KERJA SAMA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DENGAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MELAKSANAKAN KONSELING BAGI ANAK YANG BERMASALAH DI SLTP NEGERI II SO’E

Abstrak

Providing background in the matter is that there are undisciplined students who violate the school order, and therefore there needs to be inter-teacher counseling with Christian education teachers in administering counseling for the student in trouble. The question in this study is how counseling and counseling teachers with a Christian education teacher perform counseling for troubled children in SLTP country II So’e. It is a qualitative descriptive study aimed at describing a symptom or fact that occurs. The data needed in the study is data obtained directly from interviews with respondents or informen consisting of 2 guidance and counseling teachers, 2 Christian education teachers and 25 students. Studies have shown that guidance and counseling teachers and Christian education teachers in SLTP II So ‘e are providing counseling for troubled children. Cooperation is done in a way together with a collaborator of programs, approaches and escorts to troubled students, seeking solutions and administering sanctions. However, in the implementation of jointly planned programs does not carry out according to the planned program agreement. There are teachers who do not communicate with one another, informing others. While demas cooperation between guidance and counseling teachers and Christian education teachers may reduce problem students. From the foregoing, it can be concluded that with guidance and counseling teachers with a Christian education teacher covering a program of guidance, the Christian educational teacher gives information and data to the guidance teacher and counseling about the student having a problem with the type of problem and thus reducing the student who has a problem.

Keywords: planning, cooperation


Abstrak

 Yang menjadi latar belakang dalam masalah ini yaitu terdapat siswa yang tidak disiplin dan melanggar tata tertib sekolah, oleh karena itu perlu adanya kerja sama antar guru Bimbingan konseling dengan guru Pendidikan Agama Kristen dalam melaksanakan konseling bagi siswa yang bermasalah. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana kerja sama guru Bimbingan dan Konseling dengan guru Pendidikan Agama Kristen dalam melaksanakan konseling bagi anak yang bermasalah di SLTP Negeri II So’E. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan sebuah gejala atau fakta yang terjadi. Data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu data yang diperoleh langsung oleh peneliti dari hasil wawancara dengan responden atau informen yang terdiri dari 2 orang guru Bimbingan dan konseling, 2 orang guru Pendidikan Agama Kristen dan 25 orang siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya kerja sama guru  Bimbingan dan Konseling dengan guru Pendidikan Agama Kristen di SLTP Negeri II So’E dalam melaksanakan konseling bagi anak yang bermasalah. Kerja sama dilakukan dengan cara bersama-sama penyusunan program, pendekatan dan pendampingan kepada siswa yang bermasalah, mencari solusi dan pemberian sanksi. Akan tetapi, dalam pelaksanaan program-program yang direncanakan bersama tidak terlaksanakan sesuai dengan kesepakatan program yang direncanakan. Terdapat beberapa guru yang tidak saling berkomunikasi, memberikan informasi kepada guru yang lain. Walaupun demikan kerja sama antara guru Bimbingan dan Konseling dengan guru Pendidikan Agama Kristen dapat mengurangi siswa yang bermasalah. Dari pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa dengan adanya Kerja sama guru Bimbingan dan konseling dengan guru Pendidikan Agama Kristen meliputi merencanakan program bimbingan, guru Pendidikan Agama Kristen memberikan informasi dan data kepada guru Bimbingan dan Konseling tentang siswa yang bermasalah dengan jenis masalahnya sehingga dapat mengurangi siswa yang bermasalah.

Kata Kunci: Perencanaan, kerja sama


DOWNLOAD FILE PDF

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *