ETMC dan Magis Tuan Rumah, Persami Horro Terhenti, Persebata Melaju Ke Semi Final

SULUH NUSA, LEMBATA – SEJARAH Liga 3 Zona NTT, ETMC sejauh ini masih percaya pada magis tuan rumah sebagai jawara. Sebab sejak gelaran ETMC 2010 di Kupang, Piala ETMC selalu menjadi milik tuan rumah. Dan 2022, magis tuan rumah masih berpihak. Persebata Lembata sebagai tim tuan rumah memastikan diri sebagai tim pertama yang lolos ke semifinal final.

 

Laga panas penuh gengsi tim tuan rumah Persebata Lembata vs Persami Maumere berakhir dramatis. Melakoni pertandingan pertama delapan besar kedua tim menampilkan permainan ngotot sejak wasit Anton Rismiaji meniup pluit kick off.

 

Dua puluh menit pertama Peraebata Lembata mampu mendikte permainan Persami Maumere. Berhasil menguasai bola sampai babak pertama usai. Saynagnya belum ada gol tercipta.

 

Persami Maumere memilih bermain hati hati sesekali berusaha membangun serangan tetapi gagal dikaki pemain belakang Persebaya yang dikawal Manches, Willy Kobun dan Denys.

 

Peluang persebaya datang pada menit awal babak pertama, Master memberikan umpan krosing usai memenangkan bola kemelut di depan gawang dan memberi asist manis ke Luis, bola masih terlalu tipis di atas mistar gawang.

 

Asyik menyerang sejak babak pertama sampai pertengahan babak kedua, Lembaga kebobolan terlebih dahulu.

 

Laskar Nian Tana Sikka menjeb gawang Persebaya pada menit ke-95 oleh Marcelino Patriks atau babak pertama tambahan waktu 2×15 menit.

 

Gol ini berkat counter attack yang dilakukan Persami di awal-awal babak pertama perpanjangan waktu.

 

Laga babak delapan besar ini diwarnai insiden meledaknya gas air mata di pinggir lapangan Gelora 99, Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Kamis (22/9/2022) pagi, terpaksa dihentikan wasit pada menit ke-28.

 

Pasalnya, tanpa sengaja gas air mata meledak hingga gas menyebar keluar dan mengganggu mata pemain kedua kesebelasan.

 

Kabag Ops Polres Lembata, AKP Agustinus Salawane menjelaskan bahwa ledakan gas air mata yang terjadi tidak disengaja oleh polisi

 

Peristiwa itu terjadi saat polisi sedang berupaya menghalau penonton di dekat mobil pengamanan polisi. Saat berdesakan dengan penonton, tanpa sengaja tangan polisi yang memegang gas air mata terdorong penonton dan menyentuh pelatuk hingga meledakan gas air mata.

 

“Ini kejadian tidak disengaja,” ujar AKP Agustinus Salawane.

 

Pertandingan kembali dilanjutkan dan berlangsung seru. Suporter Persebata Lembata yang menamakan dirinya, Lomblen Mania memadati pinggir lapangan Gelora 99 lengkap dengan atributnya. Mereka mengenakan kostum kebanggaan Persebata Lembata, biru-biru.

 

Penonton yang terus membanjiri stadion utama Liga III ETMC XXXI Lembata 2022 ini bikin polisi harus berusaha mengantisipasi lebih awal. Mereka berusaha agar penonton tidak merapat ke area dekat mobil gas air mata milik polisi. Akibatnya, terjadilah ledakan.

 

Memasuki injury time babak kedua tambahan waktu 1×15 menit, penyerang Pereebata yang menusuk lewat kiri gawang Persami dijatuhkan dua orang pemai  belakang Persami.

 

Wasit menunjuk titik putih. Pemain persebata nomor punggung 87 yang dipercaya menjadi eksekutor berhasil melakukan tugasnya. Bila deras meluncur ke sudut kanan gawang. Skor berubah menjadi 1-1.

 

Laga dilanjutkan dengan drama adu pinalty. Empat pemain Persebata berhasil melaksanakan tannggungjawabnya sebagai eksekutor. Sedangkan hanya dua Punggawa Persami yang berhasil sedangkan dua yang lainnya gagal. Penendang ketiga, Marselino Patrik gagal. Bola yang dikirim ke sudut kanan gawang, mampu diblok oleh Kiper Spesialis Pinalty milik Persebata Lembata. Sedangkan penendang keempat Persami meluncur keluar disisi kanan gawang persebaya. Skor berakhir 5-3 untuk Persebata, tim tuan rumah +++sandrowangak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *