Orang Kusta Yang Ditolak Keluarga

suluhnusa.com_ Walau sudah didiagnosa dokter Rumah sakit dr. T. C Hillers Maumere bahwa penyakit itu sudah sembuh

Wihelmus Kolin (42 thn), yang pernah menderita penderita kusta ditolak oleh kelurga dan sanak familinya.

Kolin berasal dari Kalike-Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flotim kini ditangani Dinas Sosial melalui Rumah Perlindungan dan Trauma Center setelah sebelumnya ditolak keluarga di kampung halamannya.

Hal ini disampaikan oleh Yoseph Lawe Oyan, Pengelola dan Pekerja Sosial Rumah Perlindungan dan Trauma Center Kab. Flotim kepada wartawan, di kantor Rumah Perlindungan dan Trauma Center Kab. Flotim.

Penolakan tersebut, kata Yoseph dikarenakan Wilhelmus Kolin dalam kondisi sakit keras yang memungkinkan dia tidak bisa dirawat lagi oleh keluarganya.

“Padahal ia sudah didiagnosa oleh dokter Rumah sakit dr. T. C Hillers Maumere sudah sembuh dari penyakitnya dan ia dalam tahap penyembuhan atas luka yang dideritanya saja,” katanya.

Selain kondisi fisik, penolakan terhadap wilhelmus juga dikarenakan dirinya diketahui hanyalah anak angkat setelah dirinya ditinggal orangtuanya. Masalah ekonomi pun, tutur Yoseph mengiringi alasan keluarga menolak kehadiran Wilhelmus.

“Setelah ia diantar ke kami, kami pun turun ke kampungnya di Kalike melakukan mediasi agar ia diterima disana tapi keluarganya menolak dia (wilhelmus) dengan alasan tersebut sehingga kami memutuskan kembali ke Larantuka serta mencoba merawatnya di RSUD Flotim setelah sebelumnya menginap di Puskesmas Kalike,” katanya lagi.

Di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hendrikus Fernandez Flotim juga kata Yoseph, wilhelmus belum bisa mendapatkan perawatan atas penyakit yang dideritanya tersebut.

Hal ini dikarenakan ketiadaan tenaga medis khusus untuk penyakit ini dan juga ketiadaan obat.

“Barulah jumad malam kami ambil dia untuk kami jaga di rumah ini. Kami juga tidak bisa buat apa-apa pak, kami tidak punya keahlian untuk ini, obat saja tidak punya. Kami hanya bisa memberi dia makan dan mengganti perbannya saja. Semua ini kami lakukan karena kemanusiaan semata” tutur pria yang juga dosen di salah satu kampus di Flotim ini.

Akan Menjalani Rehabilitasi Di Noemuti-TTU
Untuk mengatasi persoalan tersebut, kata Yoseph pihaknya sebagai bagian dari Dinas Sosial sedang mengurus berkas Wilhelmus ke Pemerintah Daerah agar Wilhelmus dapat segera menjalani Rehabilitasi dan diberi pelatihan.

“Kami masih menunggu berkasnya keluar, biar ia diantar ke pusat rehabilitasi kusta di Noemuti-TTU karena kondisinya sejauh ini tidak bisa jalan lagi. Ia hanya merangkak dengan kedua tangan sebagai penopangnya,”ungkapnya.

Ketika ditanya, bagaimana dengan kedua anak wilhelmus yang sejauh ini belum diketahui keberadaan Bapaknya, Yosep berharap ketika mereka membaca berita ini dapat segera datang untuk menemui ayah mereka tersebut.

“Ia mengalami depresi yang sangat berat. Dari informasi yang kami dapat, istrinya sudah lama meninggal. Tinggal kedua anaknya itu. Jadi saya minta kalaupun mereka baca berita ini, tolong datang untuk lihat bapak mereka ini,”harapnya. (balakeban)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *