Kunjungi SMAK Arastamar Matap, Kakanwil Kemenag NTT Dukung Proses Penegrian

Kalau yang lain ditolong, kami juga jangan dilupakan. Dalam setiap aktivitas, tolong ingat kami di Matap, Wolwal Barat

KALABAHI – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, mengaku terharu melihat kehidupan masyarakat pedesaan di wilayah Kabupaten Alor yang hidup sederhana namun penuh kerukunan dan kedamaian.

Hal itu disampaikan Kariyanto saat melakukan kunjungan kerja ke SMAK Arastamar Matap di Desa Wolwal Barat, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor, Senin (25/5/2026).

“Saya merasa terharu. Ternyata di pedesaan ada orang-orang yang menikmati hidup dengan kesederhanaan dan keterbatasan, tetapi hidup rukun dan damai, tidak seperti di kota,” ujarnya dalam sambutan.

Dalam kesempatan tersebut, Kariyanto juga menyampaikan dukungan penuh terhadap proses penegrian dan pengembangan sekolah tersebut ke depan.

Ia berharap SMAK Arastamar Matap dapat berkembang dan bersaing dengan sekolah-sekolah keagamaan lainnya di Kabupaten Alor.

“Kiranya sekolah ini maju dan mampu bersaing seperti sekolah keagamaan lainnya di Kabupaten Alor,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bimas Kristen Kanwil Kemenag NTT, Yakobis Oktavianus, mengatakan proses penegrian sekolah saat ini sedang berjalan dan telah memasuki tahap verifikasi.

Menurut dia, pemerintah sebenarnya telah menyiapkan rencana pembangunan gedung sekolah, namun pelaksanaannya masih terkendala penyesuaian anggaran nasional.

“Kalau anggaran sudah tersedia, pembangunan gedung sekolah ini akan menjadi prioritas,” ujarnya.

Yakobis menambahkan, apabila status negeri berhasil diperoleh, maka pembangunan sarana prasarana dan kebutuhan sekolah dapat didukung langsung oleh pemerintah pusat.

Ketua Komite Sekolah, Anselmus Songkai, menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah terhadap sekolah yang baru berusia sekitar 104 minggu itu.

Ia juga mengapresiasi dukungan SMTK Alor yang selama ini menjadi mentor hingga izin operasional sekolah dapat diterbitkan dan proses penegrian berjalan cepat.

Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan baik walaupun sementara masih menggunakan bangunan darurat, kata Anselmus.

Ia berharap pemerintah dapat membantu pembangunan fasilitas permanen di lokasi sekolah yang telah diserahkan kepada Menteri Agama RI.

“Kalau yang lain ditolong, kami juga jangan dilupakan. Dalam setiap aktivitas, tolong ingat kami di Matap, Wolwal Barat,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMAK Arastamar Matap, Yupither Malailoi, mengatakan kunjungan dari berbagai pihak Kementerian Agama, baik tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat, menjadi motivasi besar bagi sekolah tersebut.

Ia mengaku bersyukur karena sekolah yang dibangun dari nol kini mulai berkembang dan mendapat perhatian luas.

“Saya percaya dukungan dari semua pihak terhadap sekolah ini dapat kami jaga dan kembangkan demi peningkatan mutu pendidikan di daerah ini,” tuturnya.

Yupither berharap ke depan sekolah di wilayah pelosok seperti SMAK Arastamar Matap dapat memiliki sarana dan prasarana yang lebih layak demi menunjang kenyamanan belajar para siswa.

Turur hadir dalam kegiatan tersebut yakni Yang dampingi beliau Kepala bidang Bimas Kristen Provinsi NTT,

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor, Kepala seksi pendidikan kristen Kabupaten Alor, Ketua Yayasan Yakritu Harapan Alor, Kepala Sekolah SMTK Alor, Kepala Sekolah MAN, Ketua KUA, sejumlah ASN Kemenag Kabupaten Alor.+++


j.k


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *