Yentji Sunur.
Lebih jauh, Bupati Lembata, mengungkapkan saat ini semua pihak sedang waspada virus Corona, Covid-19, karena bukan lagi menjadi isu kesehatan tetapi sudah menjadi wabah.
Selain itu Sunur juga menyoroti sumber daya manusia kesehatan harus bisa mendukung performance gedung puskesmas.
“Gedung ini sudah bagus. Sudah megah. Performancenya sudah oke. Tinggal sumber daya manusia yang handal agar performance pelayanan prima dan paripurna agar ada peningkatan kesehatan masyarakat,” ungkap Sunur.
“Menjaga lingkungan yang bersih, adalah pola atau tindakan untuk menjaga virus Corona. Kalau sanitasi kita baik dan kuat maka saya rasa kita bisa antisipasi virus. Apalagi cuaca kita panas. Juga minum arak yang memiliki suhu/kadar tertentu mudah mudahan bisa meningkatkan kekebalan dan mencegah virus Corona,” ungkap Sunur.
Pernyataan Bupati Lembata terkait Kadar Alkholol dalam Arak diduga mampu mencegah Virus Corona bukan baru saja disampaikan pada kesempatan tersebut, tetapi sudah beberapa kali disampaikan dalam berbagai kesempatan.
Bahkan pada kesempatan peresmian tiga Puskesmas yang terpusat di Puskesmas Waipukang, Bupati Lembata sempat memberi pertanyaan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, dr Lusia Sandra G. A terkait tes kadar alkholol dalam arak yang mampu mencegah virus Corona.
“Berapa Kadar Alkholol yang bisa mencegah Corona. Ibu Kepala Deinas kesehata mestinya harus tes terlebih dahulu ?” tanya Bupati Lembata.
Beberapa dokter yang dikonfimasi suluhnusa.com, 10 Maret 2020, serempak membantah bahwa belum ada penelitian ilmiah tentang Arak yang memiliki kadar alkohol tertenu mampu mencegah virus corona.
“Waduh…blm bisa dibuktikan secara medis tuh,” ungkap dr. Ari Wijayana.
sementara itu banyak informasi berseliweran mengenai ramuan hingga obat penangkal virus yang diduga berasal dari kelelawar tersebut. Salah satunya yang paling populer adalah bagaimana alkohol dipercaya dapat membunuh virus.
Entah bercanda atau serius, banyak dari masyarakat mengambil kesimpulan dengan menganggap bahwa mengonsumsi alkohol dapat ‘menyembuhkan’ seseorang yang terkena infeksi virus corona. Sama seperti ide meminum alkohol dapat membunuh virus corona, maka meminum disinfektan juga harusnya memiliki manfaat yang sama, kan?
Tapi sebelum dijelaskan lebih lanjut, sebagai informasi singkat, kita semua harus mengerti bahwa infeksi yang disebabkan oleh virus corona terjadi di bagian pernafasan atas bukan di lambung ya!
Pakar penyakit dalam dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, Dr. dr. Sukamto Sp.PD, KAI mengenai apakah betul bahwa mengonsumsi alkohol dapat mengobati virus corona? Jawabannya jelas tidak. Begini penjelasan ilmiah yang sederhana mengapa minum alkohol bukan solusi bijak mengatasi wabah virus corona.
Pertama-tama, kata dr. Sukamto, setiap makanan dan minuman yang masuk ke mulut akan langsung bertemu dengan kelenjar liur. Kelenjar liur tersebut akan mengubah kandungan zat pada makanan.
“Belum lagi nanti masuk ke lambung, di lambung dan usus 12 jari itu ada keluar yang disebut insulin. Jadi begitu dia (makanan atau minuman) masuk ke mulut kemudian ke lambung, si alkohol tadi diubah menjadi gula atau glukosa dan sebagain di metabolisme berakhir di hati yang namanya detoksifikasi,” kata dr. Sukamto.
Detoksifikasi pada fisiologi sendiri merupakan lintasan metabolisme yang bekerja mengurangi kadar racun dalam tubuh lewat metode penyerapan, distribusi, biotransformasi dan eksresi molekul toksin. Karena itu juga, lanjut dr. Sukamto, orang yang kecanduan alkohol memiliki risiko penyakit hati yang lebih tinggi.
“Orang kecanduan alkohol pada dosis tertentu hatinya rusak. Bisa menjadi fatty liver atau pelemakan hati. Itu yang banyak terjadi di Eropa dan Amerika,” lanjutnya.
Kedua, semua proses dalam tubuh tersebut pada akhirnya tidak membuat alkohol bekerja menjadi penyelamat seseorang yang terkena infeksi virus corona. Sebaliknya, alkohol dengan kadar tak seberapa yang telah dikonsumsi malah berubah menjadi gula atau glukosa.
“Artinya, komponen utama dari alkohol itu ya dia akan menjadi gula dan tidak akan bisa membunuh (virus corona) kalau beredar dalam darah. Alkohol juga tidak masuk dalam bagian saluran nafas atas yang terinfeksi corona, yang ada malah merusak hati, sebagai salah satu produsen utama (kekebalan) daya tahan tubuh,” terangnya.
Jadi walau hanya bercanda dengan mempromosikan minum alkohol untuk mengatasi virus corona, dr. Sukamto lebih mengingatkan mengenai pentingnya menjaga pola makan agar imun atau daya tahan tubuh tetap fit selama menghadapi musim penuh penyakit menular seperti sekarang.
Ia mengatakan, semua makanan seperti karbohidrat, lemak, vitamin, mineral hingga protein, dan zat-zat mikronutrien lainnya sangat diperlukan oleh tubuh dalam kadar yang seimbang dan pas.***
sandro wangak
